Bus Rombongan Pelajar Tabrak Pohon di Sukabumi, Dua Orang Meninggal Dunia

Kompas.com - 21/04/2019, 12:04 WIB
Bus pariwisata menabrak pohon di Kampung Cijeblus, Desa Sukamukti, Kecamatan Waluran, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (21/4/2019). KOMPAS.com/BUDIYANTOBus pariwisata menabrak pohon di Kampung Cijeblus, Desa Sukamukti, Kecamatan Waluran, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (21/4/2019).

SUKABUMI, KOMPAS.com - Sebuah bus pariwisata mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Sukabumi-Surade, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (21/4/2019) sekitar pukul 04.00 WIB.

Bus berpenumpang puluhan pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Surade ini menabrak pohon randu di kawasan belokan Kampung Cijeblus, Desa Sukamukti, Kecamatan Waluran.

Bus pariwisata City Trans Utama bernomor polisi B 7326 TB ini berpenumpang sebanyak 55 pelajar dan guru yang baru pulang tur wisata belajar ke Bandung.

Akibat kecelakaan tunggal ini, dua orang pelajar dikabarkan meninggal dunia dan sejumlah penumpang lainnya mengalami luka.

Para korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Jampang Kulon.

Selain itu, satu rumah yang berlokasi di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) mengalami kerusakan pada bagian kaca jendela.

"Saya sudah terbangun, tiba-tiba mendengar suara benturan keras di depan rumah. Saya langsung keluar dan melihat ada bus menabrak pohon," ujar Darius (60) pemilik rumah kepada Kompas.com di lokasi kejadian, Minggu siang.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Darius mengatakan, tak lama setelah kejadian, warga langsung berdatangan dan memberikan pertolongan. Sejumlah penumpang yang menjadi korban juga sempat dibawa ke teras rumah Darius.

Sejumlah pelajar selamat di antaranya mengalami luka. Ada pula penumpang yang terjepit badan bus.

"Saya lihat ada dua penumpang yang terjepit di bagian depan sebelah kiri," ujar Darius yang sempat shock melihat peristiwa itu.

Salah satu warga, Kuswandi alias Aryo (49) mengatakan, dua korban yang meninggal dunia dalam kondisi terjepit. Proses evakuasi membutuhkan waktu lebih dari 2 jam, tepatnya dari pukul 06.00 hingga 08.30 WIB.

"Evakuasinya sangat sulit butuh waktu sampai dua jam setengah. Keduanya meninggal dunia, informasi dari guru pembimbingnya keduanya yang meninggal adalah pelajar," ujar Aryo.

Pantauan Kompas.com, bus pariwisata yang menabrak pohon ini datang dari arah Sukabumi menuju Surade.

Saat ini, sejumlah warga masih berkerumun di TKP. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X