KPK Kembali Periksa 6 Saksi Kasus OTT Pejabat Imigrasi Mataram

Kompas.com - 17/06/2019, 18:32 WIB
Salah satu ruangan di Aula lantai 2 Gedung Direktorat Kriminal Khusus  (Ditkrimsus) Polda NTB,  tempat tim penyidik KPK meneriksa  6 orang saksi kasus dugaan penanganan perkara penyalahgunaan izin tinggal Warga Negara Asing (WNA), di lingkungan Kantor Imigrasi Mataram, Senin (17/6/2019). KOMPAS.com/ Fitri RachmawatiSalah satu ruangan di Aula lantai 2 Gedung Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda NTB, tempat tim penyidik KPK meneriksa 6 orang saksi kasus dugaan penanganan perkara penyalahgunaan izin tinggal Warga Negara Asing (WNA), di lingkungan Kantor Imigrasi Mataram, Senin (17/6/2019).

MATARAM, Kompas.com - Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) kembali memeriksa 6 orang saksi dari staf dan pegawai Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) dugaan suap penanganan perkara penyalahgunaan izin tinggal Warga Negara Asing ( WNA) di lingkungan Kantor Imigrasi Mataram, Senin (27/5/2019) malam lalu.

Para saksi diperiksa tim penyidik KPK di lantai 2 ruang rapat (aula) Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda NTB, Senin (17/6/2019). Mereka merupakan bagian dari 20 saksi yang telah diperiksa KPK, 28 Mei 2019 lalu.

Pemeriksaan dilakukan sejak Senin pagi dan masih berlangsung hingga malam. Sejumlah tim penyidik KPK memeriksa pegawai Kantor Imigrasi Mataram hingga security.

Baca juga: KPK Perpanjang Masa Penahanan 3 Tersangka Kasus Suap Imigrasi Mataram

Pelaksana Harian (PLH) Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, Armand Yoga Surya membenarkan bahwa KPK memeriksa 6 orang staf Imigrasi Mataram di Polda NTB.

"Ada 5 orang awalnya yang diperiksa hari ini di Polda NTB, mereka adalah, Guna, Ayyub, Sidjabat, Sahril dan terakhir Denny Crisdian, dia Kasubsi Tata Usaha Kantor Imigrasi, satunya lagi, Sahril itu ajudannya Kepala Imigrasi Mataram (Kakanim) Kurnadie," katanya, Senin. 

Dari pantauan Kompas.com, saksi ke 6 yang datang memenuhi panggilan penyidik KPK, adalah Rahmat Gunawan, Kepala Seksi Izin Tinggal dan Status Keimigrasian (Intaltuskim) Kantor Imigrasi Mataram.

Rahmat datang memenuhi panggilan tim penyidik KPK sekitar pukul 17.20 Wita dan langsung memasuki ruang pemeriksaan. Pasca OTT, Rahmat sempat menjabat sebagai PLH Kantor Imigrasi Mataram, dan digantikan oleh Armand Surya Yoga.

Baca juga: Kasus Suap Pejabat Imigrasi, KPK Geledah Kantor Imigrasi Mataram

Dalam peroses pemeriksaan yang masih berlangsung Senin sore, seorang staf Imigrasi Mataram dan security datang ke Polda NTB untuk mengantarkan dokumen berupa buku tamu.

Staf Imigrasi dan security juga datang ke Gedung Direskrimsus Polda NTB, membawa 3 buku tamu berwarna hijau pada tim penyidik KPK yang tengah memeriksa saksi dari pihak Imigrasi, terkait OTT

"Kami hanya diminta bawa dokumen ini (buku tamu Imigrasi Mataram), tidak ditanya yang lain-lain, hanya diperiksa buku tamu inj saja," kata Security Imigrasi Mataram, Jay Kumar, sambil menunjukkan tiga buku tamu berwarna hijau masing-masing setebal 2 centimeter.

Baca juga: KPK Tahan 3 Tersangka Dugaan Suap Pejabat Imigrasi Mataram

Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB AKPB Syarif Hidayat membenarkan ada tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan di Polda NTB.

"Mereka memeriksa saksi di ruangan Ditkrimsus Polda NTB, mereka memberikan surat resmi untuk melaksanakan pemeriksaan di sini dan meminjam tempat di ruangan Ditkrimsus Polda NTB," kata Syarif.

Sementara itu, KPK juga telah memperpanjang masa penahanan tiga tersangka kasus dugaan suap terkait penanganan perkara penyalahgunaan izin tinggal WNA di lingkungan Kantor Imigrasi Mataram.

Mereka masing-masing adalah Kepala Kantor Imigras Kelas I Mataram, Kurnadie, Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Kantor Imigrasi kelas I Mataram, Yusriansyah Fazrin, serta Direktur PT Wisata Bahagia sekaligus pengelola Wyndham Sundancer Lombok, Liliana Hidayat.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Covid-19, Pemkot Salatiga Data Penjual Hewan Kurban dari Luar Kota

Cegah Covid-19, Pemkot Salatiga Data Penjual Hewan Kurban dari Luar Kota

Regional
Gempa 5,2 Magnitudo Guncang Bengkulu, Terasa hingga Lampung

Gempa 5,2 Magnitudo Guncang Bengkulu, Terasa hingga Lampung

Regional
Diamankan, Pesepeda Perempuan Berbaju Ketat di Banda Aceh Minta Maaf

Diamankan, Pesepeda Perempuan Berbaju Ketat di Banda Aceh Minta Maaf

Regional
Gempa di Rangkasbitung, Warga Diminta Waspada dan Jauhi Kawasan Pantai

Gempa di Rangkasbitung, Warga Diminta Waspada dan Jauhi Kawasan Pantai

Regional
Sempat Ketakutan, 50 Pedagang Pasar Manis Purwokerto Jalani Tes Swab

Sempat Ketakutan, 50 Pedagang Pasar Manis Purwokerto Jalani Tes Swab

Regional
11 ASN di Banjarnegara Positif Corona, Sebagian di Antaranya Tenaga Medis Puskesmas

11 ASN di Banjarnegara Positif Corona, Sebagian di Antaranya Tenaga Medis Puskesmas

Regional
Menteri Koperasi dan UKM Harap Pelaku UMKM Dapat Topang Perekonomian Babel

Menteri Koperasi dan UKM Harap Pelaku UMKM Dapat Topang Perekonomian Babel

Regional
Gempa Juga Terjadi di Pangandaran

Gempa Juga Terjadi di Pangandaran

Regional
Gara-gara Dituding Curi Ayam, Pria di Tasikmalaya Bakar 3 Mobil Tetangga

Gara-gara Dituding Curi Ayam, Pria di Tasikmalaya Bakar 3 Mobil Tetangga

Regional
Berkunjung ke Aceh Wajib Bawa Surat Hasil Rapid Test

Berkunjung ke Aceh Wajib Bawa Surat Hasil Rapid Test

Regional
Seorang Wartawan Meninggal karena Covid-19, 20 Jurnalis Lainnya Jalani Rapid Test

Seorang Wartawan Meninggal karena Covid-19, 20 Jurnalis Lainnya Jalani Rapid Test

Regional
Duduk Perkara Lembaga Adat Baduy Minta Dihapus dari Destinasi Wisata

Duduk Perkara Lembaga Adat Baduy Minta Dihapus dari Destinasi Wisata

Regional
Satu Keluarga Jadi Korban Kecelakaan Kapal, Ayah Selamat, 2 Anaknya Meninggal

Satu Keluarga Jadi Korban Kecelakaan Kapal, Ayah Selamat, 2 Anaknya Meninggal

Regional
Danjen Akademi TNI: Pemkot Magelang Pindah Saja, Kalau Enggak Nanti Pakai Cara-cara Kita

Danjen Akademi TNI: Pemkot Magelang Pindah Saja, Kalau Enggak Nanti Pakai Cara-cara Kita

Regional
Gempa di Rangkasbitung, Warga Serang Merasa Pusing dan Mual

Gempa di Rangkasbitung, Warga Serang Merasa Pusing dan Mual

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X