Kompas.com - 02/04/2019, 18:32 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menghadiri Musrenbang RKPD Tahun 2020 di The Trans Luxury Hotel, Bandung, Selasa (2/4/2019). Dokumentasi Humas Pemprov JabarGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menghadiri Musrenbang RKPD Tahun 2020 di The Trans Luxury Hotel, Bandung, Selasa (2/4/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com - Nasib rancangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pangandaran terganjal masalah administrasi.

KEK Pangandaran tak disetujui pemerintah pusat lantaran sesuai syarat, KEK harus memiliki minimal dua potensi.

Menyiasati hal itu, Pemrov Jabar pun akan merevisi KEK Pangandaran yang semula berkonsep KEK pariwisata menjadi KEK pariwisata dan kemaritiman.

Baca juga: Gubernur Aceh Sebut India Tertarik Investasi di KEK Arun

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, kendala semacam itu wajar mengingat Jabar belum memiliki KEK.

"Kan yang meng-approve-nya bukan kami, ada lintas kementerian. Salah satu syaratnya tidak bisa 100 persen full pariwisata, harus ada tambahan. Kalau Pangandaran kan kemaritiman maka 80 persen pariwisata 20 persen tentang industri teknologi kemaritiman," ujar Emil, sapaan akrabnya, Selasa (2/4/2019).

Emil menuturkan, KEK Pangandaran dan Cikidang jadi dua lokasi yang didorong untuk jadi KEK pertama di Jabar.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia pun tak mempermasalahkan soal mana yang akan lebih dulu ditetapkan jadi KEK.

"Mana saja dua-duanya kan di-push. Ini masalah penjadwalan saja, administrasi. Jadi kita harus paham bayi pertama butuh penyesuaian setelah nanti lulus polanya akan lebih mudah," ucapnya.

Baca juga: Tiga KEK di Indonesia Timur Resmi Beroperasi

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, dengan adanya kendala pada KEK Pangandaran, kemungkinan besar Cikidang bakal jadi KEK pertama di Jabar.

Menurut dia, Cikidang sudah memenuhi aspek admisitrasi dengan dua potensi yakni pariwisata dan pendidikan tinggi.

Ia menargetkan, KEK Cikidang akan selesai pada September 2019 mendatang.

"Kalau mau diukur enam bulan lah, kalau start sekarang, kami harapkan September bisa kami dapatkan KEK pertama di Jabar," ujar Arief.

Ia pun berjanji mengawal perjalanan Jawa Barat memiliki KEK pertama. Arief mengaku akan membuat tim khusus KEK Jabar yang ia ketuai sendiri.

"Saya janji akan kawal. Saya sudah instruksikan hari ini membuat tim khusus yang ketuanya Menpar untuk KEK Pariwisata di Kemenpar. Baru nanti nanti maju ke Menko Perekonomian untuk Cikidang dan Pangandaran serta tujuh lokasi yang diusulkan saya kawal sendiri. Karena saya sangat ingin Jabar punya KEK. Saya sangat yakin provinsi pariwisata sebenarnya itu Jabar," jelasnya. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X