Polisi Ringkus 3 Warga Pengoplos Gas Melon di Jateng

Kompas.com - 28/03/2019, 18:25 WIB
Konferensi pers pengungkapan kasus pengoplosan gas melon di beberapa kota di Jateng, Kamis (28/3/2019).Handout Konferensi pers pengungkapan kasus pengoplosan gas melon di beberapa kota di Jateng, Kamis (28/3/2019).


SEMARANG, KOMPAS.com – Kepolisian Daerah Jawa Tengah meringkus tiga orang warga yang diduga menjadi pengoplos gas melon atau elpiji 3 kilogram di tiga wilayah di Jateng.

Penangkapan pelaku dilakukan oleh tim dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus).

Tiga orang yang ditangkap yaitu AB, M, dan SS. Ketiganya ditangkap di tempat berbeda-beda, yaitu Kota Semarang, Kabupaten Sukoharjo, dan Kabupaten Boyolali.

“Dari hasil pengungkapan, ada tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka dan sudah dilakukan penahanan,” ujar Kabid Humas Polda Jateng Komisaris Besar Agus Triatmadja, saat konferensi pers, Kamis (28/3/2019).


Baca juga: Nelayan: Satu Gas Melon untuk Tiga Hari, Lebih Hemat dari Minyak...

Dikatakan Agus, tersangka AB ditangkap di rumahnya di Kelurahan Tawangsari, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang.

Tersangka M ditangkap di Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kartasuro, Kabupaten Sukoharjo.

Sementara tersangka SS ditangkap di daerah Wates, Kabupaten Boyolali.

“Pelaku M dan SS ini pelaku jaringan yang mengedarkan gas oplosan di wilayah Sukoharjo, Kartasura, Boyolali dan Surakarta. Kalau AB didagangkan di Semarang dan Kendal,” ujar Agus.

Para tersangka, lanjut Agus, memindahkan isi gas yang ada di tabung gas bersubsidi 3 kilogram ke dalam tabung non subsidi yang berisi 5,5 kilogram dan tabung 12 kilogram.

Para pelaku yang ditangkap diduga sudah melakukan kegiatan itu selama 1 tahun terakhir.

Dari kegiatan itu, para pelaku dapat menghasilkan keuntungan bersih Rp 30 juta tiap bulannya.

Ditambahkannya, saat ini jajaran kepolisian masih terus melakukan pengembangan, terutama pada pelaku AB yang beraksi di wilayah Semarang.

Pengembangan diperlukan apakah ada jaringan lain yang ikut terlibat.

"Ketiga pelaku sudah melakukan aksinya selama satu tahun terakhir. Modusnya memindahkan isi gas melon ke gas tabung 5,5 kilogram dan 12 kilogram,” tambahnya.

Para teresangka dijerat dengan Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) huruf a dan b Undang-Undang tentang Perlindungan Konsumen atau Pasal 106 Undang-Undang tentang Perdagangan dan Pasal 32 ayat (1) UU RI tentang Metrologi Legal, dengan total ancaman minimal 9 tahun kurungan.

Sementara itu, Direktur Ditreskrimsus Polda Jateng Komisaris Besar Hendra Suhartiyono menambahkan, pengungkapan kasus tindak pidana digencarkan terutama mendekati bulan Ramadhan.

Sebelum puasa, biasanya ketersediaan gas dan sembako mengalami gejolak harga.

“Kami me-warning kepada mereka yang bermain-main seperti ini, supaya tidak lagi bermain dan melakukan pelanggaran-pelanggaran hukum, yang tentunya ada sanksi pidananya," ujarnya. 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Heboh, Puluhan Domba di Sumedang Mati karena Makhluk Halus, Ini Penyebab Sebenarnya

Heboh, Puluhan Domba di Sumedang Mati karena Makhluk Halus, Ini Penyebab Sebenarnya

Regional
Ayah Penganiaya Putrinya, Balita Penderita Gizi Buruk Ditangkap Polisi

Ayah Penganiaya Putrinya, Balita Penderita Gizi Buruk Ditangkap Polisi

Regional
Remaja Pemilik Pabrik Ekstasi di Aceh Terancam Hukuman Mati

Remaja Pemilik Pabrik Ekstasi di Aceh Terancam Hukuman Mati

Regional
Cerita di Balik Video Viral Kawanan Lumba-lumba di Perairan Bali Utara, Muncul Pagi Hari di Jalur Transit

Cerita di Balik Video Viral Kawanan Lumba-lumba di Perairan Bali Utara, Muncul Pagi Hari di Jalur Transit

Regional
4 Fakta Perampokan BRI di Kalbar, Pelaku Tusuk Satpam hingga Terekam CCTV

4 Fakta Perampokan BRI di Kalbar, Pelaku Tusuk Satpam hingga Terekam CCTV

Regional
 Tiga Anggota TNI Dikeroyok Saat Bertugas, Puluhan Warga Ditangkap

Tiga Anggota TNI Dikeroyok Saat Bertugas, Puluhan Warga Ditangkap

Regional
Banyak Rebut Aset Pemkot, Khofifah Penasaran 'Wirid' yang Dibaca Risma

Banyak Rebut Aset Pemkot, Khofifah Penasaran "Wirid" yang Dibaca Risma

Regional
Pembunuh Mahasiswa Asal Timor Leste Lebih dari Satu Orang

Pembunuh Mahasiswa Asal Timor Leste Lebih dari Satu Orang

Regional
Suhu Dingin 15,9 Derajat di Malang, Hindari Es dan Keluar Malam

Suhu Dingin 15,9 Derajat di Malang, Hindari Es dan Keluar Malam

Regional
Cegah Penyalahgunaan Dana Reklamasi, KPK Sidak Perusahaan Tambang

Cegah Penyalahgunaan Dana Reklamasi, KPK Sidak Perusahaan Tambang

Regional
Cerita Kakek Mahmud yang Enggan Berpisah dengan Istrinya Saat Pergi Haji Bersama

Cerita Kakek Mahmud yang Enggan Berpisah dengan Istrinya Saat Pergi Haji Bersama

Regional
Kepala Jenazah Mahasiswa Timor Leste yang Terbungkus Selimut Winnie The Pooh Hilang

Kepala Jenazah Mahasiswa Timor Leste yang Terbungkus Selimut Winnie The Pooh Hilang

Regional
Jumlah Siswa di SMK Ini Terus Menyusut, Tahun Ini Hanya Terima 1 Murid Baru

Jumlah Siswa di SMK Ini Terus Menyusut, Tahun Ini Hanya Terima 1 Murid Baru

Regional
Risma Ingin Ubah Nama Jalan Bung Tomo Surabaya

Risma Ingin Ubah Nama Jalan Bung Tomo Surabaya

Regional
Pantai Selatan Yogyakarta Rawan Potensi Gempa dan Tsunami, Ini yang Harus Dilakukan

Pantai Selatan Yogyakarta Rawan Potensi Gempa dan Tsunami, Ini yang Harus Dilakukan

Regional
Close Ads X