Ini Kekurangan Pemilihan Sistem Proporsional Terbuka Untuk DPR Menurut Peneliti LIPI

Kompas.com - 01/07/2019, 05:37 WIB
Presidium Majelis Nasional KAHMI, Siti Zuhro saat berbicara dalam Halal bi Halal KAHMI Rayon Brawijaya di Kota Malang, Minggu (30/6/2019) KOMPAS.com/ANDI HARTIKPresidium Majelis Nasional KAHMI, Siti Zuhro saat berbicara dalam Halal bi Halal KAHMI Rayon Brawijaya di Kota Malang, Minggu (30/6/2019)

MALANG, KOMPAS.com - Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam ( KAHMI) Siti Zuhro memberikan tanggapan atas usul Mahfud MD soal diberlakukannya sistem proporsional tertutup dalam pemilihan anggota DPR

Dia sepakat jika sistem proporsional terbuka memiliki sejumlah kelemahan. Salah satunya, kewenangan partai menjadi berkurang dalam menentukan kadernya yang akan duduk di kursi DPR.

Karena itu, Siti Zuhro setuju dengan usul agar sistem proporsional tertutup dalam pemilihan legislatif diberlakukan.

"Partai merasa kewenangannya dilucuti dengan sistem terbuka seperti itu," katanya usai menjadi pembicara dalam Halal Bi Halal KAHMI Rayon Brawijaya di Kota Malang, Minggu (30/6/2019).

Baca juga: Mahfud MD Usulkan Pemilihan Sistem Proporsional Tertutup untuk DPR, Ini Sebabnya

Peneliti senior di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) itu mengatakan, dalam sistem proporsional terbuka, kader yang sudah lama berproses di partai dengan mudah disisihkan oleh pendatang baru.

Padahal pendatang baru tersebut belum tentu memahami secara penuh ideologi perjuangan partainya. Lain halnya dengan kader yang sudah berproses sejak lama.

"Orang-orang yang sudah berjibaku di partai sebagai pengurus itu dikalahkan begitu saja oleh pendatang-pendatang baru," katanya.

Pendatang baru Vs kader lama

Menurutnya, memang tidak masalah partai mengadopsi pendatang baru.

Baca juga: Komisi X DPR RI Berharap Kasus Anak Bakar Piagam Tidak Terulang Lagi

 

Namun, persoalan terjadi ketika pendatang baru tersebut menggeser kader yang sudah paham dengan ideologi perjuangan partai dan tata kelola pemerintahan.

"Kita mengatakan, oke itu diadopsi. Tapi politisi, kader itu jangan dikurangi juga," jelasnya.

Siti Zuhro mengatakan, pihaknya akan berusaha mencari model sistem pemilihan anggota dewan yang bermanfaat untuk keberlangsungan demokrasi di Indonesia.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Madrasah Diobrak-abrik Geng Motor, Warga Kota Tasikmalaya Siap Perang

Madrasah Diobrak-abrik Geng Motor, Warga Kota Tasikmalaya Siap Perang

Regional
2 Komisioner KPU Muratara dan 6 Staf Positif Covid-19

2 Komisioner KPU Muratara dan 6 Staf Positif Covid-19

Regional
Kronologi Pria Diduga Gangguan Jiwa Bacok Warga hingga Tewas, Pelaku Masih Berkeliaran

Kronologi Pria Diduga Gangguan Jiwa Bacok Warga hingga Tewas, Pelaku Masih Berkeliaran

Regional
Pria Ini Tipu PSK, Tak Bayar dan Bawa Kabur Sepeda Motor

Pria Ini Tipu PSK, Tak Bayar dan Bawa Kabur Sepeda Motor

Regional
Dinkes Riau: Mayoritas Pasien Corona yang Meninggal Punya Diabetes

Dinkes Riau: Mayoritas Pasien Corona yang Meninggal Punya Diabetes

Regional
Diejek karena Jadi Buruh Sawit, Pria Ini Bunuh Temannya dengan Parang

Diejek karena Jadi Buruh Sawit, Pria Ini Bunuh Temannya dengan Parang

Regional
Terungkap, Ini Motif Mbak Ida Pamer Celana Dalam Saat Naik Motor

Terungkap, Ini Motif Mbak Ida Pamer Celana Dalam Saat Naik Motor

Regional
Positif Covid-19, Ketua KPU Muratara Sempat Hadiri Rakor Pilkada di Palembang

Positif Covid-19, Ketua KPU Muratara Sempat Hadiri Rakor Pilkada di Palembang

Regional
Diduga Terlibat Pemerkosaan Mahasiswi di Makassar, 7 Orang Ditangkap, Satu di Antaranya Perempuan

Diduga Terlibat Pemerkosaan Mahasiswi di Makassar, 7 Orang Ditangkap, Satu di Antaranya Perempuan

Regional
Viral, Video Sopir Ambulans Pengantar Jenazah Covid-19 di Minahasa Utara Dipukul

Viral, Video Sopir Ambulans Pengantar Jenazah Covid-19 di Minahasa Utara Dipukul

Regional
'Nasinya Lembek dan Lengket Seperti Lem, Kami Tak Berani Makan'

"Nasinya Lembek dan Lengket Seperti Lem, Kami Tak Berani Makan"

Regional
RS Lapangan di Malang Bisa Ditempati Pasien Covid-19 dari Luar Daerah

RS Lapangan di Malang Bisa Ditempati Pasien Covid-19 dari Luar Daerah

Regional
Detik-detik Evakuasi Pesut Berusia 30 Tahun di Riau, Sempat Lolos dari Jaring

Detik-detik Evakuasi Pesut Berusia 30 Tahun di Riau, Sempat Lolos dari Jaring

Regional
4 Penyelanggara Pemilu Positif Covid-19, Tahapan Pilkada Sumbar Tetap Lanjut

4 Penyelanggara Pemilu Positif Covid-19, Tahapan Pilkada Sumbar Tetap Lanjut

Regional
Seorang Komisioner KPU Bangli Positif Covid-19, Pernah ke Surabaya

Seorang Komisioner KPU Bangli Positif Covid-19, Pernah ke Surabaya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X