5 Fakta Kampanye di Kupang, Topi Jokowi Jadi Rebutan hingga Target Menang 80 Persen

Kompas.com - 09/04/2019, 05:32 WIB
Capres nomor urut 01 Jokowi saat memberikan orasi politik di Lapangan Sitarda Kota Kupang, Senin (8/4/2019). KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BERECapres nomor urut 01 Jokowi saat memberikan orasi politik di Lapangan Sitarda Kota Kupang, Senin (8/4/2019).

KOMPAS.com - Calon presiden nomor urut 01 berjanji akan datang lagi ke Kupang, Nusa Tenggara Timur, jika di wilayah tersebut menang 80 persen suara saat Pemilu 2019.

Selain itu, Jokowi mensosialisasikan tiga kartu "sakti" kepada para pendukungnya yang tumpah ruah di Lapangan Sitarda Lasiana, Kota Kupang, Senin (8/4/2019).

Jokowi juga mengajak para pendukungnya untuk memakai baju warna putih saat datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 17 April nanti.

Berikut ini fakta lengkap kampanye Jokowi di Kupang:

1. Jokowi: Menang 80 persen, saya akan datang lagi

Jokowi di ICE BSDKOMPAS.com/Haryantipuspasari Jokowi di ICE BSD

Di hadapan pendukung, simpatisan, dan para kader partai pendukung, Jokowi mengaku punya catatan terkait hasil pemilihan presiden pada tahun 2014 lalu.

Saat berpasangan dengan Jusuf Kalla sebagai wakil presiden, Jokowi menyebut dirinya memperoleh 66 persen suara di wilayah NTT.

"Tapi tahun 2019 ini, saya yakin dengan semangat siang hari ini. Insya Allah minimal di NTT 80 persen. Ini minimal loh," ucap Jokowi disambut teriakan massa yang memadati Lapangan Sitarda.

"Tapi kalau 85 persen boleh, 90 persen boleh bahkan 95 persen pun boleh. Tapi minimal 80 persen ya dan semua saya minta acungkan jarinya," tambah Jokowi lagi.

Jokowi mengatakan, nanti pada tanggal 17 April malam, dia akan menelepon ketua tim dari NTT untuk menanyakan perolehan persentase suara.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Akan Ditangkap, Pelaku Ini Kelabui Polisi dengan Alasan Buang Air Kecil Lalu Melarikan Diri

Saat Akan Ditangkap, Pelaku Ini Kelabui Polisi dengan Alasan Buang Air Kecil Lalu Melarikan Diri

Regional
Enam Bulan Diselidiki,  Kapal Pengangkut Kayu Ilegal Berhasil Ditangkap di Riau

Enam Bulan Diselidiki, Kapal Pengangkut Kayu Ilegal Berhasil Ditangkap di Riau

Regional
Update Tracing Pelatihan Petugas Haji di Surabaya: 11 Orang Positif Covid-19, 1 Meninggal

Update Tracing Pelatihan Petugas Haji di Surabaya: 11 Orang Positif Covid-19, 1 Meninggal

Regional
Elemen Sipil Sebut Jam Malam Timbulkan Trauma Masa Konflik Aceh

Elemen Sipil Sebut Jam Malam Timbulkan Trauma Masa Konflik Aceh

Regional
Tiba di Solo, Pemudik Dijemput Bus Menuju Tempat Karantina

Tiba di Solo, Pemudik Dijemput Bus Menuju Tempat Karantina

Regional
Kronologi Puluhan Warga Kampung Hadang Polisi Setelah Pergoki Belasan Pembalak Liar

Kronologi Puluhan Warga Kampung Hadang Polisi Setelah Pergoki Belasan Pembalak Liar

Regional
Komunitas Kopi Jabar Bagikan 1.000 Botol Kopi ke Tenaga Medis Covid-19

Komunitas Kopi Jabar Bagikan 1.000 Botol Kopi ke Tenaga Medis Covid-19

Regional
Data Covid-19 Pemprov Sumbar Beda dengan Nasional

Data Covid-19 Pemprov Sumbar Beda dengan Nasional

Regional
Wali Kota Tasikmalaya Larang RW Tarik Pungutan Semprot Disinfektan ke Warga

Wali Kota Tasikmalaya Larang RW Tarik Pungutan Semprot Disinfektan ke Warga

Regional
Kesal Tak Diberi Uang untuk Beli Motor, Pemuda di Cianjur Bakar Rumah Orangtuanya

Kesal Tak Diberi Uang untuk Beli Motor, Pemuda di Cianjur Bakar Rumah Orangtuanya

Regional
Bantah Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji: Ada Skenario Permintaan Uang Rp 35 M dan Ancaman

Bantah Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji: Ada Skenario Permintaan Uang Rp 35 M dan Ancaman

Regional
Pergoki Pembalak Liar, Polisi Malah Dihadang Puluhan Warga Kampung

Pergoki Pembalak Liar, Polisi Malah Dihadang Puluhan Warga Kampung

Regional
65 Napi di Nusakambangan Dibebaskan akibat Wabah Corona

65 Napi di Nusakambangan Dibebaskan akibat Wabah Corona

Regional
Pandemi Virus Corona, Cobaan Terberat Pariwisata Bali

Pandemi Virus Corona, Cobaan Terberat Pariwisata Bali

Regional
Pemprov Sulsel Anggarkan Rp 250 Miliar untuk Penanganan Corona

Pemprov Sulsel Anggarkan Rp 250 Miliar untuk Penanganan Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X