Wiranto Imbau Warga Sulteng Tidak Mendirikan Hunian di Zona Rawan Bencana

Kompas.com - 02/07/2019, 06:53 WIB
Menko Polhukam Wiranto (kedua kanan) berbincang dengan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo (kanan) saat mengunjungi pengungsi korban bencana di kompleks Hunian Sementara (Huntara) Desa Mpanau, Sigi, Sulawesi Tengah, Senin (1/7/2019). Pemerintah melalui Menkopolhukam bersama kementerian terkait akan mempercepat proses rekonstruksi dan pemulihan agar warga yang terdampak bencana dapat segera kembali menjalani kehidupan dengan normal. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/foc. ANTARA FOTO/BASRI MARZUKIMenko Polhukam Wiranto (kedua kanan) berbincang dengan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo (kanan) saat mengunjungi pengungsi korban bencana di kompleks Hunian Sementara (Huntara) Desa Mpanau, Sigi, Sulawesi Tengah, Senin (1/7/2019). Pemerintah melalui Menkopolhukam bersama kementerian terkait akan mempercepat proses rekonstruksi dan pemulihan agar warga yang terdampak bencana dapat segera kembali menjalani kehidupan dengan normal. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/foc.

SIGI, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengingatkan masyarakat Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk tidak mendirikan rumah tinggal atau pemukiman di wilayah yang telah ditetapkan sebagai zona merah atau zona rawan bencana.

Peringatan itu terutama khusus berlaku bagi warga yang terdampak bencana gempa dan likuefaksi beberapa waktu lalu.  

Hal itu disampaikan Wiranto saat melakukan kunjungan ke Desa Pombeve, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Senin (1/7/2019).

"Risikonya tinggi (mendirikan bangunan di zona rawan bencana). Makanya perlu mencari lokasi yang aman atau zona hijau," kata dia. 

Baca juga: Wiranto Minta Pembangunan Hunian Tetap Korban Gempa Sulteng Tak Mangkrak

Dalam kunjungannya tersebut Wiranto berkesempatan untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan hunian tetap (huntap) untuk pengungsi gempa Palu di Desa Pombeve.

Dalam kesempatan tersebut pula ia mengimbau masyarakat untuk membangun rumah tahan gempa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal itu mengingat Sulawesi Tengah masuk dalam jalur yang dilewati oleh cicin api atau ring of fire.

Masalah sosial pascabencana

Wiranto juga mendorong  percepatan rekonsiliasi dan rehabilitasi daerah terdampak bencana.

Menurutnya penanganan rekonsiliasi dan rehabilitasi di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala masih banyak ditemukan masalah.

Baca juga: Pemerintah Minta Pembangunan Hunian Tetap di Sulteng Libatkan Pengusaha Lokal

Seperti misalnya masih adanya hunian sementara (huntara) yang tidak selesai tepat waktu, permasalahan pembayaran proyek huntara antara pemerintah dan pihak pengembang, dan masih banyak masalah sosial lainnya.

Untuk itu ia mendorong agar pemerintah daerah secepatnya menyelesaikan masalah yang terjadi seperti pembebasan lahan dan permasalahan sumber air.  

Wiranto juga mengatakan jika pemerintah pusat juga akan mendorong percepatan rekonsiliasi dan rehabilitasi, dengan mengarahkan dana luar negeri dan dana bantuan untuk percepatan pemulihan daerah. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.