Wali Kota Surakarta Tolak Pemberian Bingkisan Lebaran, Ini Alasannya...

Kompas.com - 28/05/2019, 00:16 WIB
Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo di Solo, Jawa Tengah, Senin (27/5/2019). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIWali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo di Solo, Jawa Tengah, Senin (27/5/2019).

SOLO, KOMPAS.com - Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo alias Rudy menolak pemberian parcel atau bingkisan lebaran dari semua pihak, termasuk dari aparatur sipil negara (ASN).

Penolakan itu bukan tanpa alasan, karena dirinya tidak ingin berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK).

Menurut Rudy, pemberian bingkisan lebaran tersebut termasuk bagian dari gratifikasi.


Kalau menerima bingkisan lebaran, maka dirinya mempunyai kewajiban untuk melaporkannya ke komisi antirasuah tersebut.

"Saya menolak semua (parcel). Jadi, bukan saya sok menolak tidak. Tapi lebih kepada sayang. Karena saya harus melapor (KPK)," ucap Rudy di Solo, Jawa Tengah, Senin (27/5/2019).

Baca juga: Pimpinan KPK Kritik Menteri Yuddy soal Bingkisan Lebaran

Jika ada yang sudah terlanjur mengirim, Rudy memintanya untuk memotret bingkisan lebaran itu kemudian membagikannya kepada masyarakat. Dengan demikian tidak perlu lagi harus melaporkan ke KPK.

"Kalau yang namanya buah makanan kan busuk. Jadi, kalau sudah ada yang terlanjur mengirim saya suruh motret dan membagikannya kepada masyarakat," tandasnya.

Rudy menilai pemberian bingkisan tersebut sebagai tanda kesetiaan pertemanan dan tidak ada kaitannya dengan pekerjaan.

Baca juga: Beredar, Surat Kepala Desa Minta Bingkisan Lebaran

Supaya tidak menjadi persoalan dan tidak mubazir, Rudy meminta kepada teman-temannya agar tidak mengirim bingkisan lebaran kepada dirinya.

Rudy kembali menegaskan, kalau dirinya menerima bingkisan lebaran tersebut memiliki kewajiban untuk melaporkannya kepada KPK.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Duduk Perkara Ikan Bertuliskan Kata 'Ambon' dan 'Maluku'', Diduga dari Koran yang Menempel

Duduk Perkara Ikan Bertuliskan Kata "Ambon" dan "Maluku"", Diduga dari Koran yang Menempel

Regional
Puluhan Rumah di Medan Terbakar, Warga Bingung Tinggal di Mana

Puluhan Rumah di Medan Terbakar, Warga Bingung Tinggal di Mana

Regional
Cerita di Balik Terbakarnya Lamborghini Aventador Milik Raffi Ahmad, Tembus Harga Rp 19 Miliar...

Cerita di Balik Terbakarnya Lamborghini Aventador Milik Raffi Ahmad, Tembus Harga Rp 19 Miliar...

Regional
Kronologi Siswa Tikam Guru hingga Tewas Setelah Ditegur karena Ketahuan Merokok

Kronologi Siswa Tikam Guru hingga Tewas Setelah Ditegur karena Ketahuan Merokok

Regional
Ibu-ibu Ini Berhasil Olah Koro Beracun Jadi Keripik Lezat dan Sehat

Ibu-ibu Ini Berhasil Olah Koro Beracun Jadi Keripik Lezat dan Sehat

Regional
'Menghilang' 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

"Menghilang" 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

Regional
Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Regional
[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

Regional
Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Regional
Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Regional
Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Regional
Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Regional
Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Regional
Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Regional
Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X