Dedi Mulyadi: Kebijakan Jokowi soal Tanah untuk Rakyat Harus Dilanjutkan

Kompas.com - 25/02/2019, 10:03 WIB
Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf Amin Jawa Barat Dedi Mulyadi . KOMPAS.com/PUTRA PRIMA PERDANA.Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf Amin Jawa Barat Dedi Mulyadi .

Perlindungan tanah adat dilakukan melalui sertifikasi. Luas tanah adat yang disertifikasi itu juga mesti berdasarkan perhitungan ke depan.

"Misalnya, luas tanah adat dihitung untuk 100 tahun ke depan. Berapa kira-kira luas tanah yang akan dibutuhkan bukan hanya sekarang tetapi juga nanti untuk anak cucu," katanya.

Selain itu, lanjut Dedi, sertifikat tanah adat bukan atas nama perseorangan, melainkan komunitas. Sebab, kalau atas nama perseorangan, potensi untuk dijual kembali lebih besar.

Kebijakan perlindungan tanah adat juga mesti dilengkapi dengan aturan perundang-undangan yang melarang tanah adat dijual kembali. Sebab, jika tidak disertai aturan itu, dikhawatirkan tanah adat dijual kembali oleh cucu-cucu mereka.

" Tanah adat harus disertifikasi dengan disertai aturan pelengkap sehingga tanah tersebut akan terus terlindungi secara hukum. Sebab, kepemimpinan ke depan bukan hanya Pak Jokowi setelah dua periode. Nanti kalau pemimpin berikutnya tidak memiliki spirit seperti itu, kan terancam," tandas Dedi.

Baca juga: Jokowi: Seram yang Namanya Sengketa Tanah Itu...

Kata Dedi, Jokowi sangat memahami tentang tanah rakyat dan tanah adat, dan kebijakannya harus didukung.

"Tanpa harus berpikir soal pilpres, tetapi berpikir soal Indonesia. Mencintai nusantara harus mendukung hak-hak kepimpilkan kaum adat," kata Dedi menegaskan.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X