Kasus Suap Perizinan Meikarta, Hakim Tolak Eksepsi Billy Sindoro

Kompas.com - 09/01/2019, 12:32 WIB
Majelis Hakim menolak eksepsi yang diajukan penasehat hukum Billy Sindoro, Henry Jasmen, Taryudi, dalam sidang perkara suap perizinan proyek Meikarta dengan agenda putusan sela yang digelar di Pengadilan Negeri Tipikor Bandung, Kota Bandung, Rabu (9/1/2018).KOMPAS.com/AGIEPERMADI Majelis Hakim menolak eksepsi yang diajukan penasehat hukum Billy Sindoro, Henry Jasmen, Taryudi, dalam sidang perkara suap perizinan proyek Meikarta dengan agenda putusan sela yang digelar di Pengadilan Negeri Tipikor Bandung, Kota Bandung, Rabu (9/1/2018).

BANDUNG, KOMPAS.com - Majelis hakim menolak eksepsi yang diajukan penasehat hukum Billy Sindoro.

Hal tersebut terungkap dalam sidang perkara suap perizinan proyek Meikarta dengan agenda putusan sela yang digelar di Pengadilan Negeri Tipikor Bandung, Kota Bandung, Rabu  (9/1/2018).

"Mengadili, keberatan (eksepsi) terdakwa tidak diterima. Memerintahkan penuntut umum meneruskan pemeriksaan atas nama Billy Sindoro tersebut hingga keputusan hakim," kata Anggota Majelis Hakim Judijanto.

Menurutnya, penjelasan penuntut umum secara rinci sudah dapat menggambarkan duduk perkara dari terdakwa Billy Sindoro.

"Bahwa dakwaan penuntut umum sudah merumuskan locus (tempat) dan tempus (waktu) serta modus tindak pidana yang dilakukan Billy Sindoro. Sehingga, majelis hakim menilai bahwa surat dakwaan sudah dengan cermat dan berurutan serta jelaskan tahap demi tahap sehingga memberi gambaran secara jelas gambaran kasus tersebut," ujarnya.

Baca juga: Sidang Suap Meikarta, Keluarga Billy Sindoro Menangis dan Berdoa

Menurutnya, eksepsi terdakwa sudah menyentuh pokok perkara yang pembuktiannya harus dibuktikan di persidangan.

"Majelis hakim tidak sependapat dengan eksepsi terdakwa karena dakwaan sudah sesuai KUHAP dan dakwaan sudah dapat dijadikan pedoman untuk mengadili perkara terdakwa," katanya.

Selain itu, majelis hakim juga menolak eksepsi terdakwa Taryudi dan terdakwa Henry jasmen terhadap dakwaan jaksa dengan pertimbangan yang sama dengan Billy Sindoro.

Ke depan, sidang akan dilanjutkan dengan pemeriksaan sejumlah saksi.

Sebelumnya, mantan Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro membantah terlibat perkara suap dalam proses perizinan proyek Meikarta. Hal tersebut diungkapkan Penasihat Hukum Billy Sindoro, Ervin Lubis.

"Pak Billy menegaskan jika beliau tak terlibat dan tidak ada sangkut paut dengan dakwaan, tidak melakukan, turut melakukan atau, menyuruh melakukan memberikan uang atau hadiah kepada bupati atau Pemda Bekasi," ujarnya.

Menurutnya, Billy tak mengetahui soal adanya transaksi uang kepada sejumlah pejabat di Pemkab Bekasi.

Sementara itu, Billy mengaku bahwa dirinya bukan bagian dari petinggi Meikarta yang punya wewenang dalam kelangsungan proyek Meikarta.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Potensi Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno Dinilai Belum Dioptimalkan

Potensi Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno Dinilai Belum Dioptimalkan

Nasional
Ganjar Pranowo Pastikan UNBK Hari Pertama Berjalan Lancar

Ganjar Pranowo Pastikan UNBK Hari Pertama Berjalan Lancar

Regional
Kronologi Kecelakaan Maut di Jambi, 5 Pegawai Bank Tewas Terjebak di Mobil yang Terbakar

Kronologi Kecelakaan Maut di Jambi, 5 Pegawai Bank Tewas Terjebak di Mobil yang Terbakar

Regional
Pentagon Sepakat Kucurkan Dana Rp 14 Triliun untuk Bangun Tembok Perbatasan

Pentagon Sepakat Kucurkan Dana Rp 14 Triliun untuk Bangun Tembok Perbatasan

Internasional
Ketika Jokowi dan Prabowo Mengaku Kerap Dihina dan Difitnah...

Ketika Jokowi dan Prabowo Mengaku Kerap Dihina dan Difitnah...

Nasional
Masih Bingung Pilih Calon Pemimpin? Saksikan 'KandidatFest'!

Masih Bingung Pilih Calon Pemimpin? Saksikan "KandidatFest"!

Nasional
26 Maret 1885, Kremasi Dilegalkan di Inggris

26 Maret 1885, Kremasi Dilegalkan di Inggris

Internasional
Tak Laporkan Dana Kampanye, 4 Parpol di Ngada Flores Didiskualifikasi dari Pileg 2019

Tak Laporkan Dana Kampanye, 4 Parpol di Ngada Flores Didiskualifikasi dari Pileg 2019

Regional
Ini Tarif Baru Ojek Online di Sumatera, Jawa dan Bali Mulai Mei 2019

Ini Tarif Baru Ojek Online di Sumatera, Jawa dan Bali Mulai Mei 2019

Regional
Transjakarta ke Pondok Cabe dan UI Diminati Masyarakat, tapi Terkendala Macet

Transjakarta ke Pondok Cabe dan UI Diminati Masyarakat, tapi Terkendala Macet

Megapolitan
Ratna Sarumpaet Keluhkan Kondisi Tahanan Polda Metro Jaya

Ratna Sarumpaet Keluhkan Kondisi Tahanan Polda Metro Jaya

Megapolitan
Mulai April 2019, Alat Perekam Transaksi 'Online' Digunakan di Kepulauan Riau

Mulai April 2019, Alat Perekam Transaksi "Online" Digunakan di Kepulauan Riau

Nasional
MRT Sasar Pekerja di Sudirman-Thamrin

MRT Sasar Pekerja di Sudirman-Thamrin

Megapolitan
Ayah Korban Penembakan Massal SD Sandy Hook Tewas, Diduga Bunuh Diri

Ayah Korban Penembakan Massal SD Sandy Hook Tewas, Diduga Bunuh Diri

Internasional
Moeldoko Sebut Bencana di Lombok dan Papua Masih Jadi Urusan Pemerintah Daerah

Moeldoko Sebut Bencana di Lombok dan Papua Masih Jadi Urusan Pemerintah Daerah

Regional

Close Ads X