Penjelasan PKS soal Wanita di Video "Jika Jokowi Terpilih, Pelajaran Agama Islam Dihapus"

Kompas.com - 06/03/2019, 17:29 WIB
Ilustrasi kampanye, juru bicara, juru kampanye. TOTO SIHONOIlustrasi kampanye, juru bicara, juru kampanye.

MAKASSAR, KOMPAS.com – Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Selatan, Surya Darma membantah ibu tua berhijab kuning yang melakukan kampanye hitam terhadap pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'aruf Amin itu adalah kader PKS.

"Saya tidak kenal orang itu yang ada di video. Itu bukan kader, apalagi pengurus PKS. Lagi pula, kami melarang dengan tegas penyebarkan dusta, hoaks apalagi namanya fitnah. Itu di luar tanggung jawab PKS dan menjadi tanggung jawab sendiri,” tegas Surya yang dikonfirmasi Kompas.com via telepon, Rabu (6/3/2019).

Surya mengaku ia sering menyampaikan kepada kader atapun pengurus PKS agar tidak melakukan kampanye yang sifatnya dusta, hoaks, fitnah dan ujaran kebencian.

Kalau pun ada kader atau pengurus PKS yang melakukan pelanggaran aturan partai, itu merupakan tanggung jawab masing-masing yang bersangkutan.

Saat ditanya soal sikap PKS yang nama baiknya terbawa-bawa dalam video tersebut, Surya mengaku belum memikirkannya.

"Kami belum berpikiran sampai ke situ, sampai melaporkan ibu dalam video itu,” tutupnya.

Baca juga: Beredar Video Jika Jokowi Terpilih Pendidikan Agama Islam Dihilangkan, Bawaslu Cari Pelaku

Sebelumnya telah diberitakan, kampanye hitam yang menyebar fitnah kepada pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin kembali terjadi.

Kali ini seorang ibu-ibu menyebarkan fitnah dari rumah ke rumah warga bahwa jika pasangan capres nomor 01 terpilih, pendidikan Agama Islam di sekolah-sekolah akan dihapus.

Dalam video tersebut tampak seorang wanita tua mengenakan jilbab warna kuning dan baju kemeja lengan panjang bergambar lambang Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ia ditemani beberapa rekannya yang juga mengenakan baju bergambar lambang PKS.

“Kalau pilih Prabowo itu, kita pikirkan nasib agama kita, anak-anak kita walaupun kita tidak menikmati sekarang. Tapi besok lima atau sepuluh tahun akan datang, apakah kita mau kalau pelajaran agama dihapuskan oleh Jokowi bersama menteri-menterinya?” kata ibu itu. 

“Itu kan salah satu programnya mereka, pertama pendidikan agama dihapus di sekolah-sekolah. Terus rencananya mereka itu menggantikan pesantren menjadi sekolah umum dan berbagai macam cara untuk ini,” tutur wanita yang berusia sekitar 50-an tahun ini yang belum diketahui identitasnya.

Baca juga: Sambangi Bareskrim, TKN Laporkan Video Berisi Fitnah Terhadap Jokowi-Maruf

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X