BPPTKG: Tiga Guguran Gunung Merapi pada Selasa Merupakan Awan Panas

Kompas.com - 30/01/2019, 19:24 WIB
Puncak Gunung Merapi pasca meletus, Jumat (1/6/2018), pukul 08.20 WIB, dilihat dari objek wisata Ketep Pass, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, atau sekitar 8 kilometer dari puncak. KOMPAS.com/IKA FITRIANA Puncak Gunung Merapi pasca meletus, Jumat (1/6/2018), pukul 08.20 WIB, dilihat dari objek wisata Ketep Pass, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, atau sekitar 8 kilometer dari puncak.


YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi ( BPPTKG) Yogyakarta menyimpulkan tiga guguran di Gunung Merapi pada Selasa (29/1/2019), merupakan awan panas guguran.

Kejadian awan panas guguran ini merupakan yang pertama pasca-status Gunung Merapi ditetapkan menjadi waspada (Level II).

"Berdasarkan analisis visual dan deposit, guguran pada tanggal 29 Januari 2019 disimpulkan bahwa kejadian tersebut merupakan awan panas guguran," ujar Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida, dalam jumpa pers, Rabu (30/1/2019).

Baca juga: Gunung Merapi Keluarkan Lava Pijar, 3 Desa di Boyolali Hujan Abu


Hanik menuturkan, awan panas guguran pertama teramati pada pukul 20.17 WIB. Tercatat jarak luncurnya mencapai 1.400 meter dengan durasi 141 detik.

" Awan panas guguran kedua terjadi pada pukul 20.53 WIB jarak luncur 1.350 meter dan durasi 135 detik," ujar dia.

Awan panas guguran ketiga teramati terjadi pada pukul 21.41 WIB. Jarak luncur tercatat kurang lebih 1.100 meter dengan durasi 111 detik.

"Semua awan panas guguran itu mengarah ke Kali Gendol," ungkap dia. 

Akibat dari kejadian awan panas guguran ini, terjadi hujan abu tipis di beberapa wilayah di Jawa Tengah.

Berdasarkan laporan, hujan abu tipis terjadi di sekitar Kota Boyolali, Kecamatan Musuk, Mriyan, Mojosongo, Teras, Cepogo, Simo, Kabupaten Boyolali dan Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten.

Baca juga: Kodam Diponegoro Antisipasi Meletusnya Gunung Merapi

"Jadi, ini merupakan guguran awan panas pertama," ujar dia.

Menurut dia, kejadian awan panas guguran yang terjadi jarak luncurnya masih pendek. Sehingga, BPPTKG Yogyakarta masih menentapkan status Gunung Merapi pada tingkat waspada (Level II).

"Jadi, statusnya masih waspada. Rekomendasi kami, masyarakat di kawasan KRB III diminta tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa, serta radius 3 km dari Puncak Gunung Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk," ungkap dia. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X