Diduga Keracunan Gas, Satu Keluarga Tak Sadarkan Diri di Dalam Mobil

Kompas.com - 05/05/2019, 00:29 WIB
Ilustrasi jenazah. Ilustrasi jenazah.

PEKANBARU, KOMPAS.com - Diduga akibat keracunan emisi gas pembuangan mobil, tiga korban dari satu keluarga ditemukan tak sadarkan diri di dalam mobil yang terparkir di halaman mesjid di Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu (4/5/2019).

Kasubag Humas Polres Kampar, Iptu Deni Yusra, mengatakan ketiga koban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri didalam mobil Toyota Inova, yang terparkir di depan Masjid AT-Taqwa Jalan Lintas Riau - Sumbar tepatnya di depan Yonif 132/ Bimasakti Salo.

"Saat ditemukan, mobil penumpang jenis Toyota Inova yang ditumpangi ketiga korban ini mesinnya dalam kondisi hidup, sedangkan satu dari tiga korban terlihat mengeluarkan busa dari mulutnya dan sudah meninggal dunia," ucap Deni.

Sementara itu, lanjut Deni, dua orang korban belum sadarkan diri dan mendapatkan perawatan medis di RSUD Bangkinang.

Baca juga: Ayah yang Aniaya Bayinya hingga Tewas Sering Lakukan Kekerasan Sejak Pacaran

Identitas ketiga korban yakni, Farid (40) dan Noviantri (40) keduanya belum sadarkan diri masih dalam perawatan di RSUD Bangkinang, satu korban Faris Alfarab (14) meninggal dunia,

"Ketiga korban ini merupakan satu keluarga yang tinggal di Perumahan Indah Loka di Jalan Harapan Raya Ujung Pekanbaru," terang Deni.

Korban pertama kali ditemukan oleh Babinsa Salo Serka Saty Darma, sekitar pukul 08.00 wib, karena mendapat Informasi dari Grub Telegram untuk mencari keberadaan mobil Toyoya yang terpantau melalui aplikasi Google Maps berada di wilayah Desa Salo.

Kemudian anggota Babinsa ini, mencari keberadaan mobil tersebut dan menemukannya diparkiran Mesjid AT Taqwa, tepatnya di depan Batalyon 132/ BS Salo.

Baca juga: MS Aniaya Bayinya hingga Tewas Saat Sang Istri ke Pasar

Setelah itu dia melihat dari kaca mobil bahwa ada tiga orang yang berada di dalam mobil, dimana 2 orang berada di kursi depan dengan posisi kaki diatas dasboard dengan kondisi kaki puncat, serta seorang anak laki-laki berada dikursi belakang dalam posisi tidur, ungkapnya.

Melihat kondisi tersebut, anggota Babinsa kemudian membuka pintu mobil untuk mengetahui kondisi korban, namun ketiga korban sudah tidak sadarkan diri, dan satu korban (Faris Alfarab) terlihat sudah mengeluarkan busa dari mulutnya.

Kemudian Babinsa menghubungi Piket Provoost, Pasi Intel Batalyon 132/ BS dan petugas Kesehatan dari Yonif 132/ BS, dan berkoordinasi dengan Pihak kepolisian dari Polres Kampar.

Saat ditemukan kondisi dua orang korban masih bergerak, lalu Pasi Intel bersama Piket Provost dan Babinsa membawa korban Ke Rumah Sakit Ibu dan Anak Husada Bunda yang tidak jauh dari lokasi penemuan ini.

Dari keterangan pihak keluarganya, korban berangkat dari Pekanbaru menuju Sumbar pada jumat sekitar pukul 16.00 Wib, kemudian pada pukul 22.00 wib pihak keluarga kehilangan kontak dengan korban yang sedang dalam perjalanan, ucap Deni.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara pihak kepolisian Polres Kampar, korban diduga mengalami keracunan dari emisi gas pembuangan mobil yang mereka tumpangi, saat beristirahat didalam mobil dengan kondisi mesin dan Ac mobil hidup, tutupnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Klaster Baru Penularan Corona di Kota Kupang Muncul dari Karyawan Bank

Klaster Baru Penularan Corona di Kota Kupang Muncul dari Karyawan Bank

Regional
Dipecat PDI-P, Anak Bupati Semarang: Saya Manut Bapak

Dipecat PDI-P, Anak Bupati Semarang: Saya Manut Bapak

Regional
10 Orang di Sekretariat DPRD Maluku Positif Corona

10 Orang di Sekretariat DPRD Maluku Positif Corona

Regional
Pegawai Bappeda Meninggal karena Covid-19, Gedung Pemkab Bojonegoro Disterilkan

Pegawai Bappeda Meninggal karena Covid-19, Gedung Pemkab Bojonegoro Disterilkan

Regional
Bawaslu Jateng Bentuk 44.077 Pengawas TPS Pilkada 2020

Bawaslu Jateng Bentuk 44.077 Pengawas TPS Pilkada 2020

Regional
Kesadaran Masyarakat Rendah, Bupati Tuban Perpanjang Pemberlakuan Jam Malam

Kesadaran Masyarakat Rendah, Bupati Tuban Perpanjang Pemberlakuan Jam Malam

Regional
Positif Covid-19, Tenaga Medis RSUD dr R Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro Meninggal

Positif Covid-19, Tenaga Medis RSUD dr R Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro Meninggal

Regional
Ganjar Usul Peserta Pilkada 2020 Berkampanye Lewat Media Massa

Ganjar Usul Peserta Pilkada 2020 Berkampanye Lewat Media Massa

Regional
Hujan dari Sore hingga Malam, 5 Kecamatan di Padang Dilanda Banjir

Hujan dari Sore hingga Malam, 5 Kecamatan di Padang Dilanda Banjir

Regional
Kereta Api Serayu Pagi Anjlok di Ciamis, Penumpang Dievakuasi

Kereta Api Serayu Pagi Anjlok di Ciamis, Penumpang Dievakuasi

Regional
'Saya Tak Kuat Lagi Jadi Bawahan Kapolres Blitar, Saya Mengajukan Pensiun Dini...'

"Saya Tak Kuat Lagi Jadi Bawahan Kapolres Blitar, Saya Mengajukan Pensiun Dini..."

Regional
Jokowi: Labuan Bajo Harus Betul-betul Menjadi Kawasan Premium

Jokowi: Labuan Bajo Harus Betul-betul Menjadi Kawasan Premium

Regional
Geledah Rumah di Kudus, Densus 88 Amankan Buku hingga Laptop

Geledah Rumah di Kudus, Densus 88 Amankan Buku hingga Laptop

Regional
Lihat Istri Tewas Terlilit Tali Sapi yang Digembalakannya, Suami Pingsan

Lihat Istri Tewas Terlilit Tali Sapi yang Digembalakannya, Suami Pingsan

Regional
Seorang Pegawai BPN NTT Meninggal karena Corona, 10 Orang Keluarga dan Teman Positif Covid-19

Seorang Pegawai BPN NTT Meninggal karena Corona, 10 Orang Keluarga dan Teman Positif Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X