Polisi Tangkap 4 Pelaku Pembuatan Uang Palsu di Gresik

Kompas.com - 18/06/2019, 14:35 WIB
Tiga dari empat orang pelaku pembuat uang palsu yang ditahan di Mapolres Gresik. Dok. Polres GresikTiga dari empat orang pelaku pembuat uang palsu yang ditahan di Mapolres Gresik.

GRESIK, KOMPAS.com - Aparat kepolisian Gresik, Jawa Timur, berhasil mengamankan empat orang pelaku pembuatan uang palsu saat melakukan aksinya di rumah salah seorang pelaku di Desa Babatan, Kecamatan Balongpanggang, Gresik. Sementara, satu orang pelaku meloloskan diri.

Keempat pelaku yang diamankan adalah Rusman (51), warga desa setempat; Khusnan Efendi (63), warga Desa Bangsri, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo; Jono (69), warga Desa Ngampel, Kecamatan Balongpanggang, Gresik, dan; Fahrul Fauzi (62), warga Desa Pucangro, Kecamatan Gudo, Jombang.

"Mendapat informasi dari masyarakat terkait aktivitas yang mereka lakukan, keempat pelaku akhirnya kami amankan saat melakukan giat patroli pada 3 Mei 2019 lalu. Sementara satu orang berhasil melarikan diri dan kini masih dalam pengejaran," ujar Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo kepada Kompas.com, Selasa (18/6/2019).

Baca juga: Pengedar Uang Palsu Ditangkap di Riau

Meski demikian, pihak kepolisian mengaku sudah mengantongi identitas dan ciri-ciri pelaku pembuatan uang palsu yang meloloskan diri, dan terus mengupayakan pencarian hingga saat ini.

"Identitas dan ciri-ciri pelaku sudah kami kantongi, pencarian pun masih terus kami lakukan hingga kini," ucap dia.

Sementara itu, dalam penangkapan empat pelaku pembuatan uang palsu, polisi menyita barang bukti, di antaranya peralatan sablon, cat, minyak, lem, lakban, kuas, printer, laptop, kertas, silet, serta uang palsu yang sudah dicetak dalam pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000.

Baca juga: Viral, Kakek Penjual Rokok Jadi Korban Penipuan Uang Palsu Rp 400.000

Empat pelaku pembuatan uang palsu dijerat Pasal 36 ayat (1) junto Pasal 26 ayat (1) Undang-undang RI nomor 7/2011 tentang mata uang atau Pasal 244 KUHP junto Pasal 55 ayat (1) ke1e KUHP dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Desa di Pekalongan Larang Masuk 'Bank Tongol' hingga Debt Collector

Sejumlah Desa di Pekalongan Larang Masuk 'Bank Tongol' hingga Debt Collector

Regional
Fakta Tibanya 316 Pekerja dari Italia di Bali, Jalani Rapid Test hingga Tak Dikarantina

Fakta Tibanya 316 Pekerja dari Italia di Bali, Jalani Rapid Test hingga Tak Dikarantina

Regional
39 TKA China yang Masuk Bintan Dipulangkan Bertahap, Baru 10 Orang yang Terbang ke Jakarta

39 TKA China yang Masuk Bintan Dipulangkan Bertahap, Baru 10 Orang yang Terbang ke Jakarta

Regional
Satu Pasien PDP Corona di Pekanbaru Meninggal Dunia

Satu Pasien PDP Corona di Pekanbaru Meninggal Dunia

Regional
Warga Sumsel yang Nekat Mudik dari Zona Merah Corona Akan Dijadikan ODP

Warga Sumsel yang Nekat Mudik dari Zona Merah Corona Akan Dijadikan ODP

Regional
Pasien Positif Covid-19 di Kalbar Bertambah Jadi 10 Orang

Pasien Positif Covid-19 di Kalbar Bertambah Jadi 10 Orang

Regional
Cegah Pemudik, 2 Desa di Kabupaten Tasikmalaya Lakukan Karantina Mandiri

Cegah Pemudik, 2 Desa di Kabupaten Tasikmalaya Lakukan Karantina Mandiri

Regional
Labkes Riau Menunggu Persetujuan Menkes untuk Tes Swab Corona

Labkes Riau Menunggu Persetujuan Menkes untuk Tes Swab Corona

Regional
Satu Warga Positif Covid-19, Klaten Tetapkan Status KLB

Satu Warga Positif Covid-19, Klaten Tetapkan Status KLB

Regional
Sejak Pandemi Corona, Warga Sumedang Keluhkan Kelangkaan Gula Pasir

Sejak Pandemi Corona, Warga Sumedang Keluhkan Kelangkaan Gula Pasir

Regional
Polisi Duga PNS yang Tewas di Hutan Pinus Bandung Dibunuh di Tempat Lain

Polisi Duga PNS yang Tewas di Hutan Pinus Bandung Dibunuh di Tempat Lain

Regional
Aniaya Warga hingga Tewas, 9 Polisi Hanya Dituntut 1 Tahun Penjara, Keluarga Heran

Aniaya Warga hingga Tewas, 9 Polisi Hanya Dituntut 1 Tahun Penjara, Keluarga Heran

Regional
Banyak Warga Mudik, Jumlah ODP di NTB Mencapai 1.025 Orang

Banyak Warga Mudik, Jumlah ODP di NTB Mencapai 1.025 Orang

Regional
Ketahuan Suami Selingkuhan yang Mudik Mendadak Saat Wabah Corona, Kades Diikat dan Dihajar Warga

Ketahuan Suami Selingkuhan yang Mudik Mendadak Saat Wabah Corona, Kades Diikat dan Dihajar Warga

Regional
15 Pengusaha Muda Tasikmalaya Produksi Jutaan 'Masker Edukasi' Cegah Corona, Dibagikan Gratis ke Masyarakat

15 Pengusaha Muda Tasikmalaya Produksi Jutaan "Masker Edukasi" Cegah Corona, Dibagikan Gratis ke Masyarakat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X