Pegang Alat Vital Beruang demi Hibur Penonton, Sirkus Ini Tuai Kecaman

Kompas.com - 19/02/2019, 16:05 WIB
Pelatih pegang alat kelamin beruang sirkus di hadapan para pengunjung untuk menarik perhatian dan sorak-sorai. FacebookPelatih pegang alat kelamin beruang sirkus di hadapan para pengunjung untuk menarik perhatian dan sorak-sorai.

Peraturan resmi yang mengatur kekerasan seksual terhadap hewan memang belum ada di Indonesia. Akan tetapi, peraturan larangan menyiksa hewan sudah tertuang dalam Pasal 302 KUHP dan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

"Satwa ini dipaksa berperilaku tidak wajar. Misalnya beruang melakukan pull-up, bermain hula hoop. Berang-berang naik sepeda. Itu semua merupakan perilaku tidak alami dari hewan-hewan ini. Perilaku itu tidak mereka lakukan di alam liar," ujar Marison.

Pernyataan pihak sirkus

Saat dimintai konfirmasinya, Asisten Manger PT WSI, Rohmadi, menyatakan bahwa pihaknya tidak mengetahui bahwa memegang kelamin binatang ternyata dinilai sebagai sebuah pelecehan.

"Dari pelatih itu bukan bermaksud melecehkan, karena tugas mereka. Dari sudut pandang lain itu biasa dan menghibur. Dari sudut pandang lain itu kurang sopan. Ya kita perbaiki," kata Rohmadi.

Demikian pula dengan si pelatih Bimo, Andri, ia mengaku akan memperbaiki trik yang ia gunakan dalam menghibur penonton. Ia tidak akan lagi memegang kelamin binatang sirkus sebagai sebuah bentuk atraksi hiburan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X