Ngecat Tribun Bareng, Emil Dardak Ajak Aremania Perkuat Persaudaraan

Kompas.com - 24/02/2019, 22:29 WIB
Arumi Bachsin bersama Emil Elestianto Dardak memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan beberapa waktu lalu, di lingkungan pendopo kabupaten Trenggalek Jawa Timur Senin (11/02/2019)Kompas.com/SLAMET WIDODO Arumi Bachsin bersama Emil Elestianto Dardak memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan beberapa waktu lalu, di lingkungan pendopo kabupaten Trenggalek Jawa Timur Senin (11/02/2019)

MALANG, KOMPAS.com - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak ikut mengecat tribun Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang bersama Aremania, suporter setia Arema FC, Minggu (24/2/2019).

Emil datang didampingi oleh Plt Bupati Malang, M Sanusi. Kedatangan Emil disambut meriah oleh para Aremania.

"Yang saya ingat sejarahnya stadion ini dibangun tahun 1997," kata Emil dalam sambutannya.

Tribun stadion yang menjadi markas Arema FC itu dicat dengan beragam warna. Namun, warna dominan adalah warna biru, warna kebanggan Arema FC.


Baca juga: Belum Sepekan Menjabat, Khofifah Beri Emil Dardak Tugas Khusus

Bagi Emil, warna biru adalah warna yang meneduhkan. Mantan Bupati Trenggalek itu pun berharap Aremania mampu menjadi teladan bagi suporter lainnya dalam hal persaudaraan.

"Saya mendorong Aremania tidak hanya mempercantik stadionnya, tapi juga mempercantik kepribadiannya. Mendorong suporter yang sangat mengedepankan persudaraan di Indonesia. Jadi ini semangat persaudaraannya diwujudkan," jelasnya.

Sebelumnya, Media Officer Arema FC, Sudarmaji mengungkapkan bahwa pengecatan tribun Stadion Kanjuruhan salah satunya untuk menyambut gelaran Piala Presiden 2019.

Stadion yang ada di Kepanjen, Kabupaten Malang itu ditunjuk sebagai salah satu tempat penyelenggaraan turnamen tersebut.

Baca juga: Resmi Jabat Wagub Jatim, Emil Dardak akan Bawa Trenggalek Terdepan di Selatan Jawa

"Kita perlu menyambut gembira penyelenggaraan Piala Presiden itu tidak hanya dalam kontek animo tapi juga dalam kontek performance. Akhirnya melakukan percepatan, diskusi berbagai pihak salah satunya internal Pemerintah Kabupaten Malang dan Alhamdulillah juga mendapat respon dari salah satu produsen cat di Malang," terangnya.

Selain warna biru yang mendominasi, ada berbagai warna lainnya. Hal itu sebagai wujud bahwa Stadion Kanjuruhan milik semuanya.

"Stadion didominasi warna biru meskipun ada beberapa warna karena kita ingin merepresentasikan bahwa Kanjuruhan milik semua oihak. Tapi warna biru menjadi warna dominan," ungkapnya.

Nantinya, stadion dengan kapasitas 40.000 ribu penonton itu diharapkan mampu menampung event sepakbola nasional. Rencananya, pada tahun 2020 nanti akan dibangun atap.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X