Kisah David Indrajaya Si "Jokowi KW Super", Hobi Musik hingga Seorang Pengusaha Kayu

Kompas.com - 09/07/2019, 10:09 WIB
David Indrajaya, impersonator Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi). RENI SUSANTIDavid Indrajaya, impersonator Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi).

BANDUNG, KOMPAS.com – Mengenakan kemeja kotak-kotak, pria berperawakan tinggi itu duduk santai di atas alat musik cajon di Ray Mate Community, yang berlokasi di Jalan Hatta Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (6/7/2019).

Tangannya menepuk-nepuk cajon, badan serta kepalanya ikut bergoyang mengiringi alunan musik Ray-M dan Karen Idol yang akan bertolak ke Belanda mengikuti Festival Kwaku.

Musik berhenti, pria bernama lengkap David Indrajaya itu tersenyum. Dari kejauhan, wajah David tampak tidak asing. Ya, wajah yang sering wara-wiri masuk pemberitaan. Kata orang wajahnya cukup mirip dengan Presiden RI Jokowi.

Baca juga: Wanita Penyebar Foto Mumi Berwajah Jokowi Ditetapkan sebagai Tersangka

Dialah impersonator Jokowi atau yang sering disebut Jokowi KW atau duplikat Jokowi.

Sejak tahun 2015, David yang berpofesi sebagai musisi dan pengusaha ini lebih dikenal sebagai Pakle Jokowi, pelesetan dari sebutan pakde untuk Presiden Jokowi.

Disangka Jokowi

Pria yang tahun ini menginjak usia 41 tahun menceritakan, mulanya menjadi impersonator Jokowi.

Saat itu tahun 2015, ia baru pulang kondangan bersama istri dan anaknya.

David yang mengenakan pakain hitam putih tengah mengisi bensin di daerah Lingkar Selatan, Bandung. Tak berapa lama, ada sekitar 10 ibu-ibu berteriak “Pak Jokowi...Pak Jokowi...”

Ia langsung melihat sumber suara. Ibu-ibu tersebut makin berteriak memanggil Pak Jokowi.

“Saya aneh. Lalu saya bilang, 'saya? Bukan-bukan, saya bukan Pak Jokowi'. Istri saya juga aneh, mirip Pak Jokowi dari mana,” ucap David kepada Kompas.com.

Satu bulan kemudian, ada orang yang memerlukan pria dengan wajah mirip Jokowi. Lalu teman dari istrinya merekomendasikan David pun terpilih memerankan acara komedi sebagai figuran dengan memerankan Jokowi.

Dari sana, lulusan SMK Kartika Chandra ini membranding diri, mengikuti gaya Jokowi agar lebih profesional. Dari hari ke hari semakin banyak yang bilang mirip Jokowi.

“Terutama kalau pakai baju atasan putih bawahan hitam. Ciri khasnya Pak Jokowi ada di belahan rambutnya,” tuturnya.

Baca juga: Baiq Nuril: Pak Jokowi bagai Kepala Keluarga dan Saya Anaknya...

Puncaknya saat acara Festival Parahyangan pertengahan 2016. Saat Jokowi menyalami pengunjung, David yang mengenakan pakaian khas Jokowi memperkenalkan diri bahwa dia impersonatornya dan Jokowi tersenyum.

“Ketika hendak pulang, Pak Jokowi memberhentikan mobilnya. Ternyata manggil saya nyuruh Paspampres di antara kerumunan orang. Saat itu Istrinya (bu Iriana) ketawa, lucu ya bisa sama,” katanya menirukan ucapan Iriana.

Musisi

David mengaku memiliki beberapa kesamaan dengan Jokowi. Salah satunya di bidang musik. Sejak tahun 1990-an, tepatnya saat SMP, ia belajar berbagai alat musik.

“Belajar otodidak. Pernah belajar (sekolah musik) sekali di Studio 5,” tuturnya.

Kini, suami dari Oktaviani Purnmasari ini menguasai berbagai alat musik, mulai dari gitar, bass, piano, harmonika, cajon dan lainnya. Namun, untuk spesialisasi, ia menekuni bass.

Hingga akhirnya, musik menjadi salah satu mata pencahariannya. Ia bergabung dalam sebuah band yang kerap mengisi acara wedding dan gathering.

Sejak dikenal sebagai Jokowi KW, job musiknya sepi. Namun, ia kini bisa bermain di panggung besar seperti konser Putih Bersatu di Gelora Bung Karno (GBK) yang diisi Slank.

Ia pun bisa bermain bersama 100 gitaris dan terakhir kolaborasi dengan beberapa pemain Boomerang. Permainan bass yang dia lakukan, tentunya dengan menggunakan style Jokowi.

“Video yang kolaborasi dengan Boomerang itu viral,” tuturnya.

Selain bermain bass, ia pun pernah "menggantikan" Jokowi di kampanyenya di Medan. Saat itu, ia membacakan pidato Jokowi.

Pengusaha

Selain musik, kesamaan lain David dengan Jokowi adalah pengusaha kayu. David memiliki usaha hand made cajon. Bahkan ia sudah ekspor hingga ke Australia.

Cajon merupakan alat musik perkusi berbentuk kotak. Cajon memiliki enam sisi dengan lubang di salah satu sisi. Cara memainkannya dengan menepuk sisi-sisi cajon dengan tangan, jari, atau alat seperti stik drum.

Lalu beberapa tahun ini, Cajon produksi China membanjiri Indonesia. Usahanya pun menjadi sepi, meski kualitas produknya jauh lebih baik.

Hand made itu detail beda sama produk pabrikan. Tapi ya tetap saja usaha saya (terpuruk),” ungkapnya.

Keamanan Terancam

Setelah menjadi Jokowi KW, David pun mempelajari tentang politik. Bahkan ia tergabung ke dalam tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf.

Namun, ia enggan menjadi politisi. Ia akan tetap menjadi musisi dan tampil di panggung-panggung baik sebagai dirinya maupun duplikat Jokowi.

“Nanti pas syukuran (kemenangan Jokowi) tanggal 14 Juli di Bogor juga saya akan nyanyi, main gitar sama harmonika. Biasanya saya nyanyi lagu-lagu kebangsaan,” tuturnya.

Selain kisah menyenangkan, menjadi duplikat Jokowi membawa kekhawatiran untuk orang-orang terdekat David. Misalnya saat gugatan hasil pemilu di MK.

“Ada (beberapa) yang mengontak untuk berhati-hati. Ada juga yang memperingatkan untuk tidak menggunakan baju hitam putih, takutnya ada apa (salah sasaran),” tutupnya.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Babi yang Mati di TTU Bertambah Menjadi 440 Ekor

Babi yang Mati di TTU Bertambah Menjadi 440 Ekor

Regional
Kepala BNPB Ingin Hulu Sungai Jadi Daerah Konservasi

Kepala BNPB Ingin Hulu Sungai Jadi Daerah Konservasi

Regional
Tak Pernah Kalah Saat Mencalonkan Diri, Ini Saran Gubernur Sutarmidji untuk Para Petarung Pilkada

Tak Pernah Kalah Saat Mencalonkan Diri, Ini Saran Gubernur Sutarmidji untuk Para Petarung Pilkada

Regional
Ayahnya Meninggal Saat Jasad Ibunya Dimandikan, Begini Nasib 6 Anak yang Ditinggalkan

Ayahnya Meninggal Saat Jasad Ibunya Dimandikan, Begini Nasib 6 Anak yang Ditinggalkan

Regional
Delapan Kecamatan di Subang Terendam Banjir, 2.819 Jiwa Mengungsi

Delapan Kecamatan di Subang Terendam Banjir, 2.819 Jiwa Mengungsi

Regional
Daftar dari Independen, Eks Staf Ahli Ahok Rian Ernest Ajak Warga Kawal Proses Demokrasi

Daftar dari Independen, Eks Staf Ahli Ahok Rian Ernest Ajak Warga Kawal Proses Demokrasi

Regional
Fakta di Balik Video Viral Kakek Ditandu 6 Kilometer untuk Berobat

Fakta di Balik Video Viral Kakek Ditandu 6 Kilometer untuk Berobat

Regional
Kisah Nenek Miha di Bengkulu, Idap Penyakit Komplikasi hingga Tak Bisa Berobat karena Buruknya Akses Jalan

Kisah Nenek Miha di Bengkulu, Idap Penyakit Komplikasi hingga Tak Bisa Berobat karena Buruknya Akses Jalan

Regional
Berdiri Sejak 1980, Restoran Rindu Alam di Puncak Bogor Resmi Ditutup

Berdiri Sejak 1980, Restoran Rindu Alam di Puncak Bogor Resmi Ditutup

Regional
Pria Nekat Hadang Bus Salah Jalan di Gresik, Polisi Berikan Apresiasi

Pria Nekat Hadang Bus Salah Jalan di Gresik, Polisi Berikan Apresiasi

Regional
Sosok-sosok Heroik di Balik Tragedi Susur Sungai, Mbah Diro hingga Kodir Pertaruhkan Nyawa

Sosok-sosok Heroik di Balik Tragedi Susur Sungai, Mbah Diro hingga Kodir Pertaruhkan Nyawa

Regional
Dampak Banjir Jakarta, Kereta Terlambat Datang hingga 13 Jam di Madiun

Dampak Banjir Jakarta, Kereta Terlambat Datang hingga 13 Jam di Madiun

Regional
Kemunculan Ribuan Ulat Bulu yang Bikin Resah Warga di Kediri

Kemunculan Ribuan Ulat Bulu yang Bikin Resah Warga di Kediri

Regional
Gubernur Viktor: Harus Ada Terobosan yang Radikal untuk Bangun NTT

Gubernur Viktor: Harus Ada Terobosan yang Radikal untuk Bangun NTT

Regional
Masuk Daerah Rawan Politik Saat Pilkada 2020, Ini Langkah Bawaslu Makassar

Masuk Daerah Rawan Politik Saat Pilkada 2020, Ini Langkah Bawaslu Makassar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X