Penyebab Kematian Hiu Paus Terdampar di Laut Sukabumi Belum Diketahui

Kompas.com - 13/02/2019, 13:09 WIB
Seorang nelayan melihat-lihat ikan hiu paus yang terdampar di pantai Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (12/2/2019). DOK : SUKABUMI SYNDICATESeorang nelayan melihat-lihat ikan hiu paus yang terdampar di pantai Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (12/2/2019).


SUKABUMI, KOMPAS.com - Seekor hiu paus (Rhinocodon typus) dikabarkan terdampar dan mati di pantai selatan Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (12/2/2019) pagi.

Peristiwa itu terjadi di pantai sekitar Dermaga II Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (PPNP) di Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu.

Namun, penyebab kematian satwa laut yang dilindungi tersebut belum diketahui. Karena informasinya, ikan hiu paus dengan panjang sekitar 2 meter seberat 300 kilogram itu langsung didorong kembali ke perairan laut.

Untuk diketahui, hiu paus atau dikenal hiu totol telah dilindungi melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18 Tahun 2013 tentang Penetapan Status Perlindungan Penuh Ikan Hiu Paus (Rhincodon typus).

Baca juga: Hiu Paus Mati Terdampar di Laut Palabuhanratu Sukabumi

Kepala Satuan Polisi Air, Polres Sukabumi AKP Amran Kusnandar membenarkan pihaknya mendapatkan laporan dari nelayan mengenai adanya hiu paus yang terdampar dan dalam keadaan mati Selasa kemarin.

"Kebetulan, kemarin saya sedang ada rapat, dan ditangani anggota. Berdasarkan laporan yang saya terima, anggota langsung mengecek ke lokasi," ungkap Amran, saat dihubungi Kompas.com, melalui telepon selular, Rabu (13/2/2019).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia menuturkan, karena kondisi hiu paus itu berukuran besar sekitar panjangnya lebih 2 meter dengan berat 300 kilogram, akhirnya diputuskan kembali dibawa ke laut.

"Awalnya mau dikubur, tapi karena besar dan berat akhirnya dievakuasi lagi ke perairan laut," ujar dia.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Abdul Kodir membenarkan adanya hiu paus terdampar di wilayah pantai Palabuhanratu. Kondisi ikan hiu paus yang terdampar dalam keadaan mati.

"Laporan dari petugas lapangan bahwa hiu paus tersebut dalam kondisi mati sudah ditarik ke tengah laut mengingat beratnya lebih dari 300 kilogram, sehingga susah diangkat ke darat," jawab Kodir dalam pesan WhatsApp, Rabu.

Baca juga: Serunya Bermain dengan Keramahan Hiu Paus di Gorontalo

Saat ditanya mengenai adakah upaya pengecekan penyebab kematian satwa dilindungi itu, Kodir membalas sudah melaporkan kejadian tersebut ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

"Sudah diinfokan ke KKP," jawabnya singkat, tanpa memberikan penjelasan lebih lengkap.

Pihaknya mengklaim sebelumnya sudah menyosialisasikan mengenai satwa-satwa laut yang dilindungi kepada para nelayan.

"Kami sudah menyosialisasikan kepada para nelayan melalui gambar poster yang ditempel di tempat pelelangan ikan, jenis-jenis ikan yang dilindungi termasuk paus," kata Kodir, yang lebih satu bulan menjabat Kepala DKP Kabupaten Sukabumi itu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Regional
Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Regional
Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Regional
Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Regional
Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Regional
Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Regional
Gerak Cepat Pasok Oksigen di RS, Pemprov Jabar Gandeng BUMN dan Swasta

Gerak Cepat Pasok Oksigen di RS, Pemprov Jabar Gandeng BUMN dan Swasta

Regional
Kang Emil Sebut Idul Adha Jadi Momentum Saling Menguatkan di Kala Pandemi

Kang Emil Sebut Idul Adha Jadi Momentum Saling Menguatkan di Kala Pandemi

Regional
PPKM Darurat Diperpanjang, Ini Strategi Khusus Pemkot Madiun Tangani Covid-19

PPKM Darurat Diperpanjang, Ini Strategi Khusus Pemkot Madiun Tangani Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X