Siswa SMA di Denpasar Ciptakan Rompi Anti-peluru dari Serat Tanaman Gebang

Kompas.com - 14/02/2019, 18:18 WIB
Siswa SMAN 3 Denpasar berhasil menciptakan rompi anti peluru dari serat tanaman gebang dan menyabet emas di ajang Thailand Inventor Day (TID) KOMPAS.com/ROBINSON GAMAR Siswa SMAN 3 Denpasar berhasil menciptakan rompi anti peluru dari serat tanaman gebang dan menyabet emas di ajang Thailand Inventor Day (TID)

DENPASAR, KOMPAS.com – SMAN 3 Denpasar patut berbangga. Hasil karya siswa di sekolah ini berhasil menyabet medali emas di ajang lomba penelitian Thailand Inventor Day (TID) di Thailand belum lama ini.

Keenam siswa tersebut adalah Ni Luh Putu Anjany Putri Suryaningsih (Anjany), Ida Bagus Krtin Wittaka (Awin), Kadek Dwika Wahyudinata (Dwika), Made Bagus Krisnha Wiranatha (Khrisna) dan Nyoman Maesha Brahmanda (Maesha) dan I Gusti Bagus Angga Surya Dharma (Angsur).

Keenam siswa kelas 2 IPA SMAN 3 tersebut berhasil membuat karya rompi anti-peluru dengan bahan dasar serat tanaman gebang (sisal).

Ide membuat rompi anti peluru berbahan sisal ini bemula pada pertengahan tahun 2018 silam. Ketika itu, Anjany terlibat dalam kegiatan Jurnalisme Warga award.

Salah satu materi liputannya adalah tentang aktivitas warga Desa Dukuh, Karangasem. Di desa ini tanaman gebang cukup populer. Kondisi tanah menyebabkan gebang tumbuh liar di sekitar pemukiman warga.

Sempat dianggap sebagai tanaman liar, namun warga Desa Dukuh mulai menggunakan serat gebang sebagai bahan dasar pembuatan kerajinan tangan.

Mengetahui materi liputan Anjany tentang gebang, pembina UKS menawarkan ide untuk membuat rompi anti-peluru dengan bahan dasar serat gebang.

“Kata pembinanya selama ada serat selulosanya pasti bisa dijadikan rompi anti-peluru,” tutur Anjany.

Baca juga: Fakta Penemuan Emas Bergambar Soekarno, Ada Tulisan Gold 24 K hingga Bukan Temuan Luar Biasa

Awalnya Anjany tidak menerima tantangan tersebut karena ingin fokus dengan kegiatan jurnalistik. Justru, Kadek Dwika yang antusias. 

Dwika lalu memulai proses penelitian dan pembuatan rompi anti peluru di penghujung bulan November 2018. Dalam perjalanannya, Anjany, Awin, Khrisna, Maesha, dan Angshur ikut bergabung.

Mereka membentuk kelompok yang diberi nama Armour Mike. Mulai dari riset di internet, sampai menyiapkan bahan-bahan.

Dari data yang dikumpulkan serat gebang dapat digunakan sebagai pengganti keflar, salah satu bahan dasar rompi anti-peluru.


Page:

Close Ads X