Menteri Jonan Senang Pembangunan Lapangan Gas di Madura Hemat 49 Juta Dollar AS

Kompas.com - 21/03/2019, 06:25 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meresmikaman secara simbolis penyaluran gas Lapangan Terang Sirasun dan Batur (TSB) tahap II, Kepulauan Kangean, Madura, di Hotel Sheraton, Surabaya, Rabu (20/3/2019). KOMPAS.com/GHINAN SALMANMenteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meresmikaman secara simbolis penyaluran gas Lapangan Terang Sirasun dan Batur (TSB) tahap II, Kepulauan Kangean, Madura, di Hotel Sheraton, Surabaya, Rabu (20/3/2019).

SURABAYA, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meresmikaman secara simbolis penyaluran gas Lapangan Terang Sirasun dan Batur (TSB) tahap II, Kepulauan Kangean, Madura, di Hotel Sheraton, Surabaya, Rabu (20/3/2019).

Area gas lepas pantai TSB yang terletak sekitar 90 km di bagian utara pulau Bali dengan kedalaman laut 90 sampai dengan 230 meter ini, kata Jonan, sudah dimulai sejak 2014 lalu dan seluruhnya hampir diselesaikan pada kuartal pertama pada 2019.

"Jawa Timur belakangan ini sudah teriak-teriak kekurangan gas. Dengan adanya TSB tahap II dengan beroperasinya FPU (Floating Production Unit) Jokotole ini, lumayan untuk menyangga pasokan gas di Jawa Timur," kata Jonan, Rabu.

Baca juga: 5 Fakta Semburan Gas di Maluku Tengah, Khawatir Jadi Bencana Lumpur Lapindo hingga Mulai Diserang Gatal-gatal

Pada kesempatan itu, Jonan mengapresiasi penghematan anggaran yang dilakukan dalam proyek pembangunan.

Menurut dia, biaya proyek tersebut senilai 165 juta dollar AS. Itu artinya, menghemat biaya 49 juta dollar AS (atau Rp 686 miliar, kurs Rp 14.000 per 1 dollar AS) dari perancangan awal sebesar 214 Juta dollar AS.

"Perencanaan awal 214 juta dollar AS, tapi ternyata yang dikeluarkan hanya 165 juta dollar AS. Pemerintah mengapresiasi penghematan ini," ujar Jonan.

Dengan diresmikannya Lapangan TSB tahap II ini, ia berharap proyek tersebut mampu memberi manfaat, terutama bagi pasokan gas di Jawa Timur dan perekonomian di Indonesia.

Baca juga: Demo Jaringan Gas di Rumah Warga, Jonan Goreng Tahu, Tempe, dan Telur

"Mudah-mudahan dapat memacu dan menambah nilai perekonomian dan memberi efek berkelanjutan, khususnya di Jatim dan secara umum di Indonesia," jelasnya.

Jonan menambahkan, pengelolaan sumber daya alam (SDA) di Kangean harus bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya, terutama untuk masyarakat di pulau tersebut.

Jonan juga meminta pengelolaan SDA dilakukan secara serius agar dapat membantu masyarakat Pulau Kangean yang membutuhkan, seperti pasokan air bersih dan listrik.

"Jadi tidak ala kadarnya. Pesan Presiden, SDA ini harus dinikmati langsung oleh masyarakat di sekitar lokasi pengelolaan," ucap Jonan.

Baca juga: Ketika Menteri Jonan Jadi Pengemudi Becak Listrik untuk Rektor UGM

Produksi gas

Sementara itu, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, pengembangan proyek tersebut dilakukan untuk melanjutkan produksi gas awal oleh lapangan gas TSB yang sudah dimulai pada pertengahan 2012 lalu.

"Dengan bertambahnya fasilitas produksi proyek TSB fase 2 ini, jaminan pasokan gas sebesar 205 juta kaki kubik gas bumi per hari dapat distribusikan untuk listrik, pupuk, dan industri di wilayah Jawa timur," ungkap Dwi.

Ia berharap produksi TSB tahap II itu bisa memberikan kontribusi berkelanjutan terhadap pasokan gas bumi kepada konsumen lokal.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X