Ma’ruf Amin Berharap ke Depan Ada Wakil NU yang Jadi Presiden

Kompas.com - 18/03/2019, 17:16 WIB
Cawapres nomor urut 01, KH Maruf Amin (tengah) saat menghadiri peringatan Harlah NU ke-93 di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Senin (18/3/2019). KOMPAS.com / HAMZAHCawapres nomor urut 01, KH Maruf Amin (tengah) saat menghadiri peringatan Harlah NU ke-93 di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Senin (18/3/2019).

GRESIK, KOMPAS.com – Calon wakil presiden nomor urut 1 Ma’ruf Amin berharap ke depan ada perwakilan Nahdlatul Ulama yang menjadi presiden.

Hal itu disampaika Ma'ruf Amin di hadapan ribuan kader NU saat menghadiri peringatan Harlah ke-93 Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Senin (18/3/2019).

"Saya bisa berharap, dan kalau karena saya sekarang kader NU menjadi calon wakil presiden, nanti ke depan ada wakil NU yang menjadi presiden. Siapa tahu NU-nya NU Gresik, amin, insya Allah,” kata Ma'ruf.

Ma'ruf juga meminta para kader NU memberikan dukungan kepada dirinya sebagai perwakilan NU dalam Pemilihan Presiden 2019. Terlebih, sudah lama, kader NU tidak ada lagi menjabat sebagai pimpinan selepas almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

“Karena itu, kalau ada orang NU yang tidak mau milih kader NU, innalillahi wainnailaihi rojiun. Saya mau karena ini penghargaan kepada ulama, sebab ulama sudah lama tidak menjadi pimpinan nasional sejak era Gus Dur. Karena itu, ini merupakan penghormatan kepada ulama,” kata dia.

Baca juga: Maruf Amin: Kalau Ada Orang NU Tak Pilih Kader NU, Innalillahi...

Ia juuga mengatakan alasan dirinya bersedia menjadi calon wakil presiden pendamping Joko Widodo (Jokowi). Salah satunya ialah jabatan tersebut adalah sebuah penghormatan kepada NU.

“Dan, karena ini penghormatan kepada NU, karena itu saya mau," katanya.

Ma’ruf mengatakan, sebelumnya ia sudah menjabat sebagai Rois Am Syuriah PBNU dan ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI). Namun sekarang malah ingin jadi calon wakil presiden. 

“Banyak orang bertanya pada saya, kiai sudah pernah menjadi Rois Am, ketua umum MUI, kok masih mau jadi calon wakil presiden? Saya bilang, karena didorong oleh para ulama, supaya negara ini dipimpin, pimpinan nasionalnya gabungan antara nasionalis dan Islam,” kata dia.

Luruskan kabar hoaks

Dalam kesempatan itu, Ma'ruf kembali meluruskan beberapa kabar yang tidak benar (hoaks). Kabar fitnah dimaksud di antaranya soal pelarangan azan dan penghapusan pelajaran agama jika Jokowi-Ma'ruf Amin terpilih.

Baca juga: Banyak yang Salah Kaprah Nilai Maruf Sebelum Debat

“Memang sekarang kita menghadapi banyak hoaks, banyak fitnah. Tadi dibilang jika Jokowi menang, katanya Kementerian Agama akan dibubarkan, bohong. Azan akan dilarang, bohong. Pelajaran agama akan dilarang, bohong. Zina dilegalkan, bohong,” ujar Ma’ruf dalam pidatonya, Senin.

“Sekarang saya tanya, sekarang Presidennya siapa? Kementerian Agama dibubarkan apa tidak? Tidak kan. Kok nggak paham-paham. Azan dilarang tidak? Tidak kan. Zina dilegalkan tidak? Yang percaya itu orang bloon. Benar? Di Gresik tidak ada bloon, karena itu orang Gresik tidak akan bisa dipengaruhi, karena orang Gresik sudah pintar semua,” kata Ma'ruf.


Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Regional
Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Regional
Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Regional
Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Regional
KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X