Pelecehan Seksual Mahasiswi UGM Saat KKN, Rekonstruksi Digelar di Pulau Seram

Kompas.com - 12/01/2019, 09:38 WIB
Para mahasiswa saat membubuhkan tanda tangan di sebuah Baliho dalam aksi di Taman San Siro Fisipol UGM.KOMPAS.com / Wijaya Kusuma Para mahasiswa saat membubuhkan tanda tangan di sebuah Baliho dalam aksi di Taman San Siro Fisipol UGM.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Penyidik Polda DIY akan menggelar rekonstruksi kasus dugaan pelecehan seksual di KKN UGM pada pertengahan 2017 lalu. Rekonstruksi ini akan digelar langsung di Pulau Seram, Maluku.

"Seminggu ini Tim Polda DIY sudah ada di Maluku," ujar Kabid Humas Polda DIY AKBP Yuliyanto, Jumat (11/1/2019).

Yuliyanto mengatakan, tim dari penyidik Polda DIY berada di Maluku untuk mempersiapkan pemeriksaan di sana.

"Hari Senin, Pak Dir Reskrimum kemungkinan akan berangkat ke Maluku untuk memimpin rekonstruksi," tuturnya.


Baca juga: 6 Fakta Kasus Dugaan Pelecehan Mahasiswi di UGM, Rektor UGM Datangi Ombudsman hingga Wartawan Balairung Diperiksa Polisi

Sementara itu, Direktur Ditreskrimum Polda DIY, Kombes Pol Hadi Utomo menyampaikan pihaknya hari ini kembali memanggil terlapor berinisial HS. Terlapor dipanggil untuk memberikan keterangan tambahan.

"Jadi kami panggil hari ini berkaitan dengan kegiatan anggota saya yang sudah di Maluku, ada hal-hal yang perlu ditanyakan dan dituangkan dalam BAP," ungkapnya.

Nantinya, lanjut Yuliyanto, Berita Acara Pemeriksaan (BAP) akan dicocokkan dengan rekonstruksi di lokasi.

"Karena ada yang kurang, tadi dia (HS) kami panggil. Hasilnya akan kami cocokkan karena di sana kami akan melakukan suatu rekonstruksi," ungkapnya.

Baca juga: Ini Kronologi Dugaan Pelecehan di KKN UGM Versi Kuasa Hukum Terlapor

Menurut dia, memang dalam rekonstruksi seharusnya juga dihadiri oleh korban dan terlapor. Namun demikian, kalaupun tidak hadir, juga bukan menjadi halangan bagi penyidik.

"Harusnya (dihadiri korban dan terlapor), Tetapi tidak apa-apa (kalau tidak hadir), Tidak menjadi hambatan bagi penyidik. Seperti komitmen kami, kami akan menyelesaikan masalah ini seterang-terangnya," tuturnya.


Terkini Lainnya

Keberatan Pengacara Terdakwa Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi atas Dakwaan Jaksa

Keberatan Pengacara Terdakwa Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi atas Dakwaan Jaksa

Megapolitan
BPN: UN Jadi Beban Para Pelajar dan Orangtua

BPN: UN Jadi Beban Para Pelajar dan Orangtua

Nasional
Tim DVI Kembali Identifikasi 4 Jenazah Korban Banjir Bandang Jayapura

Tim DVI Kembali Identifikasi 4 Jenazah Korban Banjir Bandang Jayapura

Regional
Melawan Manifesto Kebencian

Melawan Manifesto Kebencian

Internasional
Sepakat Berdamai, Siswa SMA Peluk Kepala Sekolah yang Dianiayanya

Sepakat Berdamai, Siswa SMA Peluk Kepala Sekolah yang Dianiayanya

Regional
Presiden Mozambik Sebut Korban Tewas Topan Idai Bisa Capai 1.000 Orang

Presiden Mozambik Sebut Korban Tewas Topan Idai Bisa Capai 1.000 Orang

Internasional
Pentingnya Bekal bagi Warga Binaan Sebelum Menghirup Udara Bebas..

Pentingnya Bekal bagi Warga Binaan Sebelum Menghirup Udara Bebas..

Megapolitan
Dua Jenazah Warga Malaysia Dipulangkan, Keluarga Disantuni  Rp 15 Juta

Dua Jenazah Warga Malaysia Dipulangkan, Keluarga Disantuni Rp 15 Juta

Regional
500 Hektar Lahan Sawah di Manggarai Barat Terendam Banjir

500 Hektar Lahan Sawah di Manggarai Barat Terendam Banjir

Regional
Bantu Napi Bawa Telepon Genggam ke Penjara, Petugas Bisa Dipecat

Bantu Napi Bawa Telepon Genggam ke Penjara, Petugas Bisa Dipecat

Megapolitan
Jokowi Tak Hadir, Lelang Motor Chopperland hingga Gitar untuk Dana Kampanye Dibatalkan

Jokowi Tak Hadir, Lelang Motor Chopperland hingga Gitar untuk Dana Kampanye Dibatalkan

Regional
Intelijen Turki Ikut Selidiki Motif Penembakan di Trem Utrecht

Intelijen Turki Ikut Selidiki Motif Penembakan di Trem Utrecht

Internasional
Menanti Putusan Sela Majelis Hakim dalam Sidang Lanjutan Ratna Sarumpaet, Hari Ini

Menanti Putusan Sela Majelis Hakim dalam Sidang Lanjutan Ratna Sarumpaet, Hari Ini

Megapolitan
Waspada Hujan Petir Disertai Angin Kencang di Jakbar, Jaksel, dan Jaktim

Waspada Hujan Petir Disertai Angin Kencang di Jakbar, Jaksel, dan Jaktim

Megapolitan
[BERITA POPULER] Survei SMRC: Prabowo-Sandiaga 31,8 Persen | Ma'ruf Amin Kritik Sandiaga

[BERITA POPULER] Survei SMRC: Prabowo-Sandiaga 31,8 Persen | Ma'ruf Amin Kritik Sandiaga

Nasional

Close Ads X