PN Ambon Sebut Tukang Becak yang Divonis 1,5 Tahun Lalai hingga Menyebabkan Penumpangnya Tewas

Kompas.com - 04/03/2019, 22:33 WIB
Humas Pengadilan Negeri Ambon, Herry Setiabudi saat memberikan keterangan kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (4/3/2019) KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTYHumas Pengadilan Negeri Ambon, Herry Setiabudi saat memberikan keterangan kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (4/3/2019)

AMBON, KOMPAS.com - Terdakwa Rasilu, pengayuh becak yang divonis 1 tahun 6 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon pada 20 Februari 2019 lalu dinilai lalai sehingga menyebabkan penumpangnya bernama Maryam meninggal dunia.

Humas Pengadilan Negeri Ambon, Herry Setiabudi, kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (4/3/2019) mengatakan, kelalaian terdakwa hingga menyebabkan nyawa orang lain melayang itu terungkap dalam fakta persidangan.

“Bahwa seharusnya terdakwa mengambil jalur sebelah kanan namun pada saat itu terdakwa mengambil jalur sebelah kiri, dan setelah melewati jembatan di turunan Masjid Al Fatah kecepatan becak semakin tinggi dan saat itu terdakwa tidak melihat apakah ada kendaraan lain dari arah belakang dan terdakwa tidak memberikan isyarat untuk merubah jalur becaknya dari kiri ke kanan,” kata Herry, sebagaimana amar putusan majelis hakim.

Menurut Herry, saat berbelok ke arah kanan itulah terdakwa lalu terkejut dengan kemunculan sebuah mobil yang melintas di jalan tersebut.

Baca juga: Kehidupan Istri dan Anak Rasilu, Tukang Becak yang Divonis 1,8 Tahun, Terpuruk

"Terdakwa langsung memutar setir becak ke kiri jalan dan mengakibatkan becak dan dua penumpang serta terdakwa terbalik,” kata Herry.

Herry mengungkapkan, saat itu rem pada becak yang dikayuh Rasilu juga dalam posisi tidak berfungsi, akibatnya terdakwa tidak dapat mengendalikan laju becak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Bahwa terdakwa mengakui bersalah karena kelalaian terdakwa, sehingga mengakibatkan kecelakaan sehingga korban yang awalnya sudah sakit akibat kecelakaan tersebut korban meninggal,” ujar dia.

Dia menyebut, atas kejadian itu, korban Maryam mengalami luka robek di bagian dahi, sedangkan Novi yang ikut berada di dalam becak mengalami benturan pada tangan kiri dan oleh warga setempat langsung membawa keduanya ke Rumah Sakit dr Latumeten Ambon.

“Menyatakan terdakwa Rasilu alias La Cilu bersalah melakukan tindak pidana mengemudikan kendaraan roda tiga yang karena kelalaliannya, mengakibatkan orang lain meninggal dunia sebagaimana diatur dalam Pasal 310 Ayat 3 UU RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan,” ungkap dia.

Herry menyebut, perbuatan terdakwa yang telah membuat nyawa orang lain melayang tidak akan menggugurkan proses hukum di pengadilan, meski kedua belah pihak telah berdamai.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Regional
Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.