Hologram Jokowi Disambut Antusias Warga Desa Terpencil di Tasikmalaya

Kompas.com - 09/04/2019, 13:20 WIB
Warga Desa Pamijahan, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya menyaksikan tayangan Hologram Jokowi, Selasa (9/4/2019) dini hari tadi. KOMPAS.com/IRWAN NUGRAHAWarga Desa Pamijahan, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya menyaksikan tayangan Hologram Jokowi, Selasa (9/4/2019) dini hari tadi.

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Penyampaian program pemerintah melalui hologram Presiden Joko Widodo ( Jokowi) disambut antusias ribuan warga Desa Pamijahan, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya pada Senin (8/4/2019) dan berakhir Selasa (9/4/2019) dini hari. 

Penayangan hologram tersebut merupakan hasil kerja Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kemenkominfo). 

Hologram Jokowi tersebut memaparkan aneka keberhasilan pembangunan yang dilakukan pemerintah dalam beberapa tahun terakhir. 

"Kami baru tahu ada tayangan hologram langsung Pak Presiden, seperti nyata kita berbincang dengan Pak Presiden. Dalam tayangan itu, kami warga baru mengetahui ternyata sudah banyak yang dilakukan pemerintah selama ini. Maklum, kami di kampung," jelas Maman Nurhadiyat, salah satu tokoh masyarakat setempat.

Baca juga: 6 Fakta Kampanye Jokowi di Jatim, Ngopi Bareng di Warung hingga Muncul lewat Hologram

Acara hologram Jokowi ini pun dilengkapi dengan beberapa hiburan tradisional lainnya seperti pagelaran calung dan marawis.

Warga yang hadir pun terasa terhibur meski ini kegiatannya adalah pemaparan keberhasilan pembangunan. Tayangan pun dilengkapi dengan beberapa testimoni masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.

"Ada tayangan pembangunan tol di mana-mana tadi. Juga, listrik ke daerah sangat terpencil tadi di gunung, kayaknya seperti di daerah Timur Indonesia. Juga, ada juga pembagian sertifikat gratis tadi," tambah Maman.

Baca juga: Kampanye di Lebak, Jokowi Tampil Dalam Bentuk Hologram

Pesan warga

Sementara itu, salah seorang pengasuh pesantren daerah setempat, Tatang Nurmawan, menilai program pemerintah selama ini dirasakan langsung masyarakat.

Seperti adanya program keluarga harapan, dan pelayanan jaminan kesehatan serta pendidikan tingkat dasar gratis. Bahkan, pesantren saat ini dirasakan semakin mudah akses mendapatkan bantuan dari pemerintah.

"Alhamdulillah, kita sekarang benar sudah dirasakan masyarakat dari pemerintah. Nah, nanti siapa yang akan melanjutkan pasca Pilpres nanti, supaya bisa terus dilanjutkan dan bahkan lebih baik lagi," ungkapnya.

Seperti halnya dijelaskan di acara tadi, lanjut Tatang, ada rencana kartu jaminan masyarakat lainnya seperti kartu jaminan sembako dan jaminan kerja supaya bisa benar terealisasikan.

Baca juga: Jadwal Padat, Jokowi Juga Kampanye Lewat Hologram

 

Pihaknya, tak terlalu menanggapi siapa nantinya yang akan melanjutkan pimpinan negara, terpenting jaminan untuk masyarakat bisa terus berlangsung dan semakin terasa lagi.

"Tadi kan ada jaminan lagi tuh seperti kartu yang akan dikeluarkan pemerintah. Nanti siapapun yang memimpin usai Pemilu, jangan korbankan masyarakat. Terpenting bisa dilanjutkan dan semoga semakin baik lagi," pungkasnya. 

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buntut Kebakaran SPBU di Bukittinggi, Polisi Amankan Seorang Sopir

Buntut Kebakaran SPBU di Bukittinggi, Polisi Amankan Seorang Sopir

Regional
Jenazah Bayi Ditemukan Dalam Kardus di Pinggir Jalan, Baru Berusia 4 Hari

Jenazah Bayi Ditemukan Dalam Kardus di Pinggir Jalan, Baru Berusia 4 Hari

Regional
Seorang Pekerja Tersengat Listrik PLN, Tergantung 2 Jam di Atas Papan Reklame

Seorang Pekerja Tersengat Listrik PLN, Tergantung 2 Jam di Atas Papan Reklame

Regional
Cerita di Balik Polwan NOS Dipecat karena Terpapar Radikalisme, Diduga Sebagai 'Calon Pengantin' Bom Bunuh Diri

Cerita di Balik Polwan NOS Dipecat karena Terpapar Radikalisme, Diduga Sebagai "Calon Pengantin" Bom Bunuh Diri

Regional
Fakta Ratusan Ikan dan Biota Laut Mati Mendadak, Beredar Berbagai Isu hingga LIPI Akan Lakukan Penelitian

Fakta Ratusan Ikan dan Biota Laut Mati Mendadak, Beredar Berbagai Isu hingga LIPI Akan Lakukan Penelitian

Regional
Komisioner KPU Palopo Meninggal Dunia

Komisioner KPU Palopo Meninggal Dunia

Regional
Kebakaran Lahan Belum Selesai, Palembang Terpapar Kabut Asap Ekstrem

Kebakaran Lahan Belum Selesai, Palembang Terpapar Kabut Asap Ekstrem

Regional
Ditabrak Saat Ganti Ban di Ngawi, Penumpang Truk Tewas

Ditabrak Saat Ganti Ban di Ngawi, Penumpang Truk Tewas

Regional
Cukup Rp 5,6 Juta, Ini Cara Rio dan Karin Tekan Biaya Pernikahan

Cukup Rp 5,6 Juta, Ini Cara Rio dan Karin Tekan Biaya Pernikahan

Regional
Asap Misterius dan Bau Menyengat Keluar dari Sebidang Tanah Warga Jombang

Asap Misterius dan Bau Menyengat Keluar dari Sebidang Tanah Warga Jombang

Regional
Terjadi Sebanyak 1.516 Gempa Susulan di Maluku, Ini Penyebabnya

Terjadi Sebanyak 1.516 Gempa Susulan di Maluku, Ini Penyebabnya

Regional
Pemuda Ini Ngamuk di Rumah Sakit Saat Lukanya Dijahit

Pemuda Ini Ngamuk di Rumah Sakit Saat Lukanya Dijahit

Regional
Iseng, Pria Ini Ukir Batu Jadi Patung di Sepanjang Sungai yang Mengering

Iseng, Pria Ini Ukir Batu Jadi Patung di Sepanjang Sungai yang Mengering

Regional
4 Fakta Kecelakaan Rombongan Pengantin, 2 Tewas, 17 Luka-luka hingga 1 Korban Dirujuk ke Banda Aceh

4 Fakta Kecelakaan Rombongan Pengantin, 2 Tewas, 17 Luka-luka hingga 1 Korban Dirujuk ke Banda Aceh

Regional
Cerita Rio dan Karin, Menikah dengan Biaya Rp 5,6 Juta, Seserahan Sport Bra, Cincin Kawin dari Meteorit

Cerita Rio dan Karin, Menikah dengan Biaya Rp 5,6 Juta, Seserahan Sport Bra, Cincin Kawin dari Meteorit

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X