KRL Anjlok di Bogor, Bima Arya Minta Proses Sterilisasi Secepatnya

Kompas.com - 10/03/2019, 15:37 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat mengunjungi lokasi KRL yang anjlok di perlintasan rel Kebon Pedes, Kota Bogor, Minggu (10/3/2019). KOMPAS.com / Ramdhan Triyadi BempahWali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat mengunjungi lokasi KRL yang anjlok di perlintasan rel Kebon Pedes, Kota Bogor, Minggu (10/3/2019).

BOGOR, KOMPAs.com - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengunjungi lokasi kereta commuter line yang anjlok di perlintasan rel antara Stasiun Cilebut-Bogor, tepatnya di jalur rel Kebon Pedes, Kota Bogor, Minggu (10/3/2019).

Bima mengatakan, petugas saat ini masih melakukan proses pengangkatan kereta yang anjlok sambil menunggu alat berat yang didatangkan dari Bandung dan Cirebon.

Bima juga mengimbau kepada pengguna jalan untuk menghindari jalur di sekitar Kebon Pedes.

"Sekarang sedang dalam proses evakuasi, ditarik gerbongnya. Jadi mohon kepada warga untuk menghindari kawasan RE Martadinata, terutama jalur di sekitar lokasi kejadian," ucap Bima.

Baca juga: PT KAI Evakuasi Gerbong KRL yang Anjlok di Bogor, Sore Ini

Dari informasi yang diterimanya, sambung Bima, sebanyak enam orang mengalami luka-luka dalam insiden ini, termasuk masinis.

Bima menuturkan, dirinya sudah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dan PT KAI untuk keperluan pengalihan arus kendaraan dan proses evakuasi. "Ini untuk mempercepat proses sterilisasi rel ini segera," katanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Minta KPU dan Bawaslu Tindak Paslon Pelanggar Protokol Kesehatan

Ganjar Minta KPU dan Bawaslu Tindak Paslon Pelanggar Protokol Kesehatan

Regional
Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Penuh, Bupati Ponorogo Minta Ruang Isolasi Desa Diaktifkan Kembali

Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Penuh, Bupati Ponorogo Minta Ruang Isolasi Desa Diaktifkan Kembali

Regional
41 Rumah di Kabupaten Luwu Tergusur Imbas Pelebaran Jalan

41 Rumah di Kabupaten Luwu Tergusur Imbas Pelebaran Jalan

Regional
Bupati Lombok Timur Positif Covid19, Sopir dan Pelayan Tertular

Bupati Lombok Timur Positif Covid19, Sopir dan Pelayan Tertular

Regional
Fakta Corona di Banten: Pecah Rekor Tambah 200 Kasus Sehari, hingga Kota Cilegon Zona Merah

Fakta Corona di Banten: Pecah Rekor Tambah 200 Kasus Sehari, hingga Kota Cilegon Zona Merah

Regional
Heboh, Kades Kesurupan Saat TMMD Tampilkan Tari Jaipong di Indramayu

Heboh, Kades Kesurupan Saat TMMD Tampilkan Tari Jaipong di Indramayu

Regional
Pilkada Serentak Saat Pandemi, Machfud Arifin: Mau Ditunda atau Tidak, Kita Siap...

Pilkada Serentak Saat Pandemi, Machfud Arifin: Mau Ditunda atau Tidak, Kita Siap...

Regional
Sebanyak 28 Santri di Kendal Terkonfirmasi Positif Covid-19

Sebanyak 28 Santri di Kendal Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
Jelang Penetapan Paslon, Bawaslu Minta Parpol Kendalikan Pendukung

Jelang Penetapan Paslon, Bawaslu Minta Parpol Kendalikan Pendukung

Regional
119 Pasien Sembuh dari Covid-19 di Bali, Tertinggi di Denpasar

119 Pasien Sembuh dari Covid-19 di Bali, Tertinggi di Denpasar

Regional
Sanksi Denda Tak Efektif Tekan Pelanggar Protokol Kesehatan di Wonogiri

Sanksi Denda Tak Efektif Tekan Pelanggar Protokol Kesehatan di Wonogiri

Regional
Tentukan Struktur Bangunan, Ekskavasi Situs Pataan Dilanjutkan

Tentukan Struktur Bangunan, Ekskavasi Situs Pataan Dilanjutkan

Regional
Perjalanan Bupati Berau Terkonfirmasi dari Positif Covid-19 hingga Meninggal Dunia

Perjalanan Bupati Berau Terkonfirmasi dari Positif Covid-19 hingga Meninggal Dunia

Regional
Arisan RT Jadi Klaster Baru Covid-19 di Kulon Progo, Melebar ke Pasar Tradisional

Arisan RT Jadi Klaster Baru Covid-19 di Kulon Progo, Melebar ke Pasar Tradisional

Regional
Begal Bermodus Lempar Sambal ke Wajah Korban, Sasarannya Driver Ojol

Begal Bermodus Lempar Sambal ke Wajah Korban, Sasarannya Driver Ojol

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X