Ditinggal Pacar Minta Bantuan, Mahasiswi Ini Diperkosa Dua Pria

Kompas.com - 25/03/2019, 16:44 WIB
Ilustrasi korban pemerkosaanShutterstock Ilustrasi korban pemerkosaan

KUPANG, KOMPAS.com — Nasib naas menimpa seorang wanita berinisial KCBP.

Mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), itu diperkosa dua pria.

"Korban KCBP diperkosa oleh dua pria tak dikenal di kebun milik warga di Kelurahan Penkase, Kecamatan Alak, Kota Kupang," ungkap Kapolsek Alak Kompol I Gede Sucitra kepada Kompas.com di Kupang, Senin (25/3/2019) sore.

Baca juga: Catatan Kriminal KKB di Papua Selama 1 Tahun, Bunuh 26 Orang dan Perkosa Tenaga Medis

Gede mengatakan, KCBP diperkosa pada Minggu (24/3/2019) sekitar pukul 20.30 Wita.

Peristiwa pemerkosaan itu, lanjut Gede, berawal ketika KCBP duduk bersama pacarnya IS di lokasi kejadian.

Saat sedang asyik berduaan, tiba-tiba muncul tiga laki-laki tak dikenal.

Ketiganya lalu mengancam pasangan kekasih itu agar menyerahkan dompet dan telepon seluler.

Melihat hal itu, IS kemudian berlari meninggalkan KCBP untuk meminta bantuan kepada warga sekitar.

Karena tak bertemu dengan warga, IS lalu berlari menuju Kantor Polsek Alak guna melaporkan kejadian itu.

Di saat yang bersamaan, tiga pria yang tak dikenal itu lalu memerkosa KCBP secara bergantian.

"Namun, pada waktu pelaku yang ketiga hendak memerkosa korban, terdengar suara petugas dan pacar korban yang teriak panggil nama korban sehingga para pelaku melarikan diri," ujar Gede.

Kasus itu, kata Gede, masih dalam penyelidikan polisi, karena korban tidak mengenal para pelaku.

Kompas TV Di Surabaya seorang pria tertangkap karena melakukan perkosaan pada anak di bawah umur dengan modus berpura- pura sebagai fotografer.




Terkini Lainnya

Meski Banjir Setinggi 5 Meter, Sejumlah Manula Tetap Bertahan di Rumah

Meski Banjir Setinggi 5 Meter, Sejumlah Manula Tetap Bertahan di Rumah

Regional
Satu Lagi Jenazah Penumpang KM Nusa Kenari 02 Ditemukan

Satu Lagi Jenazah Penumpang KM Nusa Kenari 02 Ditemukan

Regional
SD di Maluku Kirim Surat, Orangtua Diminta Pahami Bakat dan Minat Anak

SD di Maluku Kirim Surat, Orangtua Diminta Pahami Bakat dan Minat Anak

Regional
Sengketa Tanah, Jurigan Durian Sewa Pembunuh Bayaran Habisi Pensiunan Polisi dan Keluarga

Sengketa Tanah, Jurigan Durian Sewa Pembunuh Bayaran Habisi Pensiunan Polisi dan Keluarga

Regional
Jembatan Penghubung Lampung-Sumsel Amblas, Evakuasi Truk Butuh 14 Hari

Jembatan Penghubung Lampung-Sumsel Amblas, Evakuasi Truk Butuh 14 Hari

Regional
4 Fakta di Balik Seserahan Xpander Rp 256 Juta, Jadi TKI 10 Tahun hingga Bantah Ingin Pamer

4 Fakta di Balik Seserahan Xpander Rp 256 Juta, Jadi TKI 10 Tahun hingga Bantah Ingin Pamer

Regional
Kondisi Penyerang Sopir Bus Safari di Tol Cipali Kritis dan Dirawat di ICU

Kondisi Penyerang Sopir Bus Safari di Tol Cipali Kritis dan Dirawat di ICU

Regional
Gunung Karangetang Luncurkan Guguran Lava

Gunung Karangetang Luncurkan Guguran Lava

Regional
Jemaah Ahmadiyah Akan Direlokasi ke Kecamatan Sembalun di Lombok Timur

Jemaah Ahmadiyah Akan Direlokasi ke Kecamatan Sembalun di Lombok Timur

Regional
Polisi Tangkap 4 Pelaku Pembuatan Uang Palsu di Gresik

Polisi Tangkap 4 Pelaku Pembuatan Uang Palsu di Gresik

Regional
Jaksa Belum Siap, Sidang Tuntutan Mafia Bola Kembali Ditunda

Jaksa Belum Siap, Sidang Tuntutan Mafia Bola Kembali Ditunda

Regional
Ada Tumpukan Pasir di Hutan Lindung, Monyet Ekor Panjang Menghilang

Ada Tumpukan Pasir di Hutan Lindung, Monyet Ekor Panjang Menghilang

Regional
'Rock Balancing Art', Seni Menata Batu Kali di Tengah Derasnya Aliran Sungai

"Rock Balancing Art", Seni Menata Batu Kali di Tengah Derasnya Aliran Sungai

Regional
'Calon Pimpinan KPK Jangan Nilai dari Jenggot dan Pakaiannya'

"Calon Pimpinan KPK Jangan Nilai dari Jenggot dan Pakaiannya"

Regional
KPK Soroti 49 Izin Usaha Pertambangan Timah Tanpa CNC di Bangka Belitung

KPK Soroti 49 Izin Usaha Pertambangan Timah Tanpa CNC di Bangka Belitung

Regional

Close Ads X