Di Morotai, Dubes AS Akui Indonesia Produsen Tuna terbesar Dunia

Kompas.com - 02/04/2019, 06:10 WIB
Dubes Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph R.Donovan, didampingi Bupati Pulau Morotai Benny Laos di Pusat Perikanan Terpadu, Morotai, Senin (01/04/2019) KOMPAS.com/YAMIN ABD HASANDubes Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph R.Donovan, didampingi Bupati Pulau Morotai Benny Laos di Pusat Perikanan Terpadu, Morotai, Senin (01/04/2019)

MOROTAI,KOMPAS.com - Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph R Donovan berkeliling ke Pusat Pemrosesan Ikan Tuna di Pusat Perikanan Laut Terpadu di Kabupaten Morotai, Maluku Utara, Senin (01/04/2019).

Donovan berkesempatan mencicipi sashimi  ikan tuna di Pusat Pemrosesan Ikan Tuna di Pusat Perikanan Laut Terpadu, Morotai. “Lezat sekali ikannya,” katanya. 

Menurit Donovan, Indonesia merupakan produsen tuna terbesar seluruh dunia dan Amerika Serikat merupakan pasar terbesar untuk tuna dari Indonesia.

“Kami merefleksikan hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Indonesia, yakni jalinan kemakmuran bersama yang terjalin erat. Dicontohkan dengan perdagangan tuna,” katanya.

Baca juga: Tuna Asal Sulsel Diminati di Amerika Serikat dan Jepang, Ini Sebabnya

Pemerintah Amerika Serikat melalui lembaga bantuan United States Agency for International Development (USAID) mendorong agar proses penangkapan ikan di Indonesia menuju ke arah penangkapan ikan yang berkelanjutan dan dengan kemampuan yang lebih baik. 

Sehingga, nelayan Indonesia bisa mengatasi penangkapan ikan ilegal atau illegal fishing dan meningkatkan akses pasar internasional, terutama ke Amerika Serikat. 

“Jadi melalui kemitraan seperti saat ini kita memperkuat ketahanan pangan, kita memperkuat mata pencaharian lokal dan kita memperkuat produktivitas industri penangkapan ikan yang akan memperkat bagi kedua negara kita,” ujar Donovan.

Baca juga: Dari Jepang ke AS, Ikan Tuna Indonesia Kini Menguasai Dunia

Sementara Direktur USAID Indonesia Erin E McKee menambahkan, Indonesia adalah produsen tuna terbesar dunia. Pada 2016 Indonesia menghasilakan 1,2 juta metrik ton tuna yang merupakan 17 persen produksi secara global.

Sedangkan di 2017, Amerika Serikat membeli tuna sebesar 1 miliar dollar AS, atau seberat 150 ribu ton, dari Indonesia.

“Penting bagi masyarakat Amerika Serikat dan Indonesia bermitra agar penangkapan ikan dapat berkelanjutan,” ujarnya.

Baca juga: Tarif Kargo Pesawat Naik 300 Persen, Ekspor Ikan Tuna ke Pasar Internasional Distop

Lawatan Dubes AS ke Morotai bersama rombongan dalam rangka peringati 70 tahun hubungan diplomatik antara pemerintah Amerika Serikat dan Indonesia.

Dalam tour-nya di Morotai, Dubes AS dan rombongan ditemani Wakil Gubernur Maluku Utara Muhammad Natser Thaib, Bupati Morotai Benny Laos serta Kapolres Pulau Morotai.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 28 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 28 Januari 2021

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 28 Januari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 28 Januari 2021

Regional
Banjir Bandang di Bogor, Komisi IV Minta 220 Rumah di Gunung Mas Direlokasi

Banjir Bandang di Bogor, Komisi IV Minta 220 Rumah di Gunung Mas Direlokasi

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Januari 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 28 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 28 Januari 2021

Regional
Lakukan Vaksinasi Massal, RSUD dr Sardjito Catatkan Rekor Muri

Lakukan Vaksinasi Massal, RSUD dr Sardjito Catatkan Rekor Muri

Regional
Hujan Deras Disertai Angin Kencang Rusak 27 Bangunan di Kulon Progo

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Rusak 27 Bangunan di Kulon Progo

Regional
Setahun Pandemi, Banten Akhirnya Punya Perda Sanksi Pelanggar Prokes Covid-19

Setahun Pandemi, Banten Akhirnya Punya Perda Sanksi Pelanggar Prokes Covid-19

Regional
Baru Kenal dan Ingin Menjadi Pacar, Pemuda Ini Bunuh Siswi SMP yang Menolaknya

Baru Kenal dan Ingin Menjadi Pacar, Pemuda Ini Bunuh Siswi SMP yang Menolaknya

Regional
Kata Wagub Jabar Usai Suntik Kedua Vaksin Covid-19: Alhamdulillah, Tidak Ada Gejala Apa Pun...

Kata Wagub Jabar Usai Suntik Kedua Vaksin Covid-19: Alhamdulillah, Tidak Ada Gejala Apa Pun...

Regional
Terlilit Utang, Seorang Pegawai Minimarket Curi Uang di Brankas Lalu Bakar Toko

Terlilit Utang, Seorang Pegawai Minimarket Curi Uang di Brankas Lalu Bakar Toko

Regional
Vaksinasi bagi Tenaga Kesehatan di Karawang Ditargetkan Rampung Maret

Vaksinasi bagi Tenaga Kesehatan di Karawang Ditargetkan Rampung Maret

Regional
Pengakuan Suami yang Memerkosa Rekan Kerja Dibantu Istri Pelaku

Pengakuan Suami yang Memerkosa Rekan Kerja Dibantu Istri Pelaku

Regional
Kisah Pilu Indri dan Dani, Orangtua Terkubur Longsor Beberapa Jam Sebelum Akad Nikah

Kisah Pilu Indri dan Dani, Orangtua Terkubur Longsor Beberapa Jam Sebelum Akad Nikah

Regional
Pemkot Mataram Hentikan Simulasi Belajar Tatap Muka, Kecuali Siswa Kelas Akhir

Pemkot Mataram Hentikan Simulasi Belajar Tatap Muka, Kecuali Siswa Kelas Akhir

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X