Awal Februari, KPU Pangandaran Mulai Rakit Karton Menjadi Kotak Suara

Kompas.com - 17/01/2019, 15:47 WIB
ilustrasi pemilu Kompas.com/ERICSSENilustrasi pemilu

CIAMIS, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mulai merakit kotak suara awal Februari 2019. Saat ini, kotak suara tersebut masih berbentuk lembaran- lembaran karton.

"Awal bulan depan rencananya mulai diset. Per tanggal 23 Januari, kotak digeser ke gudang utama di Bale Desa Ciliang. Sekarang masih ada di gudang KPU, belum diset," kata Ketua KPU Pangandaran, Muhtadin, Rabu (17/1/2019).

Muhtadin menyebutkan, jumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Pangandaran sebanyak 1.350 unit. Setiap TPS nantinya ditempat lima kotak suara. Dengan demikian, total kotak suara untuk Kabupaten Pangandara sebanyak 6.750 buah.

Ihwal logistik surat suara, dia mengatakan, pihaknya belum menerima. Surat suara masih dalam proses pencetakan di pusat.

"Surat suara belum. Yang sekarang fokus di bidang logistik adalah kotak suara. Kotak dan segel sudah komplit," ucapnya.

Baca juga: 42 Kotak Suara dan dan 4 Botol Tinta yang Diterima KPU NTT Rusak

Untuk menjaga logistik pemilu, kata Muhtadin, gudang dikawal dua hingga empat anggota Polres Ciamis. Pengamanan dilaksanakan selama 24 jam.

"Pengamanan kita full. Gudang KPU dikawal ketat," katanya.

Pihaknya juga bekerjasama dengan aparat kepolisian saat nanti menggeser logistik pemilu dari KPU ke PPK. Hal ini untuk mengantisipasi adanya kerawanan menjelang pemilu.

TPS bertambah

Di bagian lain, jumlah tempat pemungutan suara (TPS) untuk pemilu di Kabupaten Ciamis bertambah 1 TPS. Awalnya jumlah TPS sebanyak 4.361, kini menjadi 4.362 unit.

"Kita kekurangan kotak suara, bilik suara untuk 1 TPS," kata Ketua KPU Kabupaten Ciamis, Agus Fattah saat dikonfirmasi, Kamis.

Setiap TPS, kata Agus, ada 4 bilik suara dan 5 kotak suara. Penambahan TPS tersebut terjadi di Lembaga Permasyarakatan Ciamis. "Banyak pemilih pindahan," katanya.

Baca juga: KPU Surakarta Tak Permasalahkan Kotak Suara Berbahan Karton Kedap Air

Terkait logistik pemilu, Agus menyebutkan, berasal dari KPU RI, KPU Provinsi, dan KPU kabupaten/kota. Logistik pemilu dari pusat, yakni kotak suara, bilik suara, dan surat suara.

"Dari (KPU) provinsi seperti sampul, kita sudah 90 persen. Dari KPU kabupaten alat kelengkapan TPS, alat tusuk, bantal sudah hampir 80 persen tersedia," jelasnya.

Baca tentang
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Perjuangan Christina Sembuh dari Covid-19, Jalani Hari Berat di Ruang Isolasi

Cerita Perjuangan Christina Sembuh dari Covid-19, Jalani Hari Berat di Ruang Isolasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Tasikmalaya Terapkan Local Lockdown | Isolasi Wilayah, Warga Dusun Diberi Biaya Hidup Rp 50.000 Per Hari

[POPULER NUSANTARA] Tasikmalaya Terapkan Local Lockdown | Isolasi Wilayah, Warga Dusun Diberi Biaya Hidup Rp 50.000 Per Hari

Regional
Surabaya Zona Merah Covid-19, Belajar di Rumah Kembali Diperpanjang

Surabaya Zona Merah Covid-19, Belajar di Rumah Kembali Diperpanjang

Regional
Ini Cerita Dukungan Warga Untuk Tenaga Medis di Indonesia, Kirim Kopi hingga Buatkan APD Gratis

Ini Cerita Dukungan Warga Untuk Tenaga Medis di Indonesia, Kirim Kopi hingga Buatkan APD Gratis

Regional
Klaim Warga Belanda Positif Terinfeksi Virus Corona di Jatim, Dibantah Pihak Rumah Sakit

Klaim Warga Belanda Positif Terinfeksi Virus Corona di Jatim, Dibantah Pihak Rumah Sakit

Regional
90 Warga Dikarantina Usai Tengok Pasien yang Ternyata Positif Corona, Dusun Ini Langsung 'Local Lockdown'

90 Warga Dikarantina Usai Tengok Pasien yang Ternyata Positif Corona, Dusun Ini Langsung 'Local Lockdown'

Regional
Kisah Para Tenaga Medis di Tanah Air Gunakan Jas Hujan Saat Tugas di Tengah Wabah Corona

Kisah Para Tenaga Medis di Tanah Air Gunakan Jas Hujan Saat Tugas di Tengah Wabah Corona

Regional
Cerita Unik Warga Perangi Corona, Lockdown di Kampung hingga Penyemprot Disinfektan Otomatis

Cerita Unik Warga Perangi Corona, Lockdown di Kampung hingga Penyemprot Disinfektan Otomatis

Regional
Warga Desa di Purbalingga Geger Setelah Mengetahui Pasien yang Dibesuk Positif Corona

Warga Desa di Purbalingga Geger Setelah Mengetahui Pasien yang Dibesuk Positif Corona

Regional
Fenomena Waterspout di Aceh, Suara Bergemuruh dan Berlangsung 25 Menit

Fenomena Waterspout di Aceh, Suara Bergemuruh dan Berlangsung 25 Menit

Regional
Tak Terima Diputus, Pemuda Ini Sebarkan Video Mesum Mantan Pacar

Tak Terima Diputus, Pemuda Ini Sebarkan Video Mesum Mantan Pacar

Regional
Gelar Pelatihan Petugas Haji di Tengah Wabah Corona, 4 Peserta Dinyatakan Positif dan 14 PDP

Gelar Pelatihan Petugas Haji di Tengah Wabah Corona, 4 Peserta Dinyatakan Positif dan 14 PDP

Regional
Semua Pasien Positif Corona di Malang Sembuh, Pemkot: Memang Bisa Disembuhkan, tapi…

Semua Pasien Positif Corona di Malang Sembuh, Pemkot: Memang Bisa Disembuhkan, tapi…

Regional
Gempa M 5,8 Berkedalaman 10 Km Guncang Sulteng, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,8 Berkedalaman 10 Km Guncang Sulteng, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Ratusan Rumah Terendam Banjir di Kota Palopo, BPBD Kerahkan Pompa Sedot

Ratusan Rumah Terendam Banjir di Kota Palopo, BPBD Kerahkan Pompa Sedot

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X