Eggi Sudjana Ungkap Alasan Penyidik Tangguhkan Penahanannya

Kompas.com - 25/06/2019, 16:40 WIB
Tersangka kasus dugaan makar Egi Sudjana saat ditemui di kediamannya di Perumahan Vila Indah Pajajaran, Kota Bogor, Selasa (25/6/2019) usai penahanan terhadap dirinya dikabulkan oleh penyidik Polda Metro Jaya. KOMPAS.com / RAMDHAN TRIYADI BEMPAHTersangka kasus dugaan makar Egi Sudjana saat ditemui di kediamannya di Perumahan Vila Indah Pajajaran, Kota Bogor, Selasa (25/6/2019) usai penahanan terhadap dirinya dikabulkan oleh penyidik Polda Metro Jaya.

BOGOR, KOMPAS.com - Tersangka kasus dugaan makar Eggi Sudjana mengaku bersyukur setelah penyidik Polda Metro Jaya mengabulkan permohonan penangguhan penahanan terhadap dirinya.

Eggi pun tidak mau banyak berkomentar terkait penangguhan tersebut saat Kompas.com menyambangi kediamannya di Perumahan Vila Indah Pajajaran, Kota Bogor.

Eggi beralasan bahwa dirinya saat ini sedang puasa ngomong.

"Saya lagi puasa ngomong, statusnya kan masih penangguhan penahanan jadi belum bebas," katanya, Selasa (25/6/2019).

Baca juga: Polisi Kabulkan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana, Apa Alasannya?

Meski begitu, dirinya menyampaikan bahwa salah satu alasan penangguhan penahannya dikabulkan oleh penyidik karena penyakit yang dideritanya.

Eggi mengaku, memiliki masalah kesehatan dengan gulanya yang tinggi. Selain itu, hipertensinya juga tinggi.

Baca juga: Penahanan Ditangguhkan, Eggi Sudjana Berterima Kasih kepada Prabowo

"Bener, gulanya tinggi 300-400 setiap seperempat jam kencing terus, kalau ada apa-apa saya di penjara ketiban pulung nanti. Hipertensi juga tinggi, kemudian jantung kan saya pasang ring satu," ujarnya.

"Nanti kalau mau nanya ke pengacara saya saja, Alamsyah. Saya sudah komitmen tidak bicara dulu, nanti kalau nyalahin komitmen nanti saya masuk lagi," ungkapnya. 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satu Jenazah Ditemukan di Luwu Utara, BPBD Sebut Bukan Korban Banjir

Satu Jenazah Ditemukan di Luwu Utara, BPBD Sebut Bukan Korban Banjir

Regional
Ini Alasan Gubernur Banten Perpanjang PSBB Tangerang Raya

Ini Alasan Gubernur Banten Perpanjang PSBB Tangerang Raya

Regional
4 Pegawai Positif Covid-19, Puskesmas Wringinanom Ponorogo Tutup 10 Hari

4 Pegawai Positif Covid-19, Puskesmas Wringinanom Ponorogo Tutup 10 Hari

Regional
Puncak Gunung Piramid di Mata Pendaki: Saya Harus 'Ngesot' karena Sangat Sulit

Puncak Gunung Piramid di Mata Pendaki: Saya Harus "Ngesot" karena Sangat Sulit

Regional
Warga Berupaya Rebut Jenazah Covid-19, Buka Kantong Jenazah, dan Menciumnya

Warga Berupaya Rebut Jenazah Covid-19, Buka Kantong Jenazah, dan Menciumnya

Regional
Pencarian WN Amerika di Teluk Ambon Diperluas, Korban Belum Ditemukan

Pencarian WN Amerika di Teluk Ambon Diperluas, Korban Belum Ditemukan

Regional
PSBB Tangerang Raya Diperpanjang hingga 8 Kali, Ini Penyebabnya

PSBB Tangerang Raya Diperpanjang hingga 8 Kali, Ini Penyebabnya

Regional
Wisma Atlet Jakabaring Palembang Tak Lagi Rawat Pasien Covid-19

Wisma Atlet Jakabaring Palembang Tak Lagi Rawat Pasien Covid-19

Regional
Kasus Fetish Kain Jarik, Polisi: Pengakuan Tersangka Ada 25 Korban

Kasus Fetish Kain Jarik, Polisi: Pengakuan Tersangka Ada 25 Korban

Regional
Sulitnya Mendaki Gunung Piramid, Turun dari Puncak Harus 'Ngesot'

Sulitnya Mendaki Gunung Piramid, Turun dari Puncak Harus "Ngesot"

Regional
Miris, Remaja Ini Tewas Dikeroyok Teman Usai Dituduh Curi Uang Rp 100.000

Miris, Remaja Ini Tewas Dikeroyok Teman Usai Dituduh Curi Uang Rp 100.000

Regional
Detik-detik Remaja Tewas Dikeroyok Temannya, Berawal dari Curi Uang Rp 100.000

Detik-detik Remaja Tewas Dikeroyok Temannya, Berawal dari Curi Uang Rp 100.000

Regional
Detik-detik Menegangkan Polisi Kejar Pencuri Mobil dari Jakarta, Tertangkap di Bypass Lohbener

Detik-detik Menegangkan Polisi Kejar Pencuri Mobil dari Jakarta, Tertangkap di Bypass Lohbener

Regional
Perjuangan Wanita di Kupang Melahirkan 3 Bayi Kembar, Suami Menghilang Tanpa Kabar

Perjuangan Wanita di Kupang Melahirkan 3 Bayi Kembar, Suami Menghilang Tanpa Kabar

Regional
Detik-detik Seorang Ayah Bunuh 2 Anak Balitanya, Tepergok Nenek Saat Diintip dari Lubang Jendela

Detik-detik Seorang Ayah Bunuh 2 Anak Balitanya, Tepergok Nenek Saat Diintip dari Lubang Jendela

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X