Unika Soegijapranata Semarang Resmi Buka Prodi Kedokteran

Kompas.com - 11/02/2019, 18:01 WIB
Ilustrasi dokter ipopbaIlustrasi dokter

SEMARANG, KOMPAS.com – Universitas Katolik Soegijapranata (Unika) Semarang, Jawa Tengah resmi mendapatkan izin untuk membuka program studi sarjana dokter dan profesi kedokteran, mulai tahun ajaran 2019/2020.

Izin pembukaan prodi sarjana dokter dan profesi kedokteran diserahkah langsung oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir, di kampus tersebut, Senin (11/2/2019) sore kemarin.

“Unika sudah kami berikan izin, setelah mengusulkan beberapa waktu, syarat-syarat juga dipenuhi. Izin pendidikan dokter dan profesi dokter dibuka,” ujar Nasir, kepada wartawan seusai penyerahan kegiatan tersebut.

Nasir mengatakan, dalam memberikan izin sarjana dokter dan profesi kedokteran diberikan tugas khusus. Salah satunya, yaitu harus mendidik anak-anak dari kawasan terluar, tertinggal dan terdepan.

Baca juga: Unika Soegijapranata Dirikan FK, Menteri Nasir: Didik Anak Indonesia Timur

Unika, kata dia, telah melengkapi persyaratan itu, sehingga izin pemberian prodi diberikan. Nasir pun meminta Unika nantinya menampung anak-anak dari kawasan Indonesia Timur, terutama dari Papua dan Papua Barat.

“Kami ingin kembangkan pendidikan tinggi ke depan menjadi lebih berkualitas, dan pemerataan agar lebih baik. Unika kami minta mendidik anak-anak Indonesia yang tidak mampu, berasal dari daerah 3T, Papua dan Papua Barat. Dua daerah itu perlu didorong karena kesehatan masih sangat kurang,” tambahnya.

Melalui pembukaan prodi itu, Nasir berharap lulusan dari program studi yang baru melahirkan anak-anak Indonesia berkualitas.

Baca juga: Unika Soegijapranata Akan Bangun Fakultas Kedokteran dan Rumah Sakit

Sementara itu, Rektor Unika Ridwan Sanjaya mengatakan, Unika ketika mendirikan prodi kedokteran memang bertujuan untuk menghasilkan lulusan dokter yang kompeten dan memiliki rasa cinta pada tanah air. Lulusan dokter juga harus mau mengabdi di daerah 3T.

“Melalui prodi kedokteran, kami berharap Unika semakin komprehensif dalam mendukung program pemerintah untuk memajukan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Sejauh ini, Unika telah melakukan program pengabdian masyarakat, dan kuliah kerja nyata hingga ke wilayah terluar Indonesia. Program ini pun akan dilanjutkan di tahun-tahun mendatang.

“Ke depan, kami akan jalankan program ini semakin komprehensif, melalui keberadaan tenaga yang berkompeten di bidang kesehatan,” ujarnya. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X