Siswa SMP Galesong Pengeroyok Pegawai Honorer Terancam Dikeluarkan dari Sekolah

Kompas.com - 12/02/2019, 12:53 WIB
Faisal Pole (38) tengah melaporkan dirinya di Mapolsek Galesong, Kabupaten Takalar setelah menjadi korban pengeroyokan pelajar. Senin, (11/2/2019).KOMPAS.com/ABDUL HAQ Faisal Pole (38) tengah melaporkan dirinya di Mapolsek Galesong, Kabupaten Takalar setelah menjadi korban pengeroyokan pelajar. Senin, (11/2/2019).



TAKALAR, KOMPAS.com — Kasus pengeroyokan terhadap pegawai honorer SMP Negeri 2 Galesong, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, berbuntut panjang.

Selain diamankan polisi, empat pelaku yang masih berstatus pelajar terancam dikeluarkan dari sekolah.

Hal tersebut dikemukakan Kepala SMP Negeri 2 Galesong Hamzah saat ditemui Kompas.com di ruang kerjanya, Selasa (12/1/2019).

Alasan kebijakan tersebut bukan semata lantaran kasus pengeroyokan, tetapi pihak sekolah juga mengaku kewalahan mendidik pelaku.

"Mereka memang sering berbuat onar terutama kepada guru perempuan, sering dia bilangi (umpat) gurunya bahkan sudah beberapa guru perempuan yang pernah datang menangis kepada saya karena dibilangi kasar," kata Kepala SMP Negeri 2 Galesong Hamzah.

Baca juga: Sebelum Dikeroyok, Pegawai Honorer Dimaki Siswa SMP Galesong, Ini Kronologinya

Meskipun demikian, pihaknya masih menunggu proses penyelidikan dari pihak kepolisian, terlebih lagi dirinya berstatus saksi dalam kasus ini.

"Saya ini saksi di kantor polisi karena memang saya lihat dan lerai pengeroyokan dan nanti mungkin kami akan kembali kepada orangtua masing-masing untuk dipindahkan ke sekolah lain, sebab kami di sini sudah tidak mampu," kata Hamzah.

Kasus pengeroyokan terhadap Faisal Pole (38) yang dilakukan oleh orangtua siswa, MS (48) dan anaknya, IM (12) serta tiga rekan siswa lainnya masing masing RD (12), NA (12), serta AK (12) pada Selasa (12/2/2019) pukul 15.00 Wita. Penyebab pengeroyokan ini berawal dari umpatan kasar kepada korban.


Terkini Lainnya

Formappi: Bertambahnya Jumlah Caleg Eks Koruptor Menggerus Optimisme Publik

Formappi: Bertambahnya Jumlah Caleg Eks Koruptor Menggerus Optimisme Publik

Nasional
Paksa Istrinya Jadi PSK, Seorang Pria Pengangguran Dipenjara 25 Tahun

Paksa Istrinya Jadi PSK, Seorang Pria Pengangguran Dipenjara 25 Tahun

Internasional
Lulusan Perguruan Tinggi Harus Fokus pada Profesi

Lulusan Perguruan Tinggi Harus Fokus pada Profesi

Edukasi
Penerima Program Keluarga Harapan di Gunungkidul Menurun

Penerima Program Keluarga Harapan di Gunungkidul Menurun

Regional
KPU Pertimbangkan Tidak Lagi Fasilitasi Nobar Debat

KPU Pertimbangkan Tidak Lagi Fasilitasi Nobar Debat

Nasional
Pemprov DKI Siapkan Kredit Konstruksi untuk Pikat Pengusaha Bikin Rusunami DP Rp 0

Pemprov DKI Siapkan Kredit Konstruksi untuk Pikat Pengusaha Bikin Rusunami DP Rp 0

Megapolitan
Anies: Desain Rumah Kontainer di Kampung Akurium Artistik dan Membangun Ekosistem

Anies: Desain Rumah Kontainer di Kampung Akurium Artistik dan Membangun Ekosistem

Megapolitan
Ulat Gonggok Serbu Permukiman, Warga Kebagusan Resah

Ulat Gonggok Serbu Permukiman, Warga Kebagusan Resah

Megapolitan
Cegah Bantuan Asing, Venezuela Tutup Perbatasan Laut dan Udara dengan Pulau Curacao

Cegah Bantuan Asing, Venezuela Tutup Perbatasan Laut dan Udara dengan Pulau Curacao

Internasional
PTUN Semarang Putuskan Pemecatan Taruna Akpol yang Aniaya Junior Sah secara Hukum

PTUN Semarang Putuskan Pemecatan Taruna Akpol yang Aniaya Junior Sah secara Hukum

Regional
Gubernur Olly Optimis Sulut Dapat WTP Lagi Tahun Ini

Gubernur Olly Optimis Sulut Dapat WTP Lagi Tahun Ini

Regional
Kemenag Ajukan 20.790 Tenaga Guru dan Dosen untuk Seleksi PPPK 2019

Kemenag Ajukan 20.790 Tenaga Guru dan Dosen untuk Seleksi PPPK 2019

Edukasi
Cuaca Panas dan Angin Kencang, Karhutla di Riau Makin Parah

Cuaca Panas dan Angin Kencang, Karhutla di Riau Makin Parah

Regional
2 dari 6 Korban Ledakan di Mal Taman Anggrek Diperbolehkan ke Luar RS

2 dari 6 Korban Ledakan di Mal Taman Anggrek Diperbolehkan ke Luar RS

Megapolitan
Mahfud MD: Pemilu Itu Hanya Jalan untuk Membangun Kemajuan, Tidak Usah Bertengkar

Mahfud MD: Pemilu Itu Hanya Jalan untuk Membangun Kemajuan, Tidak Usah Bertengkar

Regional

Close Ads X