Polres Tasikmalaya Tangkap Bandar Ganja Modus Tempel Seberat 5 Kg

Kompas.com - 14/03/2019, 13:31 WIB
Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Febry Maruf dan Kasat Narkoba AKP Hamzah Badaru, menunjukkan barang bukti ganja seberat 5 kilogram dari bandar modus tempel yang ditangkap, Kamis (14/3/2019). KOMPAS.com/IRWAN NUGRAHAKapolres Tasikmalaya Kota AKBP Febry Maruf dan Kasat Narkoba AKP Hamzah Badaru, menunjukkan barang bukti ganja seberat 5 kilogram dari bandar modus tempel yang ditangkap, Kamis (14/3/2019).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Satuan Narkoba Polres Tasikmalaya Kota, berhasil menangkap bandar narkoba dengan peredaran modus tempel jenis ganja dan sabu di Tasikmalaya dan sekitarnya.

Dari tersangka petugas mengamankan barang bukti ganja siap edar seberat 5 kilogram dan sabu seberat 34 gram.

"Kita berhasil mengungkap bandar narkoba asal Ciamis, yang selama ini menjual narkoba di Tasikmalaya dan sekitarnya dengan modus tempel. Diamankan dua tersangka seorang bandar berinisial RI dan kurirnya berinisial AW," jelas Kepala Polres Tasikmalaya Kota AKBP Febry Maruf, saat pers rilis, Kamis (14/3/2019).

Febry menambahkan, penangkapan kedua tersangka berawal dari laporan warga terkait peredaran narkoba di Kota Tasikmalaya. Petugas melakukan penyelidikan dan berpura-pura sebagai pembeli narkoba jenis sabu dan ganja.

Baca juga: Presiden Jokowi Resmikan Terminal Bandara Wiriadinata Tasikmalaya

 

Saat seorang kurir berinisial AW, berhasil ditangkap usai mengantarkan barang pesanan dan disimpan sesuai dengan kesepakatan sebelumnya via telepon antara kurir dan pembeli alias modus tempel.

"Kita tangkap kurirnya saat melakukan modus tempel dengan petugas yang berpura-pura jadi calon pembeli. Dari kurir AW, kita berhasil menggali keterangan mengarah ke bandar RI asal Sindangkasih, Ciamis," ungkapnya.

Saat melakukan penangkapan dan penggeledahan di rumah bandar, petugas menemukan satu bok berisi ganja kering siap edar seberat 5 kilogram. Selain ganja, sabu siap edar seberat 34 gram pun turut diamankan di rumah tersangka.

"Tersangka bandar ternyata seorang residivis dengan kasus sama. Sampai sekarang kasus ini masih terus dikembangkan untuk mencari asal muasal narkoba dari tersangka ini," tambahnya.

Baca juga: Dijanjikan Rp 100 Juta, Seorang Pria Bawa Sabu 10 Kilogram ke Lampung

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya Kota AKP Hamzah Badaru, mengakui penangkapan bandar narkoba ini sebagai jaringan yang selama ini mengedarkan narkoba di Kota Tasikmalaya bermodus tempel.

Kini, kedua tersangka mendekam di sel tahanan mako Polres untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Untuk kurir ancaman hukuman minimal 5 tahun dan tersangka bandar minimal 7 tahun. Dijerat pasal 114 Undang-undang Narkotika," pungkasnya. 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kota Ambon Keluar dari Zona Merah Covid-19, Wali Kota Bilang karena Ini

Kota Ambon Keluar dari Zona Merah Covid-19, Wali Kota Bilang karena Ini

Regional
Banjir Landa Sejumlah Desa di Kampar, Listrik Dipadamkan

Banjir Landa Sejumlah Desa di Kampar, Listrik Dipadamkan

Regional
Pasien Corona Lolos di Bandara Pekanbaru, Dinkes Riau Ambil Langkah Ini

Pasien Corona Lolos di Bandara Pekanbaru, Dinkes Riau Ambil Langkah Ini

Regional
Nama Direskrimum Polda Sulsel Dicatut untuk Menipu, Pelaku Beraksi di Dalam Lapas

Nama Direskrimum Polda Sulsel Dicatut untuk Menipu, Pelaku Beraksi di Dalam Lapas

Regional
Detik-detik Suami Peluk Istri yang Hamil 7 Bulan Saat Ditodong Senjata Api oleh Begal

Detik-detik Suami Peluk Istri yang Hamil 7 Bulan Saat Ditodong Senjata Api oleh Begal

Regional
Keluarga yang Ambil Paksa Jenazah Covid-19 di RSUD Mataram Tolak Pakai APD Saat Pemakaman

Keluarga yang Ambil Paksa Jenazah Covid-19 di RSUD Mataram Tolak Pakai APD Saat Pemakaman

Regional
Pemuda Tantang Polisi di Arena Sabung Ayam Ternyata Anak Anggota DPRD Toraja Utara

Pemuda Tantang Polisi di Arena Sabung Ayam Ternyata Anak Anggota DPRD Toraja Utara

Regional
Anaknya Tak Lolos PPDB SMP, Orangtua Kejar dan Cegat Mobil Kadisdik

Anaknya Tak Lolos PPDB SMP, Orangtua Kejar dan Cegat Mobil Kadisdik

Regional
Orangutan Juga Harus Dites Covid-19, Contohnya Maria...

Orangutan Juga Harus Dites Covid-19, Contohnya Maria...

Regional
68 Santri Pondok Gontor Rapid Test, Tiga Reaktif

68 Santri Pondok Gontor Rapid Test, Tiga Reaktif

Regional
Dikeroyok Koalisi Besar di Pilkada Surabaya, PDI-P Tetap Target Menang

Dikeroyok Koalisi Besar di Pilkada Surabaya, PDI-P Tetap Target Menang

Regional
Bupati Gresik: Tegas Bukan Hanya kepada Pemilik Warung, tapi Juga ke Aparatur Pemerintah

Bupati Gresik: Tegas Bukan Hanya kepada Pemilik Warung, tapi Juga ke Aparatur Pemerintah

Regional
ASN di NTT Diduga Hina Kapolsek di Medsos, Ini Akibatnya

ASN di NTT Diduga Hina Kapolsek di Medsos, Ini Akibatnya

Regional
Awal Mula Kasus Corona di Kanwil BRI Malang dari Karyawan PDP Meninggal

Awal Mula Kasus Corona di Kanwil BRI Malang dari Karyawan PDP Meninggal

Regional
Kabar Baik, 120 Pasien Positif Corona di Kalsel Sembuh dalam Sehari

Kabar Baik, 120 Pasien Positif Corona di Kalsel Sembuh dalam Sehari

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X