Tiga Warga di Prabumulih Tawarkan Pengawalan Agar Sopir Truk Tidak Dirazia Polisi

Kompas.com - 23/02/2019, 16:24 WIB
Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk memperlihatkan ketiga pelaku pungli yang meresakan warga. Ketiga orang itu ditangkap sabtu dini hari langsung oleh Kapolres AKBP Tito Hutauruk beserta barang bukti uang dan mantel standar polisi. KOMPAS.com/AMRIZA NURSATRIAKapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk memperlihatkan ketiga pelaku pungli yang meresakan warga. Ketiga orang itu ditangkap sabtu dini hari langsung oleh Kapolres AKBP Tito Hutauruk beserta barang bukti uang dan mantel standar polisi.

PRABUMULIH, KOMPAS.com - Polisi menangkap tiga orang pelaku yang menawarkan jasa pengawalan liar dan pungutan liar (pungli) terhadap sopir truk dan bus yang hendak melintas di jalan Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Sabtu (23/2/2019).

Para pelaku diamankan di Tugu Air Mancur Kota Prabumulih, Sabtu dini hari.

Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk mengatakan, ketiga pelaku bernama Deni (41), Yongki Rardana (22), dan Imam Aswari (22) beraksi dengan menawarkan jasa pengawalan kepada sopir truk yang melintas agar aman dari razia polisi.

Para pelaku juga diduga mengenakan atribut polisi dan meminta imbalan sekitar Rp 60.000 hingga Rp 100.000 untuk satu kendaraan.


Tito mengatakan, penangkapan ketiga pelaku berdasarkan keluhan sopir dan masyarakat yang resah dengan aksi para pelaku.

"Mereka juga menawarkan jasa pengawalan kendaraan secara illegal pada kendaraan dengan imbalan sejumlah uang. Saya juga menyita satu pakaian mantel standar polisi di salah satu jok kendaraan pelaku. Kuat dugaan mereka juga sering menyamar sebagai anggota polisi saat melakukan aksinya,” ujar Tito di Mapolres Prabumulih, Sabtu.

Baca juga: Marak Pungli Pengurusan Sertifikat, DPRD DKI Akan Panggil BPN

Tito mengatakan, para pelaku juga kerap melakukan pungutan liar kepada para sopir truk yang melintas. Biasanya para pelaku meminta uang RP 2.000- Rp 3.000 per kendaraan.

Salah satu pelaku, Imam membantah dikatakan melakukan pungli. Namun, ia mengaku beberapa kali melakukan pengawalan terhadap kendaraan yang hendak melintas jalan Kota Prabumulih.

Imam membantah dikatakan kerap berkasi dengan menyamar sebagai anggota polisi. Imam mengatakan, mantel yang ditemukan di jok sepeda motornya pemberian temannya dan hanya disimpan saja.

Baca juga: Warga Rorotan Keluhkan Pungli Saat Urus Sertifikat Tanah

“Saya hanya menawarkan jasa pengawalan kendaraan yang hendak ke Baturaja dengan imbalan Rp 60.000 hingga Rp 100.000. Dalam semalam kadang ada dua kendaraan yang saya kawal,” katanya

Ketiga pelaku kini masih menjalani proses pemeriksaan di Mapolres Prabumulih.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Potre Koning, Seni Lingkungan, dan Tiga Seniman

Potre Koning, Seni Lingkungan, dan Tiga Seniman

Regional
4 Pembunuh Korban Penculikan di Surabaya Ditangkap, 2 Masih Buron

4 Pembunuh Korban Penculikan di Surabaya Ditangkap, 2 Masih Buron

Regional
ASN Pemkot Padang Terjaring OTT Saber Pungli Terkait Pengurusan BPHTB

ASN Pemkot Padang Terjaring OTT Saber Pungli Terkait Pengurusan BPHTB

Regional
Fakta Dua Nenek Kakak-Beradik yang Setia Tingal Bersama, Buta dan Jual Barang untuk Makan

Fakta Dua Nenek Kakak-Beradik yang Setia Tingal Bersama, Buta dan Jual Barang untuk Makan

Regional
Perjuangan Petugas Padamkan Karhutla di OKI, Lokasi Sangat Jauh dan Motor Digotong Seberangi Kanal

Perjuangan Petugas Padamkan Karhutla di OKI, Lokasi Sangat Jauh dan Motor Digotong Seberangi Kanal

Regional
Kronologi Pasutri di Cianjur Tewas Digigit Ular Menurut Warga

Kronologi Pasutri di Cianjur Tewas Digigit Ular Menurut Warga

Regional
7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

Regional
Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Regional
Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Regional
Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Regional
Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Regional
19 Tahun Hidup di 'Dunia Malam' Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

19 Tahun Hidup di "Dunia Malam" Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

Regional
Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Regional
Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X