Titik Panas di Riau Meningkat Tajam, Ada 156 Tersebar di 11 Wilayah

Kompas.com - 19/03/2019, 18:41 WIB
Seorang pewarta memotret api yang membakar semak belukar dan pepohonan ketika terjadi kebakaran lahan di Pekanbaru, Riau, Senin (18/3/2019) malam. Keringnya pepohonan akibat cuaca panas dan diperparah dengan kencangnya angin membuat api cepat menjalar sehingga menyulitkan regu pemadam untuk melakukan pemadaman di lokasi yang terbakar. ANTARA FOTO/RONY MUHARRMANSeorang pewarta memotret api yang membakar semak belukar dan pepohonan ketika terjadi kebakaran lahan di Pekanbaru, Riau, Senin (18/3/2019) malam. Keringnya pepohonan akibat cuaca panas dan diperparah dengan kencangnya angin membuat api cepat menjalar sehingga menyulitkan regu pemadam untuk melakukan pemadaman di lokasi yang terbakar.

PEKANBARU, KOMPAS.com - Titik panas atau hotspot di Provinsi Riau meningkat tajam, Selasa (19/3/2019) sore.

Pantauan satelit Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, ada 156 titik panas yang tersebar di sebelas kabupaten dan kota.

"Hotspot paling banyak terpantau di Kabupaten Bengkalis dengan jumlah 38 titik. Kemudian Kabupaten Pelalawan 37 titik," kata Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru, Sanya Gautami pada Kompas.com melalui keterangan tertulis, Selasa.

Baca juga: 86 Titik Panas Terdeteksi di 8 Wilayah di Riau

Untuk wilayah lainnya, lanjut Sanya, di Kabupaten Kepulauan Meranti terdapat 29 titik, Kota Dumai 16 titik, Rokan Hilir 17 titik, Siak 7 titik, Indragiri Hulu 4 titik, Indragiri Hilir 3 titik, Kampar 2 titik, Rokan Hulu 2 titik dan Kota Pekanbaru 1 titik. Totalnya 156 titik.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 99 titik dengan confidence 70 persen atau diyakini titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Titik api tersebut terdapat di Kabupaten Bengkalis 26 titik, Kepulauan Meranti 19 titik, Dumai 13 titik, Pelalawan 19 titik, Rokan Hilir 11 titik, Rokan Hulu 2 titik, Siak 3 titik, Indragiri Hilir 2 titik, Indragiri Hulu 3 titik, dan Kota Pekanbaru 1 titik.

Jika dibandingkan dengan pantauan BMKG tadi pagi, jumlah titik panas di Riau jauh meningkat pada sore ini.

"Tadi pagi 86 titik di 8 kabupaten dan kota. Pada sore ini terpantau 156 titik. Artinya meningkat 70 titik," ujar Sanya.

Kabut asap kebakaran hutan dan lahan tersebut sudah berdampak di sejumlah daerah. Hal ini menyebabkan jarak pandang sudah terbatas.

"Kota Dumai berasap, visibility (jarak pandang) 4 kilometer. Kota Pekanbaru dan Kecamatan Rengat jarak pandang 8 Kilometer dan Kabupaten Pelalawan 10 kilometer," sebut Sanya.

Sebagaimana diketahui, upaya pemadaman karhutla di Riau masih terus dilakukan tim gabungan dari TNI, Polri, Manggala, BPBD dan, masyarakat.

Kebakaran terus meluas hingga sulit dipadamkan. Salah satunya di Kabupaten Indragiri Hulu. Di wilayah ini kebakaran baru terjadi sejak lima hari terakhir.

Sementara luas lahan yang terbakar mencapai 50 hektar dan mengeluarkan asap tebal.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jumlah Pasien Covid-19 yang Sembuh Meningkat Tajam, Risma Ungkap Peran Mobil PCR

Jumlah Pasien Covid-19 yang Sembuh Meningkat Tajam, Risma Ungkap Peran Mobil PCR

Regional
Masjid di Kota Bengkulu Kembali Gelar Shalat Berjemaah

Masjid di Kota Bengkulu Kembali Gelar Shalat Berjemaah

Regional
Diduga Salah Tembak, 2 Petani di Poso Tewas Saat Panen Kopi, Ini Penjelasan Polisi

Diduga Salah Tembak, 2 Petani di Poso Tewas Saat Panen Kopi, Ini Penjelasan Polisi

Regional
50.000 Ribu Butir Obat Batuk Disalahgunakan untuk Mabuk

50.000 Ribu Butir Obat Batuk Disalahgunakan untuk Mabuk

Regional
Ibu Hamil 9 Bulan yang Ditinggal dan Bergantung Tetangga: 'Tolong Jangan Cari Suami Saya'

Ibu Hamil 9 Bulan yang Ditinggal dan Bergantung Tetangga: "Tolong Jangan Cari Suami Saya"

Regional
Ingin Awet Muda dan Cepat Kaya, Oknum Karyawan Tambang Nekat Curi Celana Dalam, Ini Ceritanya

Ingin Awet Muda dan Cepat Kaya, Oknum Karyawan Tambang Nekat Curi Celana Dalam, Ini Ceritanya

Regional
Saat Polisi Kaget Dipergoki Rekan Seprofesinya, Ketahuan Isap Sabu-sabu

Saat Polisi Kaget Dipergoki Rekan Seprofesinya, Ketahuan Isap Sabu-sabu

Regional
Kadis Pariwisata NTB: Konsep New Normal, Hotel Harus Siapkan Klinik

Kadis Pariwisata NTB: Konsep New Normal, Hotel Harus Siapkan Klinik

Regional
Warga Pasuruan Tewas Dilempar Bom Ikan, Pelaku Diduga Masuk dari Jendela

Warga Pasuruan Tewas Dilempar Bom Ikan, Pelaku Diduga Masuk dari Jendela

Regional
Keluarga Ambil Paksa Jenazah Pasien Positif Covid-19 dari Rumah Sakit di Surabaya

Keluarga Ambil Paksa Jenazah Pasien Positif Covid-19 dari Rumah Sakit di Surabaya

Regional
Pasien Covid-19 Tertua dan Bocah 3 Tahun di Sorong Dinyatakan Sembuh

Pasien Covid-19 Tertua dan Bocah 3 Tahun di Sorong Dinyatakan Sembuh

Regional
Penularan Covid-19 Disoroti Presiden Jokowi, Pemprov Kalsel: Kasus Turun di Akhir Juli

Penularan Covid-19 Disoroti Presiden Jokowi, Pemprov Kalsel: Kasus Turun di Akhir Juli

Regional
Berpacaran dengan Orang yang Sama, 3 Oknum TNI Aniaya Pelajar SMA di Depan Rumah si Gadis

Berpacaran dengan Orang yang Sama, 3 Oknum TNI Aniaya Pelajar SMA di Depan Rumah si Gadis

Regional
519 Pasien Covid-19 di Surabaya Sembuh Dalam 5 Hari, Ini Rahasia Risma

519 Pasien Covid-19 di Surabaya Sembuh Dalam 5 Hari, Ini Rahasia Risma

Regional
Viral, Nenek 67 Tahun di Minahasa Menolak BLT, Alasannya Bikin Terharu

Viral, Nenek 67 Tahun di Minahasa Menolak BLT, Alasannya Bikin Terharu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X