KILAS DAERAH

Kemnaker Investigasi Kebakaran Pabrik Korek Api yang Tewaskan 30 Orang

Kompas.com - 22/06/2019, 11:39 WIB
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif berbicara di depan siswa SMK Karya Guna 1 Bekasi, Jawa Barat, Kamis (21/3/2019). Dok. Humas Kementerian KetenagakerjaanMenteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif berbicara di depan siswa SMK Karya Guna 1 Bekasi, Jawa Barat, Kamis (21/3/2019).


KOMPAS.com
- Kementerian Ketenagakerjaan ( Kemnaker) memastikan akan menginvestigasi peristiwa kebakaran pabrik korek pabrik yang menewaskan 30 pekerja, di Binjai, Sumatera Utara, Jumat (21/6/2019).

Menteri Ketenagakerjaan ( Menaker), M. Hanif Dakhiri bahkan mengintruksikan tim Pengawas Ketenagakerjaan dari pusat dan daerah untuk mengusut peristiwa kebakaran tersebut.

“Pengawas ketenagakerjaan di daerah sudah di lapangan. Tim dari pusat segera menyusul. Insiden harus diusut serius,” kata Hanif dalam keterangan pers Biro Humas Kemnaker di Jakarta pada Jumat (21/6/2019).

Untuk tahap awal, tim pengawas beserta kepolisian fokus pada penanganan korban. Selanjutnya, tim akan lakukan pemeriksaan terkait aspek ketenagakerjaannya.

Baca jugaSulit Dikenali, Jenazah Puluhan Korban Kebakaran Pabrik Korek Api

Apakah ada pelanggaran norma Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) atau tidak terkait kebakaran dan penyelamatan pekerja.

“Kami juga pastikan kepesertaan mereka apakah sudah masuk di dalam BPJS ketenagakerjaan, kalau sudah mereka harus di-cover, kalo belum terdaftar harus segera ada solusi untuk menangani,” tegas Hanif.

Hanif kemudian memerintahkan kepada tim tersebut untuk melakukan pemeriksaan pabrik korek api tersebut secara menyeluruh, termasuk memeriksa adanya kemungkinan pelanggaran kewajiban Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada pabrik.

Sementara itu, Plh. Direktur Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PNK3) Kemnaker, Amarudin, mengatakan, berdasarkan laporan sementara dari Pengawas Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja Sumatera Utara, korban meninggal dunia akibat kebakaran mencapai 30 orang dan yang selamat 3 orang.

Baca jugaKronologi Kebakaran Pabrik Korek Api yang Tewaskan 30 Orang

Kejadian tersebut terjadi sekitar waktu makan siang. Diduga, kebakaran dikarenakan saat sedang menyetel api mancis. Kemudian satu mancis terbakar dan mengakibatkan kebakaran hebat.

Menurut catatan, lokasi tempat kerja ini merupakan home industri berbentuk rumah yang memiliki sekitar 50 karyawan. Dari jumlah itu, hanya 27 karyawan yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Selebihnya kemungkinan Buruh Harian Lepas (BHL).

Informasi sementara, para korban yang meninggal dunia bukan dikurung dalam pabrik. Namun, mereka terkurung karena pintu masuk rumah berada di belakang.

Sementara itu, ledakan terjadi di bagian belakang, sehingga para pekerja yang semuanya perempuan tidak bisa keluar.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bertahun-tahun Jembatan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Bima Nekat Terjang Sungai

Bertahun-tahun Jembatan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Bima Nekat Terjang Sungai

Regional
Teriak 'Bunuh..Bunuh', Pedemo Rumah Mahfud MD Ditetapkan Tersangka

Teriak "Bunuh..Bunuh", Pedemo Rumah Mahfud MD Ditetapkan Tersangka

Regional
Anggota DPRD Diduga Jadi Penadah Hasil Rampokan Oknum Polisi di Lampung

Anggota DPRD Diduga Jadi Penadah Hasil Rampokan Oknum Polisi di Lampung

Regional
Cerita Nenek Lumpuh di Pematangsiantar Pasrah Tenggelam Saat Banjir

Cerita Nenek Lumpuh di Pematangsiantar Pasrah Tenggelam Saat Banjir

Regional
Bunuh Anak Tirinya, Perempuan Ini Sempat Mengaku Korban Meninggal karena Sakit

Bunuh Anak Tirinya, Perempuan Ini Sempat Mengaku Korban Meninggal karena Sakit

Regional
13 Pejabat Bantaeng Positif Covid-19, Alami Gejala Demam dan Batuk

13 Pejabat Bantaeng Positif Covid-19, Alami Gejala Demam dan Batuk

Regional
Sudah 2 Pekan Jalan Penghubung Rohul-Bengkalis Terendam Banjir

Sudah 2 Pekan Jalan Penghubung Rohul-Bengkalis Terendam Banjir

Regional
Gunung Ile Lewotolok Meletus 3 Kali pada Hari Ini

Gunung Ile Lewotolok Meletus 3 Kali pada Hari Ini

Regional
62 Kades di Jateng Langgar Netralitas Pilkada, Bawaslu Lapor ke Mendagri

62 Kades di Jateng Langgar Netralitas Pilkada, Bawaslu Lapor ke Mendagri

Regional
Sesosok Mayat Ditemukan Mengambang di Perairan Pulau Komodo

Sesosok Mayat Ditemukan Mengambang di Perairan Pulau Komodo

Regional
Ambisi Sumedang Jadikan Waduk Jatigede Wisata Kelas Dunia, Ingin Kalahkan Banyuwangi

Ambisi Sumedang Jadikan Waduk Jatigede Wisata Kelas Dunia, Ingin Kalahkan Banyuwangi

Regional
Viral Video Warga Bermain Genangan Air Setinggi Paha di Pinggir Jalan, Ini Respons Pemkot Cilegon

Viral Video Warga Bermain Genangan Air Setinggi Paha di Pinggir Jalan, Ini Respons Pemkot Cilegon

Regional
Polrestabes Surabaya Beri Hadiah Rp 5 Juta bagi Warga, Jika Ungkap Politik Uang Jelang Coblosan

Polrestabes Surabaya Beri Hadiah Rp 5 Juta bagi Warga, Jika Ungkap Politik Uang Jelang Coblosan

Regional
Dua Polisi dan Seorang Pecatan Brimob Berkomplot Rampok Truk Kompos

Dua Polisi dan Seorang Pecatan Brimob Berkomplot Rampok Truk Kompos

Regional
Zairullah Azhar-Muhammad Rusli Soroti Minimnya Infrastruktur di Pedesaan

Zairullah Azhar-Muhammad Rusli Soroti Minimnya Infrastruktur di Pedesaan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X