Sebar Hoaks Pungli Polantas, Warga Pangandaran Ditangkap Polisi

Kompas.com - 08/01/2019, 17:34 WIB
Hoaks/Hoax ThinkstockHoaks/Hoax

CIAMIS, KOMPAS.com - Seorang pria berinisial Y (31) warga Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat harus berurusan dengan hukum. Hal ini terjadi setelah dia menyebarkan video hoax pungli yang seolah-olah dilakukan Polantas Polres Ciamis.

"Kami mengungkap tindak pidana yang menyebabkan korban tercemar namanya," kata Kapolres Ciamis, Ajun Komisaris Besar Bismo Teguh Prakoso saat ekspos kasus di Mapolres Ciamis, Selasa (8/1/2019) sore.

Dia menjelaskan, tersangka mengambil video tersebut seolah-olah telah terjadi pungli tilang oleh Polantas kepada pengendara kendaraan roda empat di Perempatan Tonjong Ciamis. Padahal, kata Bismo, petugas sudah melakukan penilangan sesuai prosedur.

"Menurut persepsinya dan prasangkanya ada penyimpangan. Dia merekam secara spontan," jelasnya.

Baca juga: Polisi Amankan Penyebar Hoaks Tsunami Pantai Utara Karawang

Bismo menjelaskan, saat kejadian petugas menilang dua kendaraan roda empat yang melanggar marka jalan. Kendaraan yang pertama ditilang milik Windi Adam, warga Sumedang. Kendaraan kedua yakni milik tersangka yang posisinya berada di belakang mobil Windi.

"Saat itu, pengendara (Windi) menitipkan uang denda kepada petugas untuk dibayarkan di Pengadilan. Tersangka memvideokan hal tersebut, seolah-olah perbuatan melanggar (pungli)," katanya.

Menurut Bismo, Windi menitipkan uang denda tilang karena sedang buru-buru menuju luar kota. "Video tersebut disebarluaskan di Facebook, dan viral. Tersangka berkomentar di Facebook, tidak berkah makan uang orang," ucapnya.

Sebelum menangkap tersangka, pihaknya berkomunikasi dengan saksi ahli pidana, dan saksi ahli ITE. Hasilnya dinyatakan termasuk pelanggaran pidana.

Baca juga: Pengedit Video Ma’ruf Amin Berkostum Sinterklas Dibawa ke Polda Aceh

"Pesan kamtibmas, jangan terburu-buru berpersepsi terhadap suatu fenomena. Nanti bisa menimbulkan fitnah. Lebih baik tabayyun," kata Bismo.

Sementara tersangka dijerat Pasal 287 UU 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya. Tersangka diancam kurungan maksimal 4 tahun.

Tersangka Y mengaku menyesal telah menyebar hoaks. Dia pun meminta maaf karena mencemarkan nama baik institusi Polri. "Saya minta maaf," ujarnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cari Pohon untuk Dijadikan Bonsai, Seorang Bocah Tewas Terjatuh dari Tebing

Cari Pohon untuk Dijadikan Bonsai, Seorang Bocah Tewas Terjatuh dari Tebing

Regional
Hasil Pantauan Udara, Ada Banyak Longsoran Baru di Puncak Merapi

Hasil Pantauan Udara, Ada Banyak Longsoran Baru di Puncak Merapi

Regional
BPBD Yogyakarta Rekrut Tim Relawan Pemulasaran Jenazah Covid-19

BPBD Yogyakarta Rekrut Tim Relawan Pemulasaran Jenazah Covid-19

Regional
Beredar Kabar Wali Kota dan Sekda Positif Covid-19, Ini Tanggapan Pemkot Malang

Beredar Kabar Wali Kota dan Sekda Positif Covid-19, Ini Tanggapan Pemkot Malang

Regional
Perompak Kapal Beraksi di Perairan Sorong, Satu ABK Hilang Loncat ke Laut

Perompak Kapal Beraksi di Perairan Sorong, Satu ABK Hilang Loncat ke Laut

Regional
Antisipasi Erupsi Merapi, KPU Bakal Pindahkan TPS Pilkada ke Tempat Pengungsian

Antisipasi Erupsi Merapi, KPU Bakal Pindahkan TPS Pilkada ke Tempat Pengungsian

Regional
Ruang Isolasi RSUD Temanggung Hampir Penuh, Pasien Covid-19 Harus Antre untuk Dirawat

Ruang Isolasi RSUD Temanggung Hampir Penuh, Pasien Covid-19 Harus Antre untuk Dirawat

Regional
Timses Angkat Bicara soal Banteng Ketaton di Video 'Hancurkan Risma' Pakai Atribut Machfud-Mujiaman

Timses Angkat Bicara soal Banteng Ketaton di Video "Hancurkan Risma" Pakai Atribut Machfud-Mujiaman

Regional
Aktivitas Vulkanis Gunung Merapi Dilaporkan Terus Meningkat

Aktivitas Vulkanis Gunung Merapi Dilaporkan Terus Meningkat

Regional
Berisiko, Warga Positif Covid-19 yang Karantina Mandiri Akan Dipindahkan ke Jember Sport Garden

Berisiko, Warga Positif Covid-19 yang Karantina Mandiri Akan Dipindahkan ke Jember Sport Garden

Regional
6 Mantan RT Ditahan gara-gara Bau Limbah, Komisi IV DPR Datangi Kejari Bangka

6 Mantan RT Ditahan gara-gara Bau Limbah, Komisi IV DPR Datangi Kejari Bangka

Regional
Usaha Sepi, Penjual Biji Jenitri Bobol Rumah Tetangga Saat Ditinggal Yasinan

Usaha Sepi, Penjual Biji Jenitri Bobol Rumah Tetangga Saat Ditinggal Yasinan

Regional
Lahan 148 Hektare di Sidoarjo Disiapkan untuk Kawasan Industri Halal

Lahan 148 Hektare di Sidoarjo Disiapkan untuk Kawasan Industri Halal

Regional
Pilkada di Klaten dan Boyolali Jadi Perhatian Khusus Polda Jateng

Pilkada di Klaten dan Boyolali Jadi Perhatian Khusus Polda Jateng

Regional
20 Pencuri Spesialis Motor Matik di DIY Dibekuk Polisi, 3 Residivis

20 Pencuri Spesialis Motor Matik di DIY Dibekuk Polisi, 3 Residivis

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X