Kompas.com - 28/03/2019, 09:36 WIB
Wagub Sumut Musa Rajekshah usai membuka rapat koordinasi antara dinas tanaman pangan dan holtikultura Sumut dan Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian di Medan, Rabu (27/3/2019) Dok: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provinsi SumutWagub Sumut Musa Rajekshah usai membuka rapat koordinasi antara dinas tanaman pangan dan holtikultura Sumut dan Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian di Medan, Rabu (27/3/2019)

MEDAN, KOMPAS.com - Setelah berbincang dengan Direktorat Jenderal Tanam Pangan Kementerian Pertanian Sumarjo Gatot Irianto, Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah mengaku mendapat pengetahuan baru.

Awalnya dia berfikir kalau lahan pertanian semakin luas maka petani akan semakin sejahtera. Rupanya bukan begitu, Irianto bilang, yang diperlukan adalah bagaimana lahan pertanian tetap produktif usai panen.

Hal ini disampaikan Musa saat membuka rapat koordinasi Luas Tambah Tanam (LTT) dan percepatan tanaman padi, jagung, kedelai (pajale), Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) Alsintan di Medan, Rabu (27/3/2019).

"Ini pengetahuan baru bagi saya. Acara ini juga harus menambah ilmu kita semua di bidang pertanian. Supaya petani tidak hanya sekadar bertani untuk bertahan hidup, tapi harus lebih cerdas sehingga dapat menjadi tuan di rumah sendiri," kata Musa. 

Baca juga: Cerita Emil Dardak Soal Lemahnya Ekonomi Nelayan Trenggalek...

"Petani jangan jual lahan walau untuk biaya sekolah anaknya. Kita harus bantu petani agar lebih cerdas sehingga mereka paham dan menjadi petani yang sukses. Ini juga salah satu yang mendorong misi pemerintah membangun desa menata kota," sambungnya.

Musa optimis bahwa LTT pajele periode April - Oktober 2019 di Sumut dapat tercapai sehingga meningkatkan efisiensi lahan dan menyejahterakan petani.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dijelaskannya, pemerintah ingin memotivasi para petani agar bisa mengefisienkan penggunaan lahan lebih produktif usai panen.

"Setelah panen apa yang harus dikerjakan agar lahan-lahan tidak lama terdiam. Kalau dikalkulasi, jika dalam setahun biasanya tiga kali panen, dengan LTT bisa jadi empat kali panen," pungkasnya.

Baca juga: Kepastian Hukum dan Kemudahan Cari Pinjaman Setelah Mendapat Sertifikat Tanah

Upsus Pajale

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumut M Azhar Harahap mengatakan, LTT pajele periode Oktober 2018 sampai Maret 2019 di Sumut dalam lima tahun terakhir (2013-2018) naik 37,92 persen atau 1.413.288 ton Gabah Kering Gilin (GKG).

Realisasi LTT padi baru mencapai 82,08 persen (463,294 hektar), dari target seluas 564.716 hektar pada periode Oktober 2018 – Maret 2019.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Regional
Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Regional
Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Regional
Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Regional
Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Regional
Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Regional
Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Regional
Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Regional
Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Regional
Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Regional
Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.