Bawaslu Libatkan Mahasiswa KKN untuk Awasi Pelanggaran Pemilu

Kompas.com - 28/02/2019, 07:57 WIB
Komisioner Bawaslu NTT Jemris Foituna (berdiri sebelah kiri mengenakan baju putih), saat memberikan materi tentang pemilu kepada Mahasiswa Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, Rabu (27/2/2019) KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BEREKomisioner Bawaslu NTT Jemris Foituna (berdiri sebelah kiri mengenakan baju putih), saat memberikan materi tentang pemilu kepada Mahasiswa Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, Rabu (27/2/2019)

KUPANG, KOMPAS.com - Badan Pengawas Pemilihan Umum ( Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), melibatkan ribuan mahasiswa Universitas Kristen Artha Kupang, untuk mengawasi proses Pemilu 2019 di wilayah itu.

Komisioner Bawaslu NTT Jemris Foituna, mengatakan, pihaknya melibatkan mahasiswa yang sedang mengikuti Kuliah Kerja Nyata ( KKN) di sejumlah desa di NTT.

Sebelum melibatkan mahasiswa lanjut Jemris, pihaknya menggelar sosialisasi terhadap para mahasiswa di kampus Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.

"Kami berharap, dalam pertemuan dan sosialisasi ini dengan materi yang ada, dapat membantu mahasiswa yang sedang KKN di lapangan, menjadi agen dan mitra kami untuk bisa mensosialidasikan kepada masyarakat terkait hak dan kewajiban masyarakat sebagai pemilih," ujar Jemris di sela kegiatan sosialisasi Pemilu, Rabu (27/2/2019).

Baca juga: Sandiaga Uno: Di NTT Ini Cari Kerja Gampang atau Susah?

Menurut Jemris, jika mahasiswa yang sedang KKN dan menemukan ada dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh peserta pemilu, maka bisa ditindaklanjuti dengan membuat laporan kepada Bawaslu atau pengawas pemilu di setiap jenjang yang ada.

Laporan dari mahasiswa itu kata Jemris, akan ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Kami menamakan ini dengan pengawasan partisipatif. Selain mahasiswa, kami juga menggandeng semua stakeholders yang ada baik itu akademisi, lembaga swadaya masyarakat, media dan tokoh agama serta masyarakat,"ucapnya.

"Kita berharap, semua stake holders bisa bertanggung jawab secara bersama sama terhadap pelaksanaan pemilu, karena suksesnya tergantung dari proses yang sedang berlangsung," sambung Jemris.

Baca juga: Ombudsman: Dari 10 Provinsi, Skor Indeks Malaadministrasi NTT Terendah

Pengawasan partisipatif

Di tempat yang sama Rektor Universita Kristen Artha Wacana Kupang, Frankie Jan Salean, menyebut, mahasiswa yang sedang KKN saat ini yakni berjumlah 1.000 orang.

Ribuan mahasiswa itu kata Salean, tersebar di 97 desa dari sembilan kabupaten di wilayah NTT. Mereka akan berada selama dua bulan di desa.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

119 Pasien Sembuh dari Covid-19 di Bali, Tertinggi di Denpasar

119 Pasien Sembuh dari Covid-19 di Bali, Tertinggi di Denpasar

Regional
Sanksi Denda Tak Efektif Tekan Pelanggar Protokol Kesehatan di Wonogiri

Sanksi Denda Tak Efektif Tekan Pelanggar Protokol Kesehatan di Wonogiri

Regional
Tentukan Struktur Bangunan, Ekskavasi Situs Pataan Dilanjutkan

Tentukan Struktur Bangunan, Ekskavasi Situs Pataan Dilanjutkan

Regional
Perjalanan Bupati Berau Terkonfirmasi dari Positif Covid-19 hingga Meninggal Dunia

Perjalanan Bupati Berau Terkonfirmasi dari Positif Covid-19 hingga Meninggal Dunia

Regional
Arisan RT Jadi Klaster Baru Covid-19 di Kulon Progo, Melebar ke Pasar Tradisional

Arisan RT Jadi Klaster Baru Covid-19 di Kulon Progo, Melebar ke Pasar Tradisional

Regional
Begal Bermodus Lempar Sambal ke Wajah Korban, Sasarannya Driver Ojol

Begal Bermodus Lempar Sambal ke Wajah Korban, Sasarannya Driver Ojol

Regional
Pemkab Karawang Siapkan Sanksi bagi Perusahaan yang Lalai Terapkan Protokol Kesehatan

Pemkab Karawang Siapkan Sanksi bagi Perusahaan yang Lalai Terapkan Protokol Kesehatan

Regional
11 Ibu Hamil Positif Covid-19 Tanpa Gejala Diisolasi di Rusunawa Bener Yogyakarta

11 Ibu Hamil Positif Covid-19 Tanpa Gejala Diisolasi di Rusunawa Bener Yogyakarta

Regional
21 Tenaga Medis Positif Covid-19, 4 Fasilitas Kesehatan di Manokwari Ditutup

21 Tenaga Medis Positif Covid-19, 4 Fasilitas Kesehatan di Manokwari Ditutup

Regional
Pria Ini Culik Bayi Kekasihnya gegara Gagal Menikah, Lari dari Jambi Tertangkap di Jakarta

Pria Ini Culik Bayi Kekasihnya gegara Gagal Menikah, Lari dari Jambi Tertangkap di Jakarta

Regional
Ini Motif Pelaku Tabrak Gerbang Mapolresta Tasikmalaya dan Berupaya Rebut Senjata Petugas

Ini Motif Pelaku Tabrak Gerbang Mapolresta Tasikmalaya dan Berupaya Rebut Senjata Petugas

Regional
Pilkada Kabupaten Malang, Seorang Bakal Calon dari Jalur Independen Positif Covid-19

Pilkada Kabupaten Malang, Seorang Bakal Calon dari Jalur Independen Positif Covid-19

Regional
Terlilit Pinjaman Online, Kepala Toko Alfamart Nekat Bobol Brankas Sendiri

Terlilit Pinjaman Online, Kepala Toko Alfamart Nekat Bobol Brankas Sendiri

Regional
Pemilik Showroom Motor Diculik, Uang di ATM Rp 30 Juta Dikuras

Pemilik Showroom Motor Diculik, Uang di ATM Rp 30 Juta Dikuras

Regional
Gubernur Kalbar: Saya Akan Tetap Sanksi Maskapai Sekalipun Ditegur Menteri

Gubernur Kalbar: Saya Akan Tetap Sanksi Maskapai Sekalipun Ditegur Menteri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X