Bawaslu DIY Larang Kegiatan Deklarasi Alumni Jogja SATUKan Indonesia

Kompas.com - 23/03/2019, 07:57 WIB
Butet Butet Kertarajasa, Kuss Indarto (Direktur Komunikasi, Publikasi dan Dokumentasi), Ajar Budi Kuncoro (Ketua Panitia Alumni Jogja SATUkan Indonesia) dan Djaduk Ferianto dalam jumpa pers KOMPAS.com / WIJAYA KUSUMAButet Butet Kertarajasa, Kuss Indarto (Direktur Komunikasi, Publikasi dan Dokumentasi), Ajar Budi Kuncoro (Ketua Panitia Alumni Jogja SATUkan Indonesia) dan Djaduk Ferianto dalam jumpa pers

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY mengeluarkan surat yang ditujukan untuk panitia deklarasi Alumni Jogja SATUKan Indonesia.

Surat ini perihal larangan pelaksanaan kegiatan deklarasi Alumni Jogja SATUKan Indonesia yang akan digelar pada Sabtu (23/03/2019).

Bawaslu DIY pada 22 Maret 2019 mengeluarkan surat dengan nomor S.0234/K.BAWASLU-DIY/III/2019. Tertulis di dalam surat perihal larangan pelaksanaan kampanye oleh pelaksana kampanye yang tidak terdaftar di KPU.

Surat ini ditujukan kepada ketua panitia pergelaran budaya dan deklarasi dukungan paslon capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin oleh Alumni Jogja SATUkan Indonesia.

Saat dikonfirmasi, Ketua Bawaslu DIY Bagus Sarwono membenarkan pihaknya mengeluarkan surat tersebut.

"Iya benar, itu sudah kami plenokan," ujar Ketua Bawaslu DIY Bagus Sarwono saat dihubungi Kompas.com, Jumat (22/03/2019).

Baca juga: Alumni Jogja Gelar Deklarasi Dukung Jokowi-Maruf Amin

Bagus Sarwono menjelaskan, acara pada Sabtu (23/03/2019) adalah kegiatan relawan yang tidak terdaftar di tim pelaksana kampanye, tetapi izin yang diajukan oleh panitia adalah kampanye.

"Aturan di KPU bahwasanya yang melakukan kampanye harus dari pihak atau orang yang terdaftar sebagai tim kampanye, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota," katanya.

Menurut dia, jika panitia tetap ingin menggelar kegiatan tersebut, tidak boleh ada muatan kampanye pemilu. Selama kegiatan, tidak boleh ada atribut, citra diri, ajakan memilih, dan hal-hal lain yang dimaksudkan untuk kampanye pemilu.

"Kalau memang kegiatan kampanye, kami minta untuk memperbarui surat kepada kepolisian dan diteruskan kepada KPU dan Bawaslu. Surat ini yang mengajukan orang yang terdaftar sebagai tim kampanye, baik di tingkat pusat, provinsi, atau kabupaten/kota," katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Alumni Jogja SATUkan Indonesia Anjar Budi Kuncoro mengatakan telah menerima surat dari Bawaslu DIY.

"Surat baru kami terima beberapa jam yang lalu. Kami sudah mengajukan izin lewat TKD (tim kampanye daerah) jadi kami kolaborasi antara TKD dan Alumni (Alumni Jogja SATUKan Indonesia)," ungkapnya.

Baca juga: Hadiri Deklarasi Dukungan, Ini Pesan Jokowi untuk Para Pengusaha

Budi menuturkan telah memperbaiki surat izin kegiatan sesuai dengan prosedur yang ada. Pihaknya optimistis surat izin akan keluar sebelum perhelatan deklarasi Alumni Jogja SATUkan Indonesia digelar.

"Tadi kami konsultasi dengan TKD, Polda, dan KPU bagimana prosesnya. Ya kami ikuti saran dan prosesnya agar semua berjalan baik. Ya, tentu kami optimistis izin akan keluar," katanya.

Kegiatan deklarasi Alumni Jogja SATUKan Indonesia akan digelar pada Sabtu (23/3/2019) di Stadion Kridosono, Kota Yogyakarta. Capres nomor urut 01 Joko Widodo akan menghadiri kegiatan tersebut.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 di Yogya Melonjak, Sultan HB X Soroti Perilaku Masyarakat

Kasus Covid-19 di Yogya Melonjak, Sultan HB X Soroti Perilaku Masyarakat

Regional
'Tracing' Alumni Asal Kamboja, UGM Temukan 3 Orang Positif Covid-19

"Tracing" Alumni Asal Kamboja, UGM Temukan 3 Orang Positif Covid-19

Regional
Kronologi Dua Bocah Perempuan Hilang di Hutan, Pamit Cari Sagu, Sudah Sepekan Belum Ditemukan

Kronologi Dua Bocah Perempuan Hilang di Hutan, Pamit Cari Sagu, Sudah Sepekan Belum Ditemukan

Regional
10 Pegawai Kantor di Sukabumi Positif Covid-19

10 Pegawai Kantor di Sukabumi Positif Covid-19

Regional
4 Bulan Zona Hijau, Rokan Hilir Masuk Zona Merah Covid-19

4 Bulan Zona Hijau, Rokan Hilir Masuk Zona Merah Covid-19

Regional
Bersiap Kedatangan Jokowi, Babel Akan Pamerkan Keberhasilan Bendungan

Bersiap Kedatangan Jokowi, Babel Akan Pamerkan Keberhasilan Bendungan

Regional
Ini Kontak yang Bisa Dihubungi Korban Fetish Kain Jarik, Kerahasiaan Dijamin

Ini Kontak yang Bisa Dihubungi Korban Fetish Kain Jarik, Kerahasiaan Dijamin

Regional
Terungkap, Gajah Sumatera Ditembak dengan Senjata Laras Panjang

Terungkap, Gajah Sumatera Ditembak dengan Senjata Laras Panjang

Regional
Dapat Dukungan dari Gerindra, Gibran Bakal Sowan ke Prabowo di Jakarta

Dapat Dukungan dari Gerindra, Gibran Bakal Sowan ke Prabowo di Jakarta

Regional
Tepergok Bawa Sabu Pesanan Suami Saat Besuk, Wanita Ini Nekat Lempar Barang Bukti

Tepergok Bawa Sabu Pesanan Suami Saat Besuk, Wanita Ini Nekat Lempar Barang Bukti

Regional
Usaha Karaoke Masih Ditutup, Wali Kota Ambon: Nyanyi Tidak Bisa Pakai Masker

Usaha Karaoke Masih Ditutup, Wali Kota Ambon: Nyanyi Tidak Bisa Pakai Masker

Regional
Kabupaten Pesisir Selatan Protes Disebut Zona Kuning Covid-19

Kabupaten Pesisir Selatan Protes Disebut Zona Kuning Covid-19

Regional
Pamit Cari Sagu, Dua Anak Perempuan Hilang di Dalam Hutan

Pamit Cari Sagu, Dua Anak Perempuan Hilang di Dalam Hutan

Regional
Pasangan Suami Istri Tewas Dibunuh Rekan Bisnis, Pelaku: Korban Menuduh Saya Maling

Pasangan Suami Istri Tewas Dibunuh Rekan Bisnis, Pelaku: Korban Menuduh Saya Maling

Regional
Guru SMP Meninggal Positif Covid-19, Sempat Datangi Sekolah dan Berinteraksi dengan Rekan Kerja

Guru SMP Meninggal Positif Covid-19, Sempat Datangi Sekolah dan Berinteraksi dengan Rekan Kerja

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X