Zulkifli Hasan Yakin Suara PAN di Pemilu 2019 Tembus "Doble Digit"

Kompas.com - 13/03/2019, 21:13 WIB
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di Semarang, Rabu (13/3/2019) KOMPAS.com/NAZAR NURDINKetua Umum PAN Zulkifli Hasan di Semarang, Rabu (13/3/2019)

SEMARANG, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Amanat Nasional ( PAN) Zulkifli Hasan yakin perolehan suara partainya pada pemilu 2019 naik signifikan hingga menyentuh angka doble digit.

Keyakinan itu setelah PAN mendapat hasil survei internal terbaru dari Political Marketing Consulting (Polmark). Polmark yang dikomandani Eep Saiful Fatah ini menjadi konsultan resmi pemenangan PAN untuk DPR RI.

"Hasil survei beri peluang, posisi PAN ada di posisi ke-6, tapi kalau kerja keras bisa berhasil lewati double digit," kata Zulkifli, seusai pidato kerakyatan di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (13/3/2019).

Dijelaskan Zulkifli, hasil survei dari Polmark bisa dipertanggungjawabkan secara keilmuan. Dalam hasil survei, PAN disebut lolos ke Senayan, karena memiliki modal elektablitas 5,9 persen.

Baca juga: Pemilu 2019, Cak Imin Pasang Target PKB Peringkat 2 di Jateng

"Survei secara scientific bisa dipertanggungjawabkan. Survei 5,9 persen, tapi margin of eror 4, jadi bisa 9. Kalau yang lain ke bawah, kita justru ke atas," tambahnya.

Ketua MPR RI menambahkan, PAN akan bekerja keras di sisa waktu pemilihan legislatif. Semua prediksi soal survei bisa saja terjadi dan tidak.

Oleh karena itu, kader PAN diminta lebih aktif mendekati masyarakat.

"Masih ada 34 hari. Semua bisa terjadi, kader PAN sudah diminta bergerak dari Subuh hingga tengah malam," pungkasnya.

Baca juga: Polmark Indonesia: PAN Diprediksi Lolos Ambang Batas Parlemen

Dua partai

Sementara itu, Direktur Eksekutif Polmark Eep Saiful Fatah dalam kesempatan yang sama menyebut, hanya dua partai yang mendapat benefit paling besar dalam pemilu yang digelar serentak ini.

Dua partai yang mendapat suara signifikan yaitu PDI-P dan Gerindra.

Menurut data survei yang digelar Oktober 2018 sampai Februari 2019 ini, limpahan suara pemilih ke PDI-P mencapai 11,7 persen, lalu Gerindra 6,4 persen dari total 46,1 persen pemilih yang telah menentukan dukungannya.

Selain itu, ada 32,1 persen suara pemilih yang belum menentukan pilihan, kemudian terbagi dibagi ke banyak partai.

Survei Polmark dilakukan di 73 daerah pemilihan (Dapil) di seluruh Indonesia. Tiap dapil diambil sampel 440 orang, sehingga total responden mencapai 32.560 orang. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X