WN, Tersangka Kasus Hoaks "Server KPU Diatur" Dikenal sebagai Sosok yang Cerdas dan Ahli Komputer

Kompas.com - 18/06/2019, 21:14 WIB
Kondisi rumah milik WN, tersangka kasus hoaks terkait settingan server KPU di Jalan Jenggolo Kampung Tapen RT 001/ RW 006, Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Selasa (18/6/2019). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIKondisi rumah milik WN, tersangka kasus hoaks terkait settingan server KPU di Jalan Jenggolo Kampung Tapen RT 001/ RW 006, Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Selasa (18/6/2019).

SOLO, KOMPAS.com - WN (54), tersangka kasus hoaks terkait settingan server Komisi Pemilihan Umum ( KPU), merupakan sosok yang cerdas dan ahli komputer.

Demikian kesaksian warga sekitar tempat tinggal WN di Jalan Jenggolo Kampung Tapen RT 001 RW 006, Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Selasa (18/6/2019).

"Dia (WN) Sarjana Komputer. Katanya orang IT," ucap Ketua RW 006, Indaryanto (49) di Solo, Jawa Tengah, Selasa.


Baca juga: Polisi: Tersangka Kasus Hoaks Server KPU Diatur Dosen dan Bergelar S2

Menurut Indaryanto, WN sudah lama tinggal di Kampung Tapen. WN dikenal sebagai sosok warga yang baik. Tetapi, karena kesibukan pekerjaan membuat WN jarang mengikuti kegiatan di masyarakat.

"Kalau pekerjaannya (WN) secara formilnya banyak yang tidak ngerti. Hubungan dengan masyarakat jarang ikut berkumpul. Mungkin karena kesibukannya. Dengar-dengar dosen, kampusnya mana kita tidak tahu," terangnya.

Istri WN, S, merupakan ibu rumah tangga. S selalu mengikuti kegiatan di masyarakat. Bahkan, kata Indaryanto, S aktif dalam kegiatan posyandu, dan selalu ikut pengajian ibu-ibu.

Indaryanto mengatakan, WN sudah tidak terlihat di rumahnya Kampung Tapen sejak Maret atau sebelum pelaksanaan Pemilu 2019. Meskipun demikian warga juga tidak mau tahu.

"Tahunya baru-baru ini kalau WN dicari polisi," kata dia.

Baca juga: Polisi Tangkap Pria yang Sampaikan Hoaks Server KPU Diatur

WN ditangkap polisi di kawasan Teras, Boyolali, Jawa Tengah pada Selasa (11/6/2019) sekitar pukul 21.45 WIB. Pascapenangkapan WN, Indaryanto diminta mendamping dan menyaksikan ketika polisi mendatangi rumah WN.

"Saya diberitahu kalau ada warga yang terlibat permasalahan hoaks. Saya diperlihatkan surat penangkapan Pak WN. Kemudian kita komunikasikan kepada keluarganya. Istrinya pingin lihat Pak WN, tapi hanya diperlihatkan lewat jendela mobil. Setelah itu (WN) langsung dibawa ke Jakarta," jelasnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X