Kompas.com - 18/04/2019, 15:43 WIB
Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Jawa Timur, Aang Kunaifi Dok. Aang KunaifiKoordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Jawa Timur, Aang Kunaifi

SURABAYA, KOMPAS.com - Badan Pengawas Pemilu Jawa Timur menyebut, setidaknya terdapat sekitar 12 TPS yang berpotensi dilakukan pemungutan suara ulang (PSU).

Hal itu berdasarkan hasil penemuan beberapa pelanggaran pada pemungutan suara digelar Rabu (17/4/2019) kemarin.

"Kalau totalnya sekitar 12 TPS yang ditemukan pelanggaran yang kemudian itu berpotensi PSU," kata Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Jawa Timur Aang Kunaifi ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (18/4/2019).

Namun, pada prinsipnya, semua jenis pelanggaran pemilu yang ditemukan, kata Aang, masih dikaji Bawaslu Jawa Timur.

Baca juga: Bawaslu Cianjur Rekomendasi Pemungutan Suara Ulang, Ini Tanggapan KPU

Hasil kajian itu, lanjut dia, nantinya bisa saja memunculkan opsi hitung ulang atau PSU. 

Ia menyebut, pelanggaran pemilu di wilayah Jawa Timur terjadi di beberapa daerah, salah satunya di Kabupaten Sumenep terdapat 2 TPS, Kabupaten Sampang 3 TPS, Kabupaten Bangkalan 1 TPS, dan Kota Surabaya 1 TPS.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di luar itu, pelanggaran pemilu juga terjadi di Kabupaten Pasuruan, Kota Malang, Kota Mojokerjo dan Kabupaten Mojokerto, dan Kabupaten Gresik.

"Karena ini masih proses, kita tidak bisa langsung menyebut PSU. Tapi kalau memang tidak ada jalan lain dan pelanggarannya fatal, jalan terakhir, pilihan Bawaslu merekomendasikan PSU," ucap Aang.

Sementara itu, terkait jenis pelanggarannya, Aang menyebut ada beberapa macam. Salah satunya adalah surat suara tercoblos di beberapa TPS sebelum pemungutan suara dilakukan.

Baca juga: Bawaslu Sebut Beberapa TPS Berpotensi Pemungutan Suara Ulang dan Susulan

Ia menyebut wilayah pelanggaran dominan terjadi di wilayah Madura. Namun, pelanggaran lain juga tersebar di Pantura, Tapal Kuda, dan Mataraman.

"Cuma sekali lagi semuanya itu masih proses. Kita tidak bisa menyebut itu (pelanggaran) langsung PSU, karena semuanya dalam proses (kajian)," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.