5 Fakta Pembunuhan Calon Pendeta di OKI, Pelaku Dendam Disebut Jelek hingga Sangkal Bunuh Korban

Kompas.com - 30/03/2019, 14:45 WIB
Anjing pelacak dari Polda Sumsel diturunkan ke  areal PT PSM Divisi 3 blok F19 dusun Sungai Baung, Desa Bukti Batu Kecamatan Air Sugihan Kabupaten OKI yang merupakan TKP pembunuhan seorang calon pendeta inisial MZ, Rabu (27/3/2019). HANDOUT/POLRES OKIAnjing pelacak dari Polda Sumsel diturunkan ke areal PT PSM Divisi 3 blok F19 dusun Sungai Baung, Desa Bukti Batu Kecamatan Air Sugihan Kabupaten OKI yang merupakan TKP pembunuhan seorang calon pendeta inisial MZ, Rabu (27/3/2019).

KOMPAS.com - Polisi telah menangkap dua pelaku pembunuhan calon pendeta, MZ (24), di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Kedua pelaku tersebut adalah Nang (20) dan Hendri (18).

Saat penangkapan, keduanya kaki pelaku ditembak polisi. Keduanya bersikeras tidak mengakui perbuatan mereka, meskipun telah ada sejumlah bukti kuat.

Barang bukti berupa karet ban dalam motor ditemukan polisi di belakang mess tempat kedua pelaku bekerja. Karet ban tersebut disiapkan untuk digunakan mengikat dan menyiksa korban. 

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Pelaku dendam karena disebut jelek

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat menginterogasi kedua pelaku pembunuhan MZ (24), yakni Hendri (18) dan Nang (20), Jumat (29/3/2019).KOMPAS.com/AJI YK PUTRA Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat menginterogasi kedua pelaku pembunuhan MZ (24), yakni Hendri (18) dan Nang (20), Jumat (29/3/2019).

Dalam pemeriksaan polisi, Nang mengaku jatuh cinta dengan korban sejak delapan bulan lalu,tepatnya saat dirinya mulai bekerja di perkebunan sawit.

Selama bekerja, ia selalu melihat korban keluar menuju pasar. Namun, satu pekan sebelum kejadian, pelaku sempat tersinggung dengan ucapan korban sehingga memicunya nekat untuk membunuh korban.

"Saya dikatain jelek. Saya memang suka, tapi takut ngomong," kata Nang yang terduduk di kursi roda di Mapolda Sumatera Selatan, Jumat (29/3/2019).

Merasa sakit hati atas ucapan korban, Nang justru berbalik dendam. Maka Nang mengajak tersangka Hendrik untuk menghadang korban saat melintas di lokasi kejadian.

Sebelum menghadang, mereka mencari kain sarung untuk menutupi wajah agar tak dikenali oleh korban. Selain itu, Nang juga menyiapkan ban dalam untuk mengikat tangan dan kaki korban.

Baca Juga: Ini Kronologi Dua Pelaku Bunuh Calon Pendeta di OKI

2. Pelaku mencekik dan berupaya memperkosa korban

IlustrasiWWW.PEXELS.COM Ilustrasi

Pada hari Senin (25/3/2019) sekitar pukul 18.00, kedua pelaku memutuskan untuk menyergap MZ dan seorang bocah berinisial NP yang saat itu bersama MZ.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bayi 6 Hari Positif Covid-19 dan Disebut Kasus Pertama di Indonesia

Bayi 6 Hari Positif Covid-19 dan Disebut Kasus Pertama di Indonesia

Regional
Di Jatim, Anak Tenaga Kesehatan yang Tangani Covid-19 Bebas Masuk SMA Negeri

Di Jatim, Anak Tenaga Kesehatan yang Tangani Covid-19 Bebas Masuk SMA Negeri

Regional
38 Warga Keracunan usai Santap Nasi Kuning di Acara Ulang Tahun

38 Warga Keracunan usai Santap Nasi Kuning di Acara Ulang Tahun

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ayah Setubuhi 2 Anaknya hingga Hamil | Polisi Ketakutan Dipeluk Keluarga Pasien Covid-19

[POPULER NUSANTARA] Ayah Setubuhi 2 Anaknya hingga Hamil | Polisi Ketakutan Dipeluk Keluarga Pasien Covid-19

Regional
Usir Petugas Ber-APD yang Jemput PDP Kabur, Warga: Balik, di Sini Tak Ada Corona!

Usir Petugas Ber-APD yang Jemput PDP Kabur, Warga: Balik, di Sini Tak Ada Corona!

Regional
Bupati Wonogiri: Kami Sudah Zero Covid-19

Bupati Wonogiri: Kami Sudah Zero Covid-19

Regional
Saat Karya Imelda Adams Seniman Asal Cilegon Tampil di Akun Resmi Instagram

Saat Karya Imelda Adams Seniman Asal Cilegon Tampil di Akun Resmi Instagram

Regional
Dihantam Kereta dan Terseret 30 Meter, Honda Jazz Ringsek, Sopir Lecet-lecet

Dihantam Kereta dan Terseret 30 Meter, Honda Jazz Ringsek, Sopir Lecet-lecet

Regional
Tenaga Medis Covid-19 Diintimidasi hingga Trauma, Ganjar: Siapa yang Mengancam?

Tenaga Medis Covid-19 Diintimidasi hingga Trauma, Ganjar: Siapa yang Mengancam?

Regional
Buntut Rencana Diskusi CLS UGM, Penyelenggara dan Narasumber Mendapat Teror dan Ancaman Pembunuhan

Buntut Rencana Diskusi CLS UGM, Penyelenggara dan Narasumber Mendapat Teror dan Ancaman Pembunuhan

Regional
Diduga Unggah Gambar Mirip Logo PKI di Instagram, Seorang Pria di Jambi Ditangkap Polisi

Diduga Unggah Gambar Mirip Logo PKI di Instagram, Seorang Pria di Jambi Ditangkap Polisi

Regional
Detik-detik Honda Jazz Tertabrak Kereta Api di Grobogan, Pengemudi Selamat meski Mobil Ringsek

Detik-detik Honda Jazz Tertabrak Kereta Api di Grobogan, Pengemudi Selamat meski Mobil Ringsek

Regional
BIN Gelar Rapid Test Massal di Kawasan Zona Merah Surabaya, 153 Orang Reaktif

BIN Gelar Rapid Test Massal di Kawasan Zona Merah Surabaya, 153 Orang Reaktif

Regional
Pasien Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 17, Terbanyak dari Klaster Pasar Pinasungkulan Manado

Pasien Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 17, Terbanyak dari Klaster Pasar Pinasungkulan Manado

Regional
Pilkada Diundur, Bakal Cagub Sumbar Siapkan Dana Ekstra sampai Rp 50 Miliar

Pilkada Diundur, Bakal Cagub Sumbar Siapkan Dana Ekstra sampai Rp 50 Miliar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X