Empat OPM Kembali ke NKRI, Serahkan 1 Senjata M16 dan Amunisi

Kompas.com - 25/01/2019, 16:31 WIB
Suasana penyerahan senjata John Roy PurbaSuasana penyerahan senjata


JAYAPURA, KOMPAS.com - Empat anggota kelompok Organisasi Papua Merdeka ( OPM) di yang sudah 19 tahun tinggal di Papua New Guene kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.

Anggota OPM di bawah komando Matius Wanda, panglima kelompok TPN OPM wilayah Papua Barat, itu kembali ke NKRI ditandai dengan penyerahan satu pucuk senjata api jenis M16 beserta amunisinya.

Senjata api dan amunisi itu diberikan kepada Satgas Pamtas Yonif Para Rider 328/Dirgahayu di Perbatasan Skouw Wutung, Muara Tami, Kota Jayapura, Jumat (25/1/2019).

Danrem 172 PWY Kolonel (Inf) Binsar Sianipar mengatakan, penyerahan senjata sekaligus kembalinya empat warga ini merupakan hasil dari pembinaan teritorial semua pihak di Wilayah Skouw.

Baca juga: DPR Usul Organisasi Papua Merdeka (OPM) sebagai Kelompok Teroris, Ini Kata Polri

“Keberhasilan ini bukan saja TNI yang berperan, tetapi juga semua pihak baik kepolisian, PLBN, dan Pemerintah Kota Jayapura, sehingga kita harus mendukung penuh,” ungkap Binsar, yang menghadiri langsung penyerahan senjata dengan disaksikan Wakil Wali Kota, H Rustan Saru.

Binsar mengungkapkan, empat warga Indonesia ini sudah mengungsi ke PNG sejak tahun 2000 dan selama ini tinggal di hutan.

Namun, lantaran anak-anak mereka butuh hidup yang layak seperti anak-anak lain, khususnya memberikan pendidikan yang layak bagi mereka, sehingga mereka memutuskan untuk kembali ke Indonesia.

“Kami telah berjuang, tetapi tidak ada hasil dan kami juga kesulitan tinggal di hutan sehingga kami berpikir kami harus kembali ke Indonesia dan membangun negara Indonesia,” ucap salah seorang dari ke empat mantan OPM, yang enggan menyebutkan namanya.

Wakil Wali Kota Jayapura H Rustan Saru menyambut baik empat warga eks kelompok bersenjata yang kembali menyerahkan diri ke Indonesia.

Keempatnya disebut akan berdomisili di Kota Jayapura.

“Ini menjadi perhatian kita bersama, ini menjadi pembinaan, perhatian, dan pelayanan, yang baik dan kita sangat manusiawi. Sehingga jika sudah berada di Indonesia, mereka bisa hidup layak,” tutur dia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Flu Burung Merebak di Tegal, 150 Unggas Mati Mendadak

Virus Flu Burung Merebak di Tegal, 150 Unggas Mati Mendadak

Regional
Kasus Pembunuhan 'Debt Collector': Kepala Korban Ditemukan Terpisah dari Tubuhnya

Kasus Pembunuhan "Debt Collector": Kepala Korban Ditemukan Terpisah dari Tubuhnya

Regional
4 Fakta Suami Bakar Istri di Surabaya, Terlibat Cekcok hingga Kabur Bawa Motor Pemilik Kos

4 Fakta Suami Bakar Istri di Surabaya, Terlibat Cekcok hingga Kabur Bawa Motor Pemilik Kos

Regional
Terduga Teroris AK dari Sukoharjo Dikenal Jarang Bergaul dan Tertutup

Terduga Teroris AK dari Sukoharjo Dikenal Jarang Bergaul dan Tertutup

Regional
Lurah Way Halim: Nenek Nurhasanah Tidak Terlibat Terorisme

Lurah Way Halim: Nenek Nurhasanah Tidak Terlibat Terorisme

Regional
Menyoal Gibran Maju Pilkada Solo, Bukan Pilihan PDI-P Solo hingga Anjuran Ganjar

Menyoal Gibran Maju Pilkada Solo, Bukan Pilihan PDI-P Solo hingga Anjuran Ganjar

Regional
Nekat Keluyuran Saat Jam Kerja, 14 ASN Kena Razia

Nekat Keluyuran Saat Jam Kerja, 14 ASN Kena Razia

Regional
Susahnya Hidup Nenek Paulina: Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Jual Kelapa untuk Beli Beras

Susahnya Hidup Nenek Paulina: Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Jual Kelapa untuk Beli Beras

Regional
Fakta Baru Remaja Dicabuli Ayah Tirinya, Ditetapkan Tersangka hingga Polisi Dalami Keterlibatan Ibu Kandungnya

Fakta Baru Remaja Dicabuli Ayah Tirinya, Ditetapkan Tersangka hingga Polisi Dalami Keterlibatan Ibu Kandungnya

Regional
Cuaca Buruk, 'Water Bombing' Kebakaran Hutan Gunung Arjuno-Welirang Batal

Cuaca Buruk, "Water Bombing" Kebakaran Hutan Gunung Arjuno-Welirang Batal

Regional
Upaya Penyelundupan 16.000 Ekor Bibit Lobster Digagalkan, 1 Pelaku Buron

Upaya Penyelundupan 16.000 Ekor Bibit Lobster Digagalkan, 1 Pelaku Buron

Regional
[POPULER NUSANTARA] Cerita Nasir Bongkar Makam Ibunya | Gibran Dikabarkan Siap Maju Pilkada Solo

[POPULER NUSANTARA] Cerita Nasir Bongkar Makam Ibunya | Gibran Dikabarkan Siap Maju Pilkada Solo

Regional
Duduk Perkara Balita 3 Tahun Tewas Ditangan Pacar Ibunya, Disebut Jatuh di Kamar Mandi

Duduk Perkara Balita 3 Tahun Tewas Ditangan Pacar Ibunya, Disebut Jatuh di Kamar Mandi

Regional
Tipu Calon Polisi hingga Ratusan Juta Rupiah, Pria Ini Ditangkap Polisi

Tipu Calon Polisi hingga Ratusan Juta Rupiah, Pria Ini Ditangkap Polisi

Regional
Pengungsi Korban Gempa: Anggota DPRD Hanya Datang Saat Pileg, Waktu Kami Susah Mereka Hilang

Pengungsi Korban Gempa: Anggota DPRD Hanya Datang Saat Pileg, Waktu Kami Susah Mereka Hilang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X