Kompas.com - 02/03/2019, 09:24 WIB
Ilustrasi TKI Kompas.com/ERICSSENIlustrasi TKI

KUPANG, KOMPAS.com - Noviana Kabnani, tenaga kerja Indonesia (TKI) yang selama ini bekerja di Malaysia meninggal dunia karena sakit.

Noviana yang berasal dari Kabupaten Timor Tengah Utara (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggal di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Berdasarkan informasi dari RSUD di Mataram, Noviana ini meninggal karena sakit TBC, paru paru dan lemah jantung," kata Kepala BP3TKI Kupang, Siwa kepada Kompas.com melalui telepon selulernya, Jumat (1/3/2019) malam.

Menurut Siwa, Noviana yang diketahui bekerja di Malaysia sejak 2016 lalu tiba di Mataram pada 22 Februari 2019 dalam kondisi sakit.

Noviana kemudian ditangani oleh pihak KKP Bandara Internasional Lombok.

Baca juga: TKI Alami Recycle Trafficking: KDRT di Daerah Asal, Dihukum Mati di Luar Negeri

Pada keesokan harinya, lanjut Siwa, pihak KKP dan sekuriti bandara meminta bantuan Helpdesk/Crisis Center BP3TKI Mataram sehingga ditangani dengan membawa Noviana ke RSUD Mataram.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pada 24 Februari 2019, pihak RSUD Mataram memberikan informasi kepada pihak BP3TKI Matara, kalau Noviana telah meninggal dunia," ucapnya.

Baca juga: 3 Orang TKI Ilegal Asal NTT Meninggal di Malaysia

Jenazah Noviana, kata Siwa, kemudian diantar oleh sejumlah pejabat dari NTB ke Kupang dan diterima oleh keluarga Noviana di Bandara El Tari Kupang.

"Jenazah tiba tadi malam dan langsung dibawa ke rumah duka di kampung halamannya," tutupnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

Regional
Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Regional
Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X