Bawaslu Madiun Telisik Dugaan "Money Politics" di Pengajian yang Dihadiri Caleg PDI-P

Kompas.com - 04/03/2019, 19:52 WIB
Ketua Bawaslu Kota Madiun, Kokok Heru Purwoko menunjukkan data jumlah warga negara asing yang memilik E-KTP di Kantor KPU Kota Madiun, Senin ( 4/3/2019). . KOMPAS.com/MUHLIS AL ALAWIKetua Bawaslu Kota Madiun, Kokok Heru Purwoko menunjukkan data jumlah warga negara asing yang memilik E-KTP di Kantor KPU Kota Madiun, Senin ( 4/3/2019). .


MADIUN, KOMPAS.com - Badan Pengawas Pemilu Kota Madiun menelisik dugaan politik uang menyusul adanya informasi bagi-bagi amplop berisi duit Rp 50.000 pada acara pengajian yang dihadiri caleg DPR RI asal PDI-P dapil delapan, Sadarestuwati, di Kota Madiun, pekan lalu.

Informasi yang diperoleh Bawaslu Kota Madiun, sekitar 200-an ibu-ibu yang mengikuti acara itu mendapatkan amplop berisi uang Rp 50.000.

Amplop itu diberikan kepada ibu-ibu usai mengikuti pengajian yang digelar di salah satu rumah warga di Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Madiun, Kota Madiun.

Baca juga: Cegah Kecurangan, Pelipatan Surat Suara Diawasi Polisi dan Bawaslu

"Ada dua pelanggaran yang terjadi. Pelanggaran administrasi dan pidananya. Pelanggaran administrasi berupa kampanye tanpa surat tanda terima pemberitahuan kampanye (STTP)," ujar Ketua Bawaslu Kota Madiun, Kokok Heru Purwoko, kepada Kompas.com, Senin (4/3/2019) siang.

Untuk kasus pidananya, Kokok menyebut ada dugaan money politic berupa bagi-bagi uang kepada peserta pengajian. Satu warga yang menghadiri pengajian diberi amplop berisi uang sebesar Rp 50.000.

"Selesai pengajian uang itu dibagikan kepada jamaah lima puluh ribuan," kata Kokok.

Kokok mengatakan, tim Bawaslu Kota Madiun memiliki sejumlah bukti sehingga kasus ini diusut dengan dugaan politik uang.

Menurut Kokok, Bawaslu akan memanggil Sadarestuwati setelah memeriksa saksi-saksi.

Baca juga: Bawaslu Ciamis Temukan 3 WNA Masuk DPT Pemilu 2019

 

"Nanti akan kami panggil setelah kami periksa saksi-saksinya," kata Kokok.

"Kami akan panggil saksi-saksi lagi untuk menguatkan dugaan kasus money politic-nya," tambah dia.

Sementara itu, terkait persaolan administrasinya, saat ini tim Bawaslu Kota Madiun sementara memprosesnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Flu Burung Merebak di Tegal, 150 Unggas Mati Mendadak

Virus Flu Burung Merebak di Tegal, 150 Unggas Mati Mendadak

Regional
Kasus Pembunuhan 'Debt Collector': Kepala Korban Ditemukan Terpisah dari Tubuhnya

Kasus Pembunuhan "Debt Collector": Kepala Korban Ditemukan Terpisah dari Tubuhnya

Regional
4 Fakta Suami Bakar Istri di Surabaya, Terlibat Cekcok hingga Kabur Bawa Motor Pemilik Kos

4 Fakta Suami Bakar Istri di Surabaya, Terlibat Cekcok hingga Kabur Bawa Motor Pemilik Kos

Regional
Terduga Teroris AK dari Sukoharjo Dikenal Jarang Bergaul dan Tertutup

Terduga Teroris AK dari Sukoharjo Dikenal Jarang Bergaul dan Tertutup

Regional
Lurah Way Halim: Nenek Nurhasanah Tidak Terlibat Terorisme

Lurah Way Halim: Nenek Nurhasanah Tidak Terlibat Terorisme

Regional
Menyoal Gibran Maju Pilkada Solo, Bukan Pilihan PDI-P Solo hingga Anjuran Ganjar

Menyoal Gibran Maju Pilkada Solo, Bukan Pilihan PDI-P Solo hingga Anjuran Ganjar

Regional
Nekat Keluyuran Saat Jam Kerja, 14 ASN Kena Razia

Nekat Keluyuran Saat Jam Kerja, 14 ASN Kena Razia

Regional
Susahnya Hidup Nenek Paulina: Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Jual Kelapa untuk Beli Beras

Susahnya Hidup Nenek Paulina: Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Jual Kelapa untuk Beli Beras

Regional
Fakta Baru Remaja Dicabuli Ayah Tirinya, Ditetapkan Tersangka hingga Polisi Dalami Keterlibatan Ibu Kandungnya

Fakta Baru Remaja Dicabuli Ayah Tirinya, Ditetapkan Tersangka hingga Polisi Dalami Keterlibatan Ibu Kandungnya

Regional
Cuaca Buruk, 'Water Bombing' Kebakaran Hutan Gunung Arjuno-Welirang Batal

Cuaca Buruk, "Water Bombing" Kebakaran Hutan Gunung Arjuno-Welirang Batal

Regional
Upaya Penyelundupan 16.000 Ekor Bibit Lobster Digagalkan, 1 Pelaku Buron

Upaya Penyelundupan 16.000 Ekor Bibit Lobster Digagalkan, 1 Pelaku Buron

Regional
[POPULER NUSANTARA] Cerita Nasir Bongkar Makam Ibunya | Gibran Dikabarkan Siap Maju Pilkada Solo

[POPULER NUSANTARA] Cerita Nasir Bongkar Makam Ibunya | Gibran Dikabarkan Siap Maju Pilkada Solo

Regional
Duduk Perkara Balita 3 Tahun Tewas Ditangan Pacar Ibunya, Disebut Jatuh di Kamar Mandi

Duduk Perkara Balita 3 Tahun Tewas Ditangan Pacar Ibunya, Disebut Jatuh di Kamar Mandi

Regional
Tipu Calon Polisi hingga Ratusan Juta Rupiah, Pria Ini Ditangkap Polisi

Tipu Calon Polisi hingga Ratusan Juta Rupiah, Pria Ini Ditangkap Polisi

Regional
Pengungsi Korban Gempa: Anggota DPRD Hanya Datang Saat Pileg, Waktu Kami Susah Mereka Hilang

Pengungsi Korban Gempa: Anggota DPRD Hanya Datang Saat Pileg, Waktu Kami Susah Mereka Hilang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X