Pengakuan Pria Pengunggah Video Hoaks soal Rekapitulasi Tertutup

Kompas.com - 16/05/2019, 06:43 WIB
RGS (45), warga Desa Kejuden Kecamatan Depok Kabupaten Cirebon ini ditangkap polisi lantaran mengunggah video hoaks yang seolah rapat rekapitulasi tertutup.KOMPAS.com/AGIEPERMADI RGS (45), warga Desa Kejuden Kecamatan Depok Kabupaten Cirebon ini ditangkap polisi lantaran mengunggah video hoaks yang seolah rapat rekapitulasi tertutup.

BANDUNG, KOMPAS.com — RGS (45), warga Desa Kejuden, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, ditangkap polisi lantaran mengunggah video hoaks rekapitulasi penghitungan suara tertutup melalui akun Facebook-nya. 

Kepada wartawan, RGS mengaku mengunggah video tersebut lantaran ketidaktahuan dirinya terhadap rekapitulasi tersebut.

"Kepada masyarakat semua tanpa kecuali, itu (unggahan video) barangkali ketidaktahuan saya, ketidakmengertian saya tentang terbuka dan tertutupnya (sistem) rekapitulasi penghitungan C1," kata RGS di Mapolda Jabar, Rabu (15/5/2019).

RGS sendiri adalah pendukung paslon 02 Prabowo-Sandi. Ia ingin melihat rekapitulasi di wilayahnya. 


Baca juga: Ketua RT: Perekam dan Penyebar Video Ancam Pengal Jokowi Relawan 02

Pada saat kejadian, RGS datang sekitar pukul 10.00 WIB ke GOR Pamijahan, Desa Pamijahan, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, untuk melihat rekapitulasi tersebut.

"Memang saya bukan saksi, tapi saya ke situ ingin lihat. Karena di kecamatan lain, di sana dilakukan itu bukan di dalam gedung atau GOR, jadi masyarakat itu mau tukang becak atau apa itu, ikut melihat," katanya.

"Maksud saya hanya melihat bukan menyaksikan, tapi waktu di GOR itu ditutup sampai istirahat habis Zuhur. Saya tanyakan ke komisioner PPK, 'Pak kenapa rekapitulasi C1 di dalam GOR? (Jawabannya) Oh, ini menjaga cuaca barang kali hujan,' katanya. Saya bilang, ini cuacanya panas banget gini. Kata komisioner, jadi alasannya cuaca, jadi akhirnya di dalam GOR," katanya.

Baca berita sebelumnya: Polisi Tangkap Warga Cirebon yang Buat Video Hoaks Soal Rekapitulasi Tertutup

Lantaran merasa aneh rekapitulasi dilakukan di GOR, RGS kemudian memvideokan kondisi tersebut. Video itu kemudian diunggahnya ke media sosial serta dikirimkan ke ketua PPK. 

"Setelah itu barangkali video itu beredar. Si Pak Rahmat SMS saya jam 15.00 sekian. Tuh pak haji, penghitungan terbuka pintunya terbuka. Saya bilang, harusnya dibuka dari tadi," katanya.

Isi video berkonten hoaks dinilai meresahkan

Diberitakan sebelumnya, RGS ditangkap karena mengunggah video berdurasi 45 detik di akun Facebook-nya melalui ponsel miliknya.

Adapun dalam rekaman video selfie tersebut pelaku mengatakan:

"Hari ini rapat pleno terbuka perhitungan C1 di PPK Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon akan tetapi kami merasa aneh sekali rapat pleno ini tertutup, masyarakat tidak boleh melihat bahkan para saksi pun itu dipersulit untuk masuk ha... ini enak-enakan nih petugas -petugas yang ada di dalam ini mau mengurangi mau menambahi ini, kita viralkan ini, kami mohon bantuan dari saudara sekalian untuk memviralkan, salam akal sehat, salam 02 Prabowo Sandi menang. Allahu Akbar."

Halaman:



Close Ads X