Cuaca Buruk, Kapal Kecil Dilarang Berlayar di Laut Maluku

Kompas.com - 14/03/2019, 16:30 WIB
Ilustrasi kapal.THINKSTOCK Ilustrasi kapal.

AMBON, KOMPAS.com - Kantor Kesyahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ambon mulai melarang kapal-kapal tradisional berukuran kecil untuk berlayar ke sejumlah wilayah di Maluku.

Larangan berlayar itu diberlakukan otoritas Pelabuhan Ambon menyusul kondisi cuaca yang tidak menentu di peraiaran laut Maluku.

“Larangan berlayar hanya diberlakukan untuk kapal-kapal berukuran kecil,” kata Kepala Bidang Keselamatan Berlayar KSOP Ambon, Hery Suryono kepada sejumlah wartawan di Pelabuhan Ambon, Kamis (14/3/2019).

Dia menjelaskan, sistem buka tutup di pelabuhan Ambon ini diberlakukan untuk menghindari adanya risiko kecelakaan di laut. Menurutnya, tidak semua kapal dilarang berlayar, namun hanya kapal yang berukuran kecil saja.

“Tiga hari sebelumnya kita juga melarang kapal- kapal kecil untuk berlayar. Tapi tadi malam masih ada kapal yang kami izinkan berlayar baik di Pelabuhan Galala maupun Pelabuhan Ambon,” ujarnya.

Baca juga: BMKG Peringatkan Gelombang Setinggi 4 Meter di Perairan Maluku

Dia menambahkan, larangan berlayar bagi kapal-kapal kecil itu dilakukan berdasarkan informasi cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ambon.

"Jadi tergantung cuaca, kan cuaca selalu berubah setiap saat. Jadi larangan berlayar itu berpatokan pada kondisi cuaca,” jelasnya.

Baca juga: Gelombang 4 Meter Berpotensi di Perairan Enggano hingga Papua Barat

Dia pun mengimbau penyedia trasnportasi laut agar dapat mematuhi larangan berlayar jika kondisi cuaca benar-benar tidak memungkinkan.

"Harus dipatuhi. Kalau tidak, kita tidak akan mengeluarkan izin berlayar,” ujarnya.



Terkini Lainnya

KPK Kembali Buka Lowongan Sekjen hingga 26 April 2019, Berminat?

KPK Kembali Buka Lowongan Sekjen hingga 26 April 2019, Berminat?

Nasional
[POPULER MEGAPOLITAN] Sandiaga Tak Hadiri Syukuran di TMII | Anies Revisi Kebijakan Penggratisan PBB

[POPULER MEGAPOLITAN] Sandiaga Tak Hadiri Syukuran di TMII | Anies Revisi Kebijakan Penggratisan PBB

Megapolitan
Tak Ada Lagi Teriakan Anak-anak, Jalanan di Sri Lanka Kini Hening

Tak Ada Lagi Teriakan Anak-anak, Jalanan di Sri Lanka Kini Hening

Internasional
Situng KPU Data 32,15 Persen: Jokowi-Ma'ruf 55,80 Persen, Prabowo-Sandiaga 44,20 Persen

Situng KPU Data 32,15 Persen: Jokowi-Ma'ruf 55,80 Persen, Prabowo-Sandiaga 44,20 Persen

Nasional
Kontainer Berisi 5 Karung Sabu Diamankan, Kakak Beradik Ditangkap

Kontainer Berisi 5 Karung Sabu Diamankan, Kakak Beradik Ditangkap

Megapolitan
'Kalau 'Nyebut' Curang, Manipulasi, Beban Pembuktian kepada yang Ngomong'

"Kalau 'Nyebut' Curang, Manipulasi, Beban Pembuktian kepada yang Ngomong"

Nasional
Ini Sejumlah Wilayah di Jabodetabek yang Diprediksi Hujan Nanti Siang hingga Malam

Ini Sejumlah Wilayah di Jabodetabek yang Diprediksi Hujan Nanti Siang hingga Malam

Megapolitan
Terkait Teror, Parlemen Sri Lanka: Ada Kesengajaan Sembunyikan Laporan Intelijen

Terkait Teror, Parlemen Sri Lanka: Ada Kesengajaan Sembunyikan Laporan Intelijen

Internasional
Kesaksian Polisi Tangkap Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi hingga ke Kaki Gunung Guntur

Kesaksian Polisi Tangkap Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi hingga ke Kaki Gunung Guntur

Megapolitan
KPU: Mikir kalau Mau Bilang Curang

KPU: Mikir kalau Mau Bilang Curang

Nasional
4 Pelaku Pembacokan Anggota FBR Ditangkap, Satu Ditembak

4 Pelaku Pembacokan Anggota FBR Ditangkap, Satu Ditembak

Megapolitan
[BERITA POPULER] TKN Jokowi-Ma'ruf Akan Buktikan Kecurangan Kubu 02 | Sandiaga Tak Hadiri Syukuran Prabowo-Sandi

[BERITA POPULER] TKN Jokowi-Ma'ruf Akan Buktikan Kecurangan Kubu 02 | Sandiaga Tak Hadiri Syukuran Prabowo-Sandi

Nasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kanada Bikin Geram Duterte| India Peringatkan Sri Lanka

[POPULER INTERNASIONAL] Kanada Bikin Geram Duterte| India Peringatkan Sri Lanka

Internasional
Mengintip 'War Room' TKN Jokowi-Ma'ruf, 250 Personel Bekerja 24 Jam

Mengintip "War Room" TKN Jokowi-Ma'ruf, 250 Personel Bekerja 24 Jam

Nasional
Komisioner: Dalam Sehari Situs KPU Bisa Diserang Ratusan Peretas

Komisioner: Dalam Sehari Situs KPU Bisa Diserang Ratusan Peretas

Nasional

Close Ads X