Penjelasan Pelni soal Bebas Biaya Bagasi hingga 50 Kilogram

Kompas.com - 16/02/2019, 15:50 WIB
Tiket Kapal Pelni rute Batam-Belawan untuk tanggal 19, 21, 23 dan 29 Desember 2018 untuk yang seat sudah full. Tidak saja yang seat, bahkan untuk yang non seat saat ini juga sudah terjual hingga 80 persen. KOMPAS.com/ HADI MAULANATiket Kapal Pelni rute Batam-Belawan untuk tanggal 19, 21, 23 dan 29 Desember 2018 untuk yang seat sudah full. Tidak saja yang seat, bahkan untuk yang non seat saat ini juga sudah terjual hingga 80 persen.

BATAM, KOMPAS.com — PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) memberikan layanan berupa free atau cuma-cuma untuk bagasi di seluruh rute pelayaran.

Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni (Persero) Ridwan Mandaliko mengatakan, PT Pelni memberikan free bagasi kepada penumpang hingga 50 kilogram.

Free bagasi yang dimaksud ialah barang bawaan penumpang yang dibebaskan dari biaya berupa barang jinjingan, dapat diangkat dengan satu tangan oleh penumpang bertiket, dan tidak membutuhkan bantuan orang lain, serta tidak boleh diseret atau dipikul saat embarkasi atau naik ke kapal.

Baca juga: Pelni Gratiskan Biaya Bagasi hingga 50 Kilogram

"Pelni mengatur ukuran volume bagasi bebas bea dengan ukuran maksimal 0,175 meter kubik atau 30 cm x 30 cm x 30 cm atau setara satu koper atau koli dengan berat maksimal 50 kilogram," kata Ridwan dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (16/2/2019).

Tidak hanya itu, lanjut Ridwan, setiap barang bawaan yang melebihi ketentuan bebas biaya bagasi sebagaimana ketentuan di atas disebut sebagai over bagasi dan dikenai tarif.

Seperti bagasi yang melebihi 50 kilogram atau setara dengan 0,3 meter kubik atau ukuran 2 koli atau koper akan dikenai tarif over bagasi.

Pelni, menurut Ridwan, sangat toleran dalam menerapkan ketentuan bagasi bagi penumpang karena beratnya hingga 50 kilogram.

Ketentuan ini hendaknya dapat dipatuhi para penumpang kapal Pelni agar ketertiban, keamanan, dan kelancaran penerapan barang bagasi dapat berjalan sesuai ketentuan serta dapat mendukung keselamatan pelayaran.

"Meskipun bebas bagasi hingga 50 kilogram, beberapa penumpang kerap melanggar ketentuan, baik berat maupun volume bagasi. Untuk menegakkan aturan dan menjamin keselamatan pelayaran, Pelni memberlakukan ketentuan over bagasi atau kelebihan bagasi di atas 50 kilogram bagi penumpang yang membawa bagasi melebihi ketentuan," katanya.

"Bagi yang membawa bagasi melebihi berat atau volume, Pelni menerapkan tarif over bagasi agar tertib, aman, dan selamat," katanya.

Baca juga: Penumpang Turun, PT Pelni Lakukan Transformasi Bisnis

Ketentuan bea over bagasi sudah diterapkan di kapal Pelni sejak 15 Januari 2016 atau sudah berjalan tiga tahun.

Ketentuan over bagasi juga sudah berlaku umum di seluruh angkutan atau transportasi umum, tidak hanya berlaku di Pelni, tetapi juga di dunia penerbangan dan kereta api. 

"Jadi Pelni tetap memberikan free bagasi hingga 50 kilogram. Namun, bila melanggar, Pelni memberikan solusi dengan tarif over bagasi. Hal ini semata untuk menegakkan dan menertibkan angkutan," ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penjelasan BMKG soal Penyebab Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara

Penjelasan BMKG soal Penyebab Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara

Regional
Sandiaga Uno: Batik Batam Layak Jadi Produk Unggulan

Sandiaga Uno: Batik Batam Layak Jadi Produk Unggulan

Regional
Sakit Hati Tak Dibayar, Pria Ini Tusuk Pasangan Sesama Jenis hingga Tewas

Sakit Hati Tak Dibayar, Pria Ini Tusuk Pasangan Sesama Jenis hingga Tewas

Regional
Dokter Ditemukan Tewas Sehari Setelah Disuntik Divaksin, Satgas Covid-19 Palembang: Dipastikan Bukan karena Divaksin, tapi...

Dokter Ditemukan Tewas Sehari Setelah Disuntik Divaksin, Satgas Covid-19 Palembang: Dipastikan Bukan karena Divaksin, tapi...

Regional
KPU Bukittinggi Tetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

KPU Bukittinggi Tetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

Regional
Data dan Identitas ABK yang Hilang Setelah Tabrakan Kapal di Perairan Surabaya

Data dan Identitas ABK yang Hilang Setelah Tabrakan Kapal di Perairan Surabaya

Regional
Bertambah 7 Orang yang Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Riau

Bertambah 7 Orang yang Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Riau

Regional
Seorang Remaja Tewas Setelah Jatuh dan Tertabrak Mobil Damkar di Pekanbaru

Seorang Remaja Tewas Setelah Jatuh dan Tertabrak Mobil Damkar di Pekanbaru

Regional
TPU di Manado Mengalami Longsor, Kerangka Muncul ke Permukaan

TPU di Manado Mengalami Longsor, Kerangka Muncul ke Permukaan

Regional
5 Terduga Teroris di Aceh Diduga Terlibat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

5 Terduga Teroris di Aceh Diduga Terlibat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

Regional
Diduga Sakit Jantung, Seorang Dokter Ditemukan Tewas Sehari Usai Disuntik Vaksin Covid-19

Diduga Sakit Jantung, Seorang Dokter Ditemukan Tewas Sehari Usai Disuntik Vaksin Covid-19

Regional
Persoalan Wajib Jilbab di SMKN 2 Padang Selesai, Siswi Kembali Sekolah

Persoalan Wajib Jilbab di SMKN 2 Padang Selesai, Siswi Kembali Sekolah

Regional
Kronologi KM Tanto Bersinar Tabrak Kapal Tug Boat di Perairan Gresik, Petugas Cari ABK yang Hilang

Kronologi KM Tanto Bersinar Tabrak Kapal Tug Boat di Perairan Gresik, Petugas Cari ABK yang Hilang

Regional
Pratu Dedi Hamdani Gugur di Papua, Ayah: Sedih Sekali...

Pratu Dedi Hamdani Gugur di Papua, Ayah: Sedih Sekali...

Regional
Setelah Diprotes Warganet, KKN Lapangan Unila Ditunda

Setelah Diprotes Warganet, KKN Lapangan Unila Ditunda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X