Kampanye Sandiaga di Jawa Timur Jadi Bahan Penelitian Orang Asing

Kompas.com - 07/02/2019, 05:50 WIB
Inilah dua peneliti asing asal Hongkong dan Singapura Prof Hui Yew Foong dari Hong Kong Shue Yan University dan Dr Siwage Dharma Negara, yang meneliti strategi kampanye Sandiaga Uno selama beberapa hari di Jawa Timur. KOMPAS.com/MUHLIS AL ALAWI Inilah dua peneliti asing asal Hongkong dan Singapura Prof Hui Yew Foong dari Hong Kong Shue Yan University dan Dr Siwage Dharma Negara, yang meneliti strategi kampanye Sandiaga Uno selama beberapa hari di Jawa Timur.



MADIUN, KOMPAS.com — Ajang kampanye calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno di beberapa daerah di Jawa Timur menjadi bahan penelitian orang asing.

Selama dua hari, dua peneliti Hong Kong, Prof Hui Yew Foong dari Hong Kong Shue Yan University dan Dr Siwage Dharma Negara dari Institute of Southeast Asian Studies (Iseas) Singapura meneliti kegiatan kampanye Sandiaga Uno di Jawa Timur.

Tak sekadar mengikuti, dua peneliti asing itu juga meneliti tentang visi misi, kebijakan ekonomi, dari cawapres Sandiaga Uno.

""Tujuan kami, kami ingin meng-interview Pak Sandiaga, terkait dengan penelitian kami mengenai kebijakan ekonomi beliau," kata Siwage kepada wartawan di sela-sela kunjungan cawapres nomer urut 02 Sandiaga Uno di Desa Mlilir, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Rabu (6/2/2019).


Baca juga: Satu Almamater dengan Sandiaga Uno, Alumni PL Pilih Dukung Jokowi

Siwage Dharma Negara menuturkan, kampanye Sandiaga Uno menarik untuk dipelajari dan diteliti karena memiliki ide-ide kreatif dan inovatif.

Tak hanya itu, dari penelitian itu akan terungkap tipe pemimpin masa depan bagi Indonesia.

Dua hari mengikuti kampanye Sandiaga, Siwage mendapati Sandiaga memberikan dukungan bagi petani, UMKM, industri lokal, hingga memperkuat sektor pertanian. Untuk itu, pihaknya akan mengamati bagaimana penerapannya.

Tak hanya Sandiaga, dua peneliti asing itu juga meneliti hal yang sama pada capres dan cawapres nomer urut 01 Jokowi-Ma'ruf. Penelitian itu dilakukan dua rekan lainnya dari perguruan tinggi yang sama.

Terhadap penelitian itu, Sandiaga Uno menyayangkan mengapa para peneliti asing yang melakukan penelitian. Pasalnya, penelitian itu bagian upaya memperbaiki demokrasi di Indonesia.

"Banyak yang bertanya tentang konsultan asing. Tetapi, hari ini malah ada peneliti dari Institute of Southeast Asian Studies (Iseas) Singapura yang belajar kepada kita," kata Sandi.

Menurut Sandi, peneliti asing meneliti bagaimana strategi kampanyenya yang berpusat kepada rakyat. Padahal, konsultan Prabowo-Sandiaga berasal dari rakyat yang memberikan masukan.

Sandi menambahkan, para peneliti dibiarkan menyaksikan langsung model kampanye yang transparan, tidak ada rekayasa dan tidak protokoler. Dan, strategi itu bagian inovasi politik Prabowo-Sandiaga.



Terkini Lainnya


Close Ads X